Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 61 Mendapatkan Bukti


__ADS_3

Andre yang gagal menjalankan rencananya segera keluar dari hotel dan masuk ke mobilnya.


“Sialan... ! Aku sudah mengeluarkan banyak biaya untuk rencana ini namun semuanya gagal. Kurang ajar kau Renata !”ucap Andre dengan kesal lalu memukul setir mobilnya.


Andre melanjutkan motor menuju ke rumah sambil memikirkan rencana lainnya.


Sementara itu di hotel di sore hari Alden bangun. Kepalanya yang tadi pusing sekarang sudah tidak terasa pusing lagi dan kesadarannya sudah pulih kembali.


“Apa yang kulakukan di sini...”gumam Alden melihat di sekitar kemudian duduk. Lelaki itu mencoba mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya.


Alden kemudian teringat jika dirinya sebelumnya bersama dengan Renata di sebuah kamar hotel dan menarik tubuhnya ke tempat tidur.


“Lalu di mana Renata sekarang... ?”gumamnya sambil menatap ke sekitar mencari sosok wanita itu namun tidak menemukannya.


Alden merasa dan menarik selimut dari tubuhnya.


“Apa... kenapa aku... jadi aku benar-benar melakukannya dengan Renata... ?”ucap Alden yang terkejut sekali saat melihat dirinya sudah tidak memakai baju.


Lelaki itu berdiri kemudian memakai kembali bajunya. Dia melihat ada secarik kertas di atas meja yang menarik perhatiannya.


“Apa ini...”gumam Alden mengambil kertas itu dari meja.


“Aku tak menyangka kau hebat dan luar biasa sekali barusan.”ucap Alden membaca tulisan yang ditulis oleh Renata untuknya.


Dia menaruh kembali kertas tadi kemeja sambil tersenyum lebar.


“Dasar kucing liar akhirnya aku berhasil mendapatkan mu juga dan kau mengakui kelebihan ku.”gumam Alden yang merasa senang karena wanita itu memuji dirinya dan mengakui kekuatan nya.


Alden pun berjalan menuju ke pintu dan keluar dari kamar itu berjalan menuju ke lobi untuk mencari Renata, namun wanita yang dicarinya sudah tak ada di sana.

__ADS_1


“Dimana dia... ?”ucap Alden lalu keluar dari hotel dan menuju ke tempat parkir untuk melihat mobil Renata namun sayang sekali, mobil itu sudah tidak ada di sana.


“Ya sudahlah... kalau begitu lebih baik aku pulang saja. Lain kali kita bertemu lagi.”batin Alden kemudian masuk ke mobil dan mengendarainya menuju ke jalanan.


Di rumah Noah sedang berada di kamar bersama Sharp Eye. Mereka berdua sedang melihat tayangan Andre.


“Kali ini kau kalah dariku pecundang ! Lalu apa rencana mu selanjutnya... aku tak sabar menunggunya.”ucap Noah tersenyum lebar menyaksikan Andre yang tampak terpukul berat dengan kekalahan kali ini.


Noah kemudian duduk bersandar berdinding menatap Sharp Eye.


“Ada apa Noah... bukankah kau sudah menangkal apa yang masih mengganjal di pikiranmu ?”tanya Sharp Eye karena dia melihat Noah tampak gelisah dan tidak tenang.


“Aku belum tenang jika belum resmi bercerai dengan Andre. Dan aku harus mencari bukti yang kuat supaya Renata benar-benar bisa lepas dari pecundang itu.”balas Noah menjelaskan kegelisahan di hatinya.


“Lalu kau perlu bukti apa ? Kau sudah mengirimkan foto pada hakim.”


“Oh rekaman video maksudmu... ? Gampang sekali itu. Aku bisa memberikan rekaman tayangan yang sudah kau lihat sebelumnya.”jawab Sharp Eye dengan entengnya.


“Kenapa kau tidak bilang dari awal padaku ?”ucap Noah tersenyum lebar menatap elang itu.


“Ya karena ada sebuah item yang harus di gunakan untuk merekam tayangan itu dan harganya 5000 poin.”


Noah tampak menghitung poin yang diperolehnya saat ini dan dia pun menyetujui untuk membeli item itu setelah mempertimbangkannya.


“Baiklah ini dia item nya !”jawab sang elang mengeluarkan item yang dipesan Noah setelah poinnya terpotong.


Sharp Eye pun kemudian membantu Noah maka video Andre Saat itu bersama dengan Rianty.


Malam harinya Noah merasa butuh udara segar karena besok pagi dia harus mandiri acara sidang di pengadilan. Dia pun memutuskan untuk keluar rumah sebentar sekedar untuk melihat suasana di luar.

__ADS_1


“broom....”Renata melaju mobilnya di jalanan menuju ke cafe yang ada tak jauh dari rumahnya.


Renata duduk bersantai dan melihat lampu atau barang di cafe itu sambil meminum jus apel kesukaannya.


Di lain tempat Alden meluncur di jalanan dan berniat menuju ke rumah Renata. Dia melewati sebuah Cafe dan di sana ada mobil Renata yang terparkir di luar.


“Apa wanita itu ada di sini...”batinnya lalu berhenti di depan Cafe dan melihat ke area parkir.


“Itu dia mobilnya Renata... !”ucap Alden. Dia pun kemudian masuk dan mematikan mobilnya di cafe.


Alden masuk Kak Cafe dan menatap ke sekeliling untuk mencari Renata.


“Hai apa yang kau lakukan di sini...”ucap Alden langsung duduk di depan Renata setelah menemukan di mana dia berada.


“Aku hanya ingin minum jus apel ini saja...”jawab Renata lalu menghabiskan jus apel yang dipegangnya.


Melihat gelas Renata sudah habis Alden pun memesankan beberapa gelas jus apalagi untuk Renata dan juga untuk dirinya. Mereka kemudian bercakap-cakap ringan.


Andre yang saat itu merasa benar keluar dari rumah untuk meredakan pikirannya yang stres. Di tengah jalan sebelum menuju ke rumah Rianty dia melihat mobil Renata dan Alden di sebuah Cafe.


“Bukannya itu mobil Renata dan teman lelakinya ?”ucap Andre yang tak menyangka bisa menemukan mobil mereka berdua.


Dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Andre memarkir mobilnya agak jauh dari area cafe dia kemudian mengeluarkan ponsel dan memotret Renata yang saat itu sedang bersama Alden.


“Tak rugi aku keluar rumah kan aku bisa mendapatkan bukti untuk persidangan besok.”ucap Andre sambil tersenyum lebar.


Setelah puas mengambil foto, Andre kembali masuk ke mobil dan menuju ke rumah Rianty.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2