Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 140 Menjalankan Misi


__ADS_3

Beberapa saat kemudian mereka kembali ke tempat di mana mereka seharusnya berada. Noah ada di tempat Sylvia menjalankan misi, sedangkan Sylvia berada di tempat Noah menjalankan misi.


“Fasty...? Dimana Sharp Eye ?”ucap Noah saat melihat yang ada di dekatnya adalah kelinci milik Sylvia.


“Ahh... berarti Sharp Eye dan aku bertukar posisi sama seperti dirimu dengan Sylvia.”jawab kelinci itu menanggapi.


Noah melihat dirinya dan saat ini dia berada di tubuh seorang lelaki dan dia sama sekali tidak tahu tubuh siapa yang dia masuki.


“Fasty... jadi tugas Sylvia... maksud ku tugas ku saat ini itu kan seorang gadis ?”tnya Noah yang masih bingung dengan misi yang diemban kali ini, karena dia masih teringat pada misi aslinya.


Fasty membuka sistem dan menjelaskan detail misi saat ini pada Noah agar dia memahami misi level S ini.


“Noah... aku akan menunjukkan detailnya padamu.”balas Fasty. Ia pun menunjukkan sebuah tayangan seperti yang biasa dilakukan oleh Sharp Eye.


“Ding... !”Sebuah slide muncul di depan Noah meskipun dengan tampilan yang sedikit berbeda dari yang biasa ditampilkan oleh Sharp Eye.


Terlihat dalam slide seorang lelaki bernama Tomy, berusia 27 tahun mempunyai coffee shop terkenal dan sudah mempunyai cabang di berbagai daerah.


Tomy mempunyai istri bernama. Luna seorang wanita berusia tiga tahun lebih tua dari usianya. Karena usia wanita itu lebih tua daripada Tomy, maka ia pun mendominasi semua kehidupan Tomy. Ia juga mengambil alih menjalankan bisnisnya dan memintanya duduk manis saja di rumah.


Namun tanpa sepengetahuan Tomy, Luna kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya dulu, Nathan. Dia menikmati semua hasil kerja keras dan keuntungan Tomy bersama Nathan.


“Ooh... jadi begitu kisahnya.”ucap Noah setelah selesai melihat tayangan slide yang di putar.


“Sepertinya misi ini mudah sekali bagiku. Dan lagi aku berada di tubuh seseorang lelaki bukan seorang wanita. Bukankah ini sama saja dengan sikap keseharian ku sebelumnya ?”batin Noah menilai misi yang dia jalankan saat ini.


Noah yang saat ini berada di rumah mewah Tomy duduk sejenak di ruang santai menikmati fasilitas yang ada di sana sambil menyusun rencana.


Di lain tempat dari area Danau Eire terlihat polisi sedang melakukan investigasi di area itu. Sementara itu ambulans yang membawa Freya tiba di sebuah rumah sakit.


“Cepat bawa pasien ini ke UGD.”ucap seorang dokter pada rekannya.


Tim medis segera membawa tubuh gadis itu ke ruang UGD.

__ADS_1


Tepat di saat itu Sylvia kembali bersama Sharp Eye berada di rumah sakit.


Sylvia berdiri di samping Freya yang belum sadarkan diri dan masih mendapatkan penanganan medis dari dokter.


Dia menatap Freya kemudian menatap ke samping mencari Fasty.


“Sharp Eye... kenapa kau yang menemani diriku ? Lalu ke mana Fasty ?”tanya Sylvia mencari keberadaan wizard nya.


Sharp Eye terbang mendekat dan berhenti di dekat Sylvia.


“Sepertinya kau harus membiasakan dirimu bekerja sama denganku di misi ini.”jawab Sharp Eye singkat.


Sylvia mengganggu dan kembali menatap sosok wanita yang terbaring di depannya. Ia sama sekali tidak mengetahui identitas wanita itu dan apa misinya.


“Sharp Eye apa kau bisa menjelaskan padaku apa sebenarnya masalah dari gadis ini ?”tanya Sylvia Yang penasaran dengan identitas Freya juga penasaran sesulit apa misi akhir ini.


“Baiklah aku akan jelaskan padamu sekarang.”jawab elang itu singkat.


Sylvia melihat kisah hidup Freya yang dipermainkan oleh Kevin dan dibuat menderita olehnya.


“Dasar suami murahan biadab si Kevin itu. Aku akan membantumu memberi dia pelajaran nanti.”ucap Sylvia setelah selesai melihat tayangan yang ditampilkan oleh Sharp Eye padanya.


“Jadi kau sudah jelas misi mu kali ini ?”tanya Sharp Eye setelah mengakhiri tayangan slide.


Sylvia mengangguk dan kembali menatap Freya.


“Kau sudah siap menjalankan misi mu ?”tanya Sharp Eye.


“Ya aku siap !”jawab Sylvia sambil tersenyum kecil. Ia pun kemudian masuk ke tubuh Freya.


Satu jam kemudian tim medis selesai menangani Freya dan kondisinya saat ini sudah stabil.


Petugas medis lainnya mencari identitas pasien dan segera menghubungi pihak keluarga setelah menemukannya.

__ADS_1


Di lain tempat terlihat Kevin yang masih berada di kantor dan duduk di ruangannya dengan muka berantakan setelah proyeknya gagal.


“kring... kring... kring...”suara ponsel Kevin di meja berdering.


Lelaki itu membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya dan hanya menatap ponsel yang masih berbunyi di depannya.


“Telepon dari siapa lagi ? Mengganggu saja !”gumam Kevin merasa terganggu mendengar suara ponselnya yang berdering.


Ponsel terus berdering dan membuat lelaki itu merasa risih.


“Berisik sekali !”gumam Kevin.


Ia pun kemudian mengambil ponselnya.


“Nomor siapa ini ?”gumamnya saat memeriksa panggilan masuk merupakan nomor yang tidak dikenalnya.


Karena merasa berisik Ia pun segera mengangkat telepon itu.


“Halo...”ucap Kevin sambil berdiri.


“Halo... apa benar ini adalah keluarga dari nona Freya ?”ucap seorang petugas medis dari rumah sakit.


“Ya benar aku adalah suaminya. Ini dari mana dan ada apa ?”balas Kevin penasaran.


“Ini dari rumah sakit tuan. Istri anda saat ini sedang berada di ruang UGD setelah terkena ledakan bom. Tolong segera ke sini.”ucap petugas medis menjelaskan.


Kevin terlihat sangat terkejut sekali kenapa Freya bisa terkena ledakan bom.


“Baik tolong berikan alamat rumah sakitnya padaku.”ucap Kevin meminta alamat.


Kevin menutup telepon setelah mendapatkan alamat Rumah Sakit tempat istrinya dirawat. Namun ia tidak langsung berangkat dan kembali duduk ke kursinya. Raut mukanya terlihat semakin berantakan setelah mendapatkan kabar dari rumah sakit karena membuatnya semakin pusing saja.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2