
Setelah sampai di dalam gudang tua Alden segera menjatuhkan beberapa lelaki bertato yang mengikutinya.
Alden melihat kursi tidak terpakai di dalam gudang tua itu dan mengambilnya.
“brak... !!”Alden memukul kan kursi itu pada beberapa lelaki bertato dan membuat kepala mereka berdarah.
“Kurang ajar kau... !”teriak lelaki bertato lainnya yang melihat temannya dilumpuhkan oleh Alden.
Pria bertato lainnya maju menyerang Alden dan mengeroyoknya secara berdamai-ramai.
Sementara itu di luar gedung tua, Noah yang melihat para pria bertato lainnya akan segera masuk beramai-ramai, segera keluar dari mobil.
“brak... !”Noah menutup pintu mobil setelah keluar.
Dia pun menghampiri para pria bertato dan menariknya kemudian membantingnya ke tanah.
“buk... !”dua orang pria jatuh ke tanah dan berdiri lagi kemudian menghampiri Noah.
“Hei wanita.... siapa kau mengganggu kami ?”ucap pria yang jatuh tadi tampak marah dan akan membalas perbuatannya.
Para lelaki bertato itu heran dengan kemunculan seorang wanita yang datang menyerahkan diri pada mereka, meskipun dia sedikit punya kekuatan.
“Siapa aku... ? Kalian meremehkan aku ya...?!”balas Noah sambil tersenyum lebar dan tak sabar mengeluarkan semua kekuatannya untuk melawan para lelaki bertato.
“Dasar wanita lemah... kau tahu apa tentang beladiri... kau sengaja menyerahkan dirimu... cari mati ya ?”ucap lelaki bertato lainnya maju. Mereka meremehkan sosok wanita yang berpenampilan lembut seperti itu.
__ADS_1
“Cukup dengan satu pukulan kau akan kalah... haha... !”ucap para lelaki bertato.
Noah merasa semakin diremehkan dan menjadi emosi.
“Lawan aku sekarang kalau kalian berani maju semua !”ucap Noah menantang mereka semua.
Lelaki bertato saling bertatapan dan menertawakan ucapan Noah yang menurut mereka sangat lucu dan konyol, sehingga hanya satu orang yang maju mendekati Noah.
“buk... !”Noah memukul lelaki tertentu yang mendekatinya dan membuatnya terpental menabrak lelaki bertato lainnya yang membuat mereka jatuh.
Para lelaki bertato merasa terhina bisa dipukul oleh seorang wanita berpenampilan lembut seperti itu. Mereka pun segera bangun.
“Wanita... boleh juga kau... ayo kita keroyok dia !!”ucap lelaki bertato pada yang lainnya dan tak segan-segan lagi untuk menyerang Noah.
Sharp Eye yang mengikuti Noah dari belakang mengingatkannya kembali.
“Cerewet... kau tenang saja aku tidak akan membahayakan tubuh ini...”balas Noah menoleh sebentar ke arah Sharp Eye berada.
Para lelaki bertato sebagian tumbang dan sebagian lainnya menyerang Noah dengan lebih ganas.
“bak... buk... bak...”Noah terus memukul lelaki bertato dan membuat mereka jatuh tak berdaya dan tak bangun lagi.
Namun sayang di saat terakhir dia menjatuhkan lelaki bertato, tiba-tiba dia merasakan kepalanya pusing dan pandangannya sedikit kabur karena tubuh Renata ternyata sudah ada pada batasnya.
“buk...”Noah memegang dinding bangunan untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh terlalu keras.
__ADS_1
Tepat di dalam gudang, Alden berhasil menjatuhkan lelaki bertato terakhir. Lelaki itu melihat sosok Renata di luar dan tak sadarkan diri.
“Renata... ?!”ucap Alden menetap ke arah luar pintu.
Alden yang saat ini berada di meja segera turun dari sana dan berlari keluar menghampiri Renata.
“Renata apa yang terjadi padamu... kenapa kau tidak mendengarkan ucapan ku... ?”ucap Alden berjongkok sembari meraih tubuh Renata.
Alden mengedarkan pandangan dan dia melihat di sekitar Renata banyak lelaki bertato sudah tumbang.
“Mereka... kenapa mereka semua terkapar di sini ? Siapa yang menghajar mereka ?”gumam Alden yang merasa terkejut saat melihat semua lawannya telah tumbang tanpa dia sentuh. Dia lalu menatap kembali Renata.
“Apa kamu yang membuat mereka semua jadi seperti ini... ?Tapi kurasa tidak mungkin wanita lembut sepertimu melakukan ini semua, memukul nyamuk saja tidak mati apalagi mengalahkan mereka... pasti ada seseorang yang membantuku.”batin Alden menepis pikirannya.
Alden tersenyum dan merasa senang ternyata Tuhan tidak tidur dan berpihak padanya. Dia pun segera mengangkat tubuh Renata dan membawanya masuk ke mobil.
Setelah itu Alden kembali ke sekitar gedung tua untuk mencari seseorang yang telah menyelamatkan dirinya namun dia tidak menemukannya di sana.
“Sudahlah yang penting aku harus membawa Renata ke rumah sakit dulu sekarang. Semoga saja orang yang telah membantu ku mendapatkan kembali balasan atas kebaikannya....”gumam Alden yang merasa putus asa mencarinya dan lebih memprioritaskan Renata.
Alden berlari menuju mobil karena mengawatirkan keadaan Renata. Di dalam mampir dia mencoba menyadarkan wanita itu namun Renata masih belum bangun juga meski dia sudah mencoba berbagai cara. Dan dia pun yakin untuk segera melarikan Renata ke rumah sakit.
Mobil kembali ke jalanan menuju ke rumah sakit terdekat yang ada di sana.
“Tolong segera tangani pasien ini...”ucap Alden pada petugas medis yang ditemuinya.
__ADS_1
Petugas medis membawa masuk tubuh Renata untuk memeriksa keadaannya. sementara itu Alden menunggu dan duduk di luar ruangan tempat Renata dirawat dengan cemas.
BERSAMBUNG....