
Alden berjalan menyisir beberapa kamar yang ada di sana untuk mencari Renata. Lelaki itu tanpa sengaja melewati kamar yang sudah di booking oleh Renata sebelumnya.
Pintu kamar nomor 215 itu terbuka. Dari dalam kamar Noah duduk menghadap ke arah pintu dan melihat keluar.
“Lelaki itu seperti Alden apa aku salah melihatnya...”ucap Noah saat melihat Alden melintas di depan kamar.
Karena penasaran Noah pun keluar dari kamar untuk memeriksanya sendiri.
“Alden apa itu kau ?”panggil Noah saat di luar kamar.
Alden berhenti kemudian berbalik dan menghampiri Renata.
“Renata... aku mencari mu sendiri tadi ternyata kau ada di sini...”ucap Alden berjalan dengan terhuyung dan mata yang sedikit merah.
“Alden apa kau mabuk ?”tanya Noah menghampiri dan mencium bau alkohol dari mulut lelaki itu.
“Entahlah.... aku hanya merasa pusing sekali setelah meminum segelas anggur yang ada di meja di di tempat kau meninggalkan tasmu tadi.”ucap Alden sambil memegang kepalanya karena merasa pandangannya mulai kabur.
“Apa.... ?!”ucap Noah terkejut ternyata lelaki itu memang meminum anggur yang sudah disiapkan oleh Andre untuk dirinya tadi.
“Celaka... bagaimana ini jangan sampai Andre melihat Alden. Jika tidak maka rencana ku akan gagal.”batin Noah yang tak mau Andre mengetahui jika dirinya saat ini bersama dengan Alden yang mungkin saja Andre akan mengekspor hubungannya dengan Alden.
“Alden kau masuklah dulu.”ucap Noah. Dia pun menarik Alden masuk ke kamar kemudian menutup pintunya.
Di dalam kamar Alden duduk di samping Renata. Entah Kenapa tiba-tiba dia merasa suruh tubuhnya terasa panas saat dia menyentuh tangan Renata.
“Apa yang terjadi padaku sebenarnya kenapa aku tiba-tiba ingin...”batin Alden yang merasa horny saat melihat Renata dan tak bisa mengendalikannya.
__ADS_1
“Tubuh ku rasanya panas sekali...”ucap Alden kemudian membuka kancing bajunya.
“Celaka obat itu ternyata mulai bereaksi sekarang...”batin Noah saat melihat wajah Alden yang semakin merah dengan nafas yang memburu.
“Renata... hari Ini kau tampak cantik sekali... aku... aku bolehkah aku memelukmu..”ucap Alden menggeser duduknya mendekat kemudian memeluk Renata dan menariknya ke tempat tidur.
“Alden kau ini...”ucap Noah menarik tubuhnya dan turun dari tempat tidur.
Noah menarik Alden duduk kemudian memukul bahunya dan membuat lelaki itu tak sadarkan diri.
“Beres sudah masalah Alden...”gumam Noah kemudian membaringkan adanya ke tempat tidur.
Dia berdiri di samping Alden dan memikirkan sesuatu.
“Sepertinya aku menemukan sebuah ide yang bagus untuk Renata.”ucapnya tersenyum lebar menatap Alden yang terlelap tidur dan sama sekali tak bergerak.
“Alden.... aku pergi dulu... sampai jumpa lagi...”ucapnya lalu keluar dari gambar itu dan menutup pintu.
Renata berjalan menuju ke lobi untuk mengambil tasnya yang masih tertinggal di sana. Dia pun segera keluar dari hotel itu dan masuk ke mobilnya.
“broom...”Renata menyalakan mesin mobilnya kemudian mengendarainya menuju ke rumah. Dia dampak tersenyum lebar menatap ke arah hotel sebelum menghilang di jalanan.
Sementara itu di lain tempat Andre keluar dari ruangan lain setelah melihat jam di tangannya.
“Aku sudah memberi mereka waktu satu jam lebih... jadi saat ini mereka pasti sudah selesai bersenang-senang.”gumam Andre sambil tersenyum lebar dan membayangkan apa yang sudah mereka lakukan dan yang pasti Renata akan hancur.
Andre berjalan dengan santai menuju ke kamar 305 tempat dia menjebak Renata dan lelaki yang dibayarnya.
__ADS_1
“kriek...”Andre membuka pintu kamar dan melihat ke sekitar.
“Kenapa kamar ini masih rapi sekali...lalu di mana mereka berdua ?”gumam Andre memperhatikan kondisi kamar dan tidak menemukan Renata dengan lelaki cabul yang disewanya.
Andre pun masuk ke kamar dan mencari di area tempat tidur namun tidak menemukan Renata maupun lelaki cabul yang disewanya.
“Apa jangan-jangan mereka berdua ada di kamar mandi...”gumam Andre yang tersenyum lebar dan Tak sabar memergoki aksi Renata bersama lelaki lain.
“kriek...”Andre membuka pintu kamar mandi.
Lelaki itu tampak terkejut saat dia melihat lelaki cabul yang disewanya dalam keadaan terikat tangan dan kakinya serta mulutnya disumpal, meringkuk di sudut kamar mandi.
“Apa yang terjadi padamu kenapa bisa seperti ini...?” ucap Andre lalu menghampiri lelaki sewaannya lalu melepaskan ikatan di tangan dan kakinya serta membuang kain yang ada di mulut lelaki tadi.
“Boz... terima kasih sudah menolong ku.”ucap lagi tadi setelah bebas dan berjalan keluar dari toilet bersama Andre.
“Lalu dimana Renata... di mana wanita itu sekarang ?”tanya Andre tak sabar mendengar penjelasan dari lelaki yang disewanya.
“Boz... maaf... wanita itu... wanita itu sudah kabur dari sini. Dan dia yang membuatku seperti ini.”jawab lelaki itu menjelaskan pada Andre.
“Apa... ?Jadi maksud mu Renata yang membuatmu babak belur seperti ini ?”tanya Andre kaget dan syok setengah mati mendengar penuturan dari lelaki tadi yang menurutnya mustahil sekali karena selama ini Renata adalah wanita lembut dan sama sekali tak pernah belajar bela diri.
“Jadi... kau sama sekali belum menyentuhnya ?”tanya Andre dengan nada tinggi. Dan lelaki tadi menggeleng menatap Andre.
“Dasar bodoh.... ! Percuma saja aku membayar mu mahal kalau begitu !” bentuk Andre yang kesal dan tidak terima. Dia pun menendangnya lagi itu hingga jatuh tersungkur ke lantai kemudian segera keluar dari kamar.
Dia berjalan keluar hotel dan melihat mobil dan ada sudah tidak terparkir di sana lagi. Andre tampak kesal menatap jalanan yang kosong sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...