Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 157 Memanjakan Linda


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan Noah dengan Linda. Lelaki itu kembali mengajaknya bertemu di malam hari tepat di akhir pekan.


Noah berada di kamar seorang diri setelah Luna pergi keluar rumah entah ke mana.


“Pasti si Luna pergi menemui Nathan. Ke mana lagi jika tidak ke sana ?”gumamnya yang seharian hanya bermalas-malasan di kamar dan berbaring serta bermain game.


Lelaki itu merasa bosan berada di rumah sendirian di akhir pekan. Dia pun teringat pada pasangan kencan butanya.


“Ya benar kan ada Linda. Aku sudah membayarnya percuma saja jika aku tidak bersenang-senang dengannya.”gumam Noah tersenyum nakal.


Dia mengambil ponsel yang ada di ujung tempat tidur dan segera menelepon nomor Linda.


“Halo Linda...kau ada di mana saat ini ?”ucap Noah setelah telepon tersambung dengan Linda.


Linda saat itu berada di sebuah toko kue. Dia bekerja part time di sana setiap hari Sabtu dan Minggu saat kuliahnya libur.


“Ya tuan Tomy, aku sedang berada di luar. Apa ada yang bisa aku bantu tuan ?”jawab Linda masuk ke dapur untuk menerima telepon dari Tomy.


“Malam ini apa kau ada acara ? Jika tidak aku ingin mengajakmu keluar sebentar.”ucap Noah tanpa basa-basi dan langsung ke pokoknya sambil duduk di sebuah kursi.


“Aku baru free di jam 18.00 tuan.”balas Linda singkat.


“Baiklah Linda... sampai ketemu nanti malam dan aku akan menjemput mu.”ucap Noah lalu mengakhiri panggilan.


Terlihat Fasty yang biasanya cerewet hanya diam, mendengarkan di sudut ruangan sambil memakan setumpuk wortel.


“Sepertinya aku memang perlu banyak stok wortel untuk menyumpal mulutnya agar sibuk makan daripada mengkuliahi aku.”batin Noah berjalan dan berhenti sebentar melihat wizard itu.


“La-la-la...”Noah bersenandung riang dan berjalan keluar kamar melewati kelinci cerewet itu masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Di lain tempat, Terlihat Luna saat ini berada di cafe shop pusat dimana sehari sebelumnya suaminya ada di sana bersama gadis lain.


Seharian wanita itu terlihat resah dan tidak tenang setelah pertengkarannya dengan Nathan ditambah lagi mendengar beberapa gosip dari pekerja cafe.


Wanita itu duduk di ruangannya dengan pintu terbuka dan menatap kosong ke monitor yang ada di depannya.


Beberapa pekerja melewati ruangan dan bergosip saat melihat Luna yang tampak kusut dan sedih.


“Lihat nona Luna cari yang ini tak ada senyum di wajahnya sama sekali. Apa dia sedang ada masalah dengan simpanannya ?”ucap seorang pekerja bertanya pada temannya.


“Bisa jadi Nona bertengkar dengan simpanannya karena ketahuan oleh tuan Tomy.”balas seorang pekerja menanggapi sambil tersenyum kecil.


“Ku rasa bukan karena hal itu. Mungkin saja dia sedih dan merana karena melihat suaminya membalas perbuatannya.”balas pekerja lain menanggapi sambil tersenyum kecil.


“ssts... jangan keras-keras bicaranya. Nanti nona bisa mendengarnya dan gaji kita akan dipangkas.” jawab pekerja lain menanggapi sambil menoleh ke arah pintu melihat Luna.


Para pekerja itu berhenti bergosip dan mempercepat langkah kakinya saat melihat Luna menatap ke arah mereka dengan sorot mata tajam.


Karena penasaran wanita itu kemudian keluar dari ruangan. Ia lalu masuk ke dapur secara diam-diam untuk mencuri dengar obrolan mereka.


Di dalam dapur para bekerja mengobrol santai dengan berbagai topik.


“Menurut kalian gadis yang tempo hari diajak oleh tuan Tommy ke sini cantik tidak ?”ucap salah seorang pekerja sambil membuat latte art di cangkir kopi.


“Ya cantik apalagi usianya masih terlihat sangat muda sekali, tapi menurut ku gadis itu sedikit berani.”balas pekerja lain sambil mengocok kopi.


“Ehem... kalian ini bekerja jangan sambil ngobrol nanti bisa salah bikin pesanan !”ucap Luna tiba-tiba masuk dan membuat para pekerja yang ada di sana terkejut.


“Ba-baik nona Luna.”jawab para pekerja yang ada di sana dengan terbata-bata dan tak berani bergosip lagi.

__ADS_1


Luna berada di dapur selama lima belas menit mengawasi para pekerja yang ada di sana. Setelah itu dia kembali lagi ke ruangan kerjanya.


“Apa benda yang mereka bilang tadi Jika Tomy bersama seorang gadis muda ? Apa mungkin lelaki itu bermain dengan wanita lain di belakangku ?”batin Luna mempunyai pikiran ke arah sana.


“Ah tidak mungkin ! Apalagi seperti Tomy mana mungkin dia berani berselingkuh dari ku ?”batin Luna membantah pikirannya sendiri. Namun Meskipun begitu dia terlihat terasa dan memikirkannya kembali.


Malam hari Noah yang sudah bersiap sedari tadi segera keluar dari rumah menuju ke rumah Linda.


“din... din...”Noah tiba di depan rumah Linda dan membunyikan klakson mobilnya.


“tap... tap...”Linda berlari keluar dari rumah saat mendengar klakson mobil.


“Maaf lama menunggu ku, tuan.”ucap Linda. Gadis itu terlihat cantik mengenakan sebuah gaun feminim.


“Masuklah...”Noah membukakan pintu mobil dan gadis itu segera duduk.


Mobil meluncur ke pusat kota dan berhenti di sebuah pusat perbelanjaan. Noah mengajak Linda masuk swalayan.


Mereka melewati outlet baju wanita dan berhenti di sana.


“Linda... kau boleh mengambil baju apa saja yang kau suka.”ucap Noah.


“Benarkah ? Terimakasih, tuan.”balas Linda tersenyum lebar dan kemudian memilih beberapa baju yang dia suka.


Mereka berdua kembali berjalan dan melewati outlet sepatu, boneka, tas dan lain sebagainya. Dan seperti sebelumnya, Noah memanjakan gadis itu dan memintanya mengambil barang yang dia sukai.


Sementara di rumah Tomy, Luna baru pulang ke rumah dan mendapati rumah kosong.


“Dimana Tomy ?”gumamnya saat masuk ke kamar dan mendapati suaminya tak ada di sana namun di ruangan itu tercium aroma parfum memenuhi ruangan.

__ADS_1


Luna hanya duduk diam saja dengan pikiran bercampur aduk antara masalah dengan Nathan dan juga tentang perilaku aneh suaminya saat ini. Ia pun merasa kepalanya sangat berat dan menyandarkannya ke dinding.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2