Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 126 Telepon Tak Dikenal


__ADS_3

Noah duduk dan memandangi lelaki buncit yang duduk di sampingnya dengan kepala botak bagian atas yang terlihat mengkilap.


“Tuan... sebelum aku memenuhi permintaan tuan, tolong penuhi satu permintaan ku.”ucap Noah.


“Katakan saja aku sudah tak sabar rasanya.”balas lelaki tadi.


“Tolong berikan aku sebatang rokok dan sebuah korek.”balas Noah singkat.


Tanpa berpikir lebih jauh lelaki tadi segera memberikan sebatang rokok yang ia bawa beserta pemantik apinya.


Noah langsung menyalakan api dan menghisap rokok tadi.


“buus... buus...”Noah menghembuskan asap rokok tadi pada wajah lelaki botak di samping nya.


“Uhuk... uhuk...”Lelaki botak tadi batuk-batuk terkena asap rokok Noah. Namun dia tetap bertahan dan menahannya demi mendapatkan servis dari Noah.


Setelah satu batang rokok habis, Noah menggeser duduknya mendekat dan menaruh tangannya di paha lelaki botak tadi.


“Tuan sekarang aku bersedia memenuhi keinginan mu. Kau boleh melakukan apa pun pada ku asal itu tidak menyakiti ku.”ucap Noah sambil tersenyum kecil.


Bak gayung bersambut, lelaki botak tadi segera melakukan foreplay.


“Nona tentu saja aku tak akan menyakitimu malah aku akan memberikanmu kenikmatan yang tiada tara.”jawab lelaki tadi.


Ia pun segera melepas satu per satu kancing bajunya dan menyisakan celana pendek saja menutupi bagian bawah tubuhnya.


Lelaki tadi lalu mendekati Noah dan mulai menyentuh lehernya. Terdengar nafasnya yang menderu dan tidak beraturan.


“Menjijikkan sekali lelaki botak ini !”batin Noah yang bisa mendengar detak jantung lelaki itu.


“Bersabarlah tuan.”balas Noah memegang bahu lelaki itu untuk menahan tubuhnya.

__ADS_1


Karena sudah tak bisa membendung lagi hasratnya maka lelaki tadi Berhasil menjatuhkan tubuh Noah di atas tempat tidur.


“Nona... apa kau siap ?”tanya lelaki tadi saat berada di atas tubuh Noah dan bersiap mencium dadanya.


“Ya... aku siap tuan.”balas Noah sambil mengalungkan tangan nya ke leher lelaki tadi.


“Kau akan mengingat ini seumur hidup mu dan akan mencari ku lagi.”ucap lelaki tadi kemudian membuka lebar kaki Noah.


Tepat di saat lelaki tadi memeluk tubuhnya erat, Noah memukul tengkuk lehernya dengan keras.


“buugh... !”tubuh lelaki tadi jatu dan akan menimpa tubuh Noah.


Noah segera bergerak cepat dan menghindar sehingga lelaki tadi jatuh tengkurap di atas tempat tidur.


“Kau sudah merasakan nikmat bukan ?”ucap Noah tersenyum lebar melihat lelaki tadi masih pingsan dan tak bergerak sama sekali


Noah kemudian berdiri dan memungut baju lelaki tadi. Ia mencari kunci rantai juga kunci pintu kamar yang dibawa oleh lelaki tadi dan menemukannya di saku celananya.


“Noah sebenarnya kau mau apa ?”tanya Sharp Eye yang dari tadi mengikuti Noah dan melihatnya masih mengeluarkan semua isi barang yang ada di kantong baju dan celana lelaki botak tadi.


“Nah ketemu... !”pekik Noah setelah menemukan ponsel.


Ia kemudian kembali menghampiri lelaki tadi dan menyentuhkan jari telunjuknya untuk membuka ponsel yang terkunci.


“A-ha... terbuka juga !”gumam Noah kemudian duduk di tepi tempat tidur.


Ia kemudian mengecek pulsa ponsel itu cukup atau tidak untuk melakukan panggilan.


“Ternyata pulsa nya banyak sekali.”batin Noah sambil tersenyum lebar. Ia pun segera menekan nomor ayah mertua Freya yang muncul dalam memorinya.


“Ayo... cepatlah angkat ayah...”ucapnya mengurangi beberapa panggilan karena belum ada jawaban.

__ADS_1


Di suatu tempat di rumah mewah seorang lelaki paruh baya sedang duduk santai di halaman belakang rumahnya sambil menikmati alunan musik yang dia putar.


“Oh... ada telepon rupanya. Tapi siapa ini ?”ucapnya saat melihat ada panggilan masuk dari nomor asing yang tidak dikenalnya.


“Halo dari siapa ini ?”ucap lelaki itu, memutuskan untuk menerima panggilan dari nomor tak dikenalnya.


Noah pun segera beraksi dan berbicara dengan nada sendu dan suara yang parau.


“Ayah... ini aku Freya. Tolong aku cepatlah datang ke sini. Kevin... Kevin dia menyuruh ku untuk...hiks... hiks...”ucap Noah sambil menangis terisak untuk membuat ayah mertuanya Freya percaya pada aktingnya.


Lelaki itu ketika menjadi panik mendengar suara tangis menantunya.


“Freya... kau kenapa menangis ? Apa yang Kevin lakukan padamu ? Dan kau ada di mana sekarang ?”jawab lelaki itu panik dan berdiri dari tempat duduk.


Noah tidak langsung menjawabnya. Ia kemudian memotret dirinya setelah merobek sedikit bagian ujung baju tipis yang ia kenakan lalu memotret lelaki botak yang ada di sampingnya dengan tubuh bugilnya.


“klik....”Noah mengirim foto tadi pada ayah mertuanya.


“Apa...foto apa ini ?!”ucap ayah mertua Freya yang syok berat saat melihat foto menantunya yang mengenaskan bersama seorang lelaki tua dengan bersimbah air mata.


“Ayah...tolong aku... cepatlah kesini. Ini adalah ponsel lelaki ini aku takut dia akan segera bangun dan menyakitiku lagi.”ucap Noah kembali berderai air matanya.


“Freya... tenangkan diri mu dulu. Tetaplah di sana. Ayah akan segera menjemput mu. Kirim alamat di mana kau berada saat ini.”jawab ayah mertua Freya.”jawab lelaki tadi semakin cemas dan penuh tanda tanya dalam benaknya.


Noah kemudian mengirimkan lokasi pada ayah mertuanya.


Ayah mertua Freya segera membuka lokasi yang dikirim oleh menantunya. Tanpa berpikir lagi lelaki itu segera keluar rumah sambil membawa kunci mobil lalu masuk ke mobilnya.


Sedangkan Noah saat ini menghapus rekaman data telepon dan pesannya di ponsel lelaki tadi untuk menghindari penyelidikan atau penyerangan balik dari lelaki berperut buncit itu.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2