
Berapa hari berlalu, Andre memberi kesempatan pada Rianty. Dia menunggu kartu kredit gadis itu dibuka blokirnya. Namun ternyata sampai saat ini kartu kreditnya Rianty masih saja diblokir dan dirinya lah yang menanggung keperluan hidup Rianty.
Andre sedang sarapan pagi bersama ibunya. Mereka duduk berdua berhadapan.
“Andre... stok susu dan keju di rumah sudah habis...”ucap ibu meminta lagi itu untuk membelinya seperti biasanya.
“Baru satu minggu kok sudah habis... ?”ucap Andre menanggapi.
“Kau tahu sendiri sejak ada Rianty di rumah ini semua makanan cepat habis...”ucap ibunya lagi menjelaskan penyebabnya.
“Ibu... kurangi dulu saja pemakaian nya... aku sedang berhemat...”ucap Andre menjelaskan kondisinya saat ini yang sedang defisit.
“Bukankah biasanya kau selalu ada penghasilan lebih... kenapa sekarang kesulitan... ? Oh ya... Rianty itu kan anaknya orang kaya kau minta saja sama dia...”ucap ibunya memberi saran dengan nada pelan agar Rianty tak mendengarnya.
“Masalahnya saat ini semua kartu kredit miliknya diblokir oleh orang tuanya... dan aku banyak mengeluarkan uang untuknya bu...” balas Andre menjelaskan kondisi Rianty saat ini.
Kedua orang itu pun akhirnya terdiam saat mendengar langkah kaki yang berjalan dan masuk ke sana.
Rianty masuk dan duduk bersama mereka berdua.
“Ibu... Andre... kenapa kalian belum menghabiskan makanannya ?”tanya Rianty saat melihat makanan di piring mereka berdua masih separuh lebih.
“Ya ayo makan...”ucap Andre mengajak mereka berdua untuk makan sambil melanjutkan makan.
Rianty mengambil makan dan memakannya dengan lahap. Sementara ibunya Andre tiba-tiba berdiri dan meninggalkan mereka berdua tanpa bicara sepatah kata pun karena tak ingin melihat Rianty.
“Andre... ibu kenapa pergi... ?”tanya Rianty menatap ibu yang berjalan keluar.
“Sudahlah tak usah kau pikirkan... mungkin ibu hanya tak ingin mengganggu waktu privasi kita.”ucap Andre.
__ADS_1
Rianty pun mendengar perkataan Andre dan meneruskan makan.
Sore hari Andre setelah selesai bekerja tidak pulang ke rumah. Dia pergi ke tempat rumah kontrakan Martha.
“Andre... !”panggil Martha saat melihat Andre datang dan langsung menyambutnya.
“Bagaimana apa ada perkembangan atau sudah ada target baru... ?”ucap Martha setelah duduk berdua di ruang tamu bersama Andre.
“Belum sayang....”jawab Andre sambil menggeleng menatap Martha.
Mereka berdua kemudian berbincang dan di saat malam hari mereka berdua masuk ke kamar dan mengunci pintu rapat-rapat.
Di lain tempat di rumah Andre.
Rianty duduk di tempat tidur dan bersandar ke dinding menghadap pintu. Dia ketiduran saat menunggu Andre pulang.
“Oh... aku ketiduran... jam berapa sekarang ?”gumamnya Saat bangun dan menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 01.00 dini hari.
Rinaty mencoba berpikiran positif jika lagi itu sedang lembur bekerja dan memutuskan untuk kembali tidur karena masih merasa ngantuk.
Dua malam berikutnya di malam hari Rianty kembali duduk di kamar menunggu kepulangan Andre. Namun hal yang sama terulang kembali. Lelaki itu tidak boleh dan ponselnya tidak aktif.
“Kemana Andre... sampai saat ini dia belum pulang juga...”gumam Rianty yang mencemaskan Andre.
Di lain tempat, tampak Andre yang sedang mandi bersama Martha di tengah malam lalu keluar dari kamar mandi masuk ke kamar.
Keesokan paginya Rianty bangun pagi. Dia merasa haus dan berjalan menuju ke dapur.
“Oh... airnya habis...”gumamnya saat melihat galon di dispenser kosong.
__ADS_1
Di saat persamaan ibunya Andre masuk ke dapur.
“Ibu... airnya habis. Aku haus.”ucap Rianty pada ibunya Andre.
“Oh... jadi airnya habis... kebetulan sekali aku juga haus. Jadi kau rebus air untuk minum sekarang.”ucap wanita itu kemudian menaruh gelas yang di bawanya ke meja lalu keluar dari dapur.
Rianty bengong menatap ibunya Andre karena sebelumnya wanita itu tak pernah memintanya melakukan apapun selama di rumah Andre.
Gadis itu pun terpaksa merebus air untuk minum karena merasa haus sekali sedangkan di dompetnya isinya kosong.
Satu jam kemudian ibunya Andre kembali masuk ke dapur sambil pembawa sapu dan juga alat pel.
“Rianty jika sudah selesai merebus air, kau bersihkan rumahnya sekarang.”ucap wanita itu menyerahkan sapu dan juga alat pel pada Rianty.
Rianty hanya diam saja dan menerimanya lalu menaruhnya ke lantai. Dia bertanya-tanya kenapa Ibunya Andre sikapnya berubah pada dirinya.
“Aku saja selama di rumah tak pernah memegang sapu ataupun alat pel. Ayah dan ibu ku tak pernah menyuruhku melakukan pekerjaan pembantu seperti ini.”ucap Rianty segera mengambil sapu karena melihat ibunya Andre menatapnya dari luar dengan tatapan tajam.
Sore harinya Andre pulang ke rumah. Rianty ya mendengar suara mobil berhenti di depan rumah segera membuka pintu.
“Andre... kau selama tiga hari ini ke mana saja...”tanya Rianty menyambut kedatangan Andre dan menarik tangannya masuk ke rumah. Mereka berdua berjalan masuk ke kamar dan menutup pintu.
“Aku sibuk sekali sayang... banyak pekerjaan yang harus ku lakukan di sana. Dan aku tidur di rumah rekan kerja ku.”balasnya kembali berbohong.
Rianty yang rindu pada Andre memeluknya erat kemudian menarik tubuhnya ke tempat tidur.
“Andre... aku sangat merindukan mu...”bisik gadis itu mesra di telinga Andre sambil membuka resleting celana Andre.
“Rianty... aku lelah sekali... hari ini aku ingin beristirahat.”balas Andre menyingkirkan tangan gadis itu dari tubuhnya lalu merebahkan dirinya di tempat tidur dan seketika langsung tidur.
__ADS_1
Sementara Rianty yang melihat Andre memang tampak kelelahan kali ini tidak mengganggu tidurnya dan membiarkan dia beristirahat.
BERSAMBUNG....