Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 41 Kekasih Gelap


__ADS_3

Andre masih menerima telepon dan sesekali tersenyum saat berbicara di telepon.


“Sayang... aku baru keluar sebentar menjemput Renata dari rumah sakit.”ucap Andre ditelepon.


“Kau selalu saja mengurusi wanita itu. Kapan kau akan bersama denganku ?”ucap seorang wanita yang merupakan kekasih gelap Andre.


“Rianty... sayang.... dalam satu minggu aku menghabiskan malam bersamamu selama empat hari, apa itu masih kurang ? Kau tahu sendiri kan sebelumnya aku sudah pernah cerita padamu jika Renata sedikit curiga saat aku tak berada di rumah.”jawab Andre pada kekasihnya itu yang minta ditemani malam ini.


“Ya sayang... lebih baik kau ceraikan saja istrimu itu.”balas Rianty yang merasa kesal pada Renata karena menjadi pengganggu dalam hubungannya.


“Hmm... ya aku akan pikirkan itu sayang...”jawab Andre mencoba menenangkan kekasihnya dan menghiburnya agar tidak terus-terusan marah padanya.


“tap... tap... tap...” terdengar suara langkah dari luar kamar yang berjalan menuju ke kamar itu.


Andre menoleh ke belakang saat mendengar suara dalam langkah kaki kemudian segera mengakhiri panggilannya karena khawatir jika yang datang adalah Renata.


“Sayang sudah dulu... ada yang datang ke sini.”ucap Andre pelan kemudian segera mematikan teleponnya.


Tepat disaat panggilannya berakhir seseorang membuka pintu kamarnya.


“Ibu.... huft... aku kira siapa...”ucap Andre yang panik saat menoleh ke belakang dan menjadi lega setelah mengetahui yang datang ternyata bukan Renata.


“Andre... kau sedang telepon siapa ?”tanya ibunya yang melihat wajah Andre yang tampak panik.

__ADS_1


“Oh tidak bu aku hanya menerima telepon dari rekan kerja saja...”jawab Andre mencoba untuk tenang dan menyembunyikan kepanikannya kemudian mengalihkan pembicaraan.


“Ibu.... ada apa mencari ku ?”tanya Andre memasukkan ponsel dalam saku bajunya dan berbalik menghadap ibunya.


“Tidak ada... hanya saja Ibu mendengar suara orang seperti bicara dan kebetulan lewat sini. Ku kira kau bicara dengan siapa... ternyata cuma telepon.”jawab Ibunya.


Wanita itu keluar dari ruangan setelah tak ada siapapun di sana selain Andre dan kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan menonton telenovela favoritnya.


Beberapa hari kemudian di suatu malam Renata berada di kamarnya sendirian. Dia duduk menunggu Andre pulang. Namun sudah larut malam dan lagi itu belum pulang selain itu dia juga tidak memberi kabar padanya.


“Kemana si Andre... jam segini belum pulang ?”ucap Noah menatap jam dinding di kamarnya kemudian beralih menatap Sharp Eye yang ada di dekatnya.


“Ya palingan dia menginap di tempat wanita lain...”jawab si elang.


“Yah kalau begitu aku akan mengerjai dia. Tapi sekarang aku ingin melihat tayangannya dulu sedang apa dia ?”tanya Noah pada Sharp Eye yang mengikutinya berdiri dari tempat tidur dan duduk di kursi.


Sharp Eye memunculkan sebuah tayangan slide di depan mereka berdua dan menonton bersama.


Tampak Andre sedang berdua bersama Rianty di sebuah rumah yang merupakan rumah pemberian dari ayah Rianty untuk putrinya karena gadis itu minta rumah pada ayahnya beberapa waktu yang lalu.


Mereka berdua ada di tempat tidur dan sedang berbaring di balik selimut sambil berpelukan. Andre bangun dan mengenakan pakaiannya kemudian duduk di samping Rianty yang masih berbaring di balik selimut.


“Rianty... cuaca di luar dingin sekali lebih baik kau segera kenakan bajumu kembali.”ucap Andre.

__ADS_1


Rianty tampak malas bangun dan Andre menariknya keluar dari selimut kemudian mengambilkan bajunya di tepi tempat tidur.


“Ya baiklah...”jawab gadis itu dengan terpaksa. Dia menerima baju dari tangan Andre dan segera mengenakannya kemudian duduk di sebelah Andre.


Mereka berdua kemudian berbicara ringan sebelum tidur kembali.


“Andre... sebenarnya kau lebih suka siapa... aku atau Renata ?”tanya Rianty memegang lengan Andre dan menyadarkan kepalanya ke bahu lelaki itu.


“Tentu saja aku lebih menyukai mu sayang...”ucap Andre sambil memeluknya dari samping.


“Sampai kapan kita akan terus seperti ini...?”tanya Rianty lagi yang ingin hubungan mereka menjadi resmi seperti pasangan lain pada umumnya.


“Tenang saja sayang... tunggulah sebentar lagi...aku akan mewujudkan keinginan mu. Aku masih menyusun sebuah rencana.”balas Andre tersenyum lebar.


Noah tampak kesal melihat Andre yang tersenyum lebar dan mempunyai suatu rencana.


“Dasar lelaki hidung belang. Kau kira kau tampan dan mapan hah ?Kau tak jauh beda dengan lintah !Sebelum kau menjalankan rencana mu aku juga punya rencana untukmu...kita lihat rencana siapa yang akan berhasil duluan ?”ucap Noah tersenyum lebar seolah menantang Andre.


Noah yang merasa anak melihat tingkah Andre yang bertampang pas-pasan dan banyak tingkah meminta siapa untuk segera mematikan tayangan itu.


“Stop Sharp Eye... aku tak mau melihat bajingan itu lagi !”ucap Noah kemudian berdiri dari kursi dan menuju ke tempat tidur.


Sementara itu Sharp Eye segera mematikan tayangan tadi karena dia juga merasa enek melihat tingkah playboy kampungan seperti Andre.

__ADS_1


Noah pun tidur setelah menyusun sebuah rencana yang akan segera dia jalankan.


BERSAMBUNG....


__ADS_2