
Dua minggu berlalu setelah kejadian hari itu. Setelah Dion dipindahkan tugas ke bagian lain, dia tak berani berbuat apapun karena takut jika kena sanksi kedua, yaitu dikeluarkan dari perusahaan.
Vika yang mengetahui hal itu hampir setiap hari dia mencoba menenangkan Dion yang sedang dilanda stres akibat perbuatannya sendiri.
Sepulang kerja Dion mampir ke rumah Vika sebentar. Mereka duduk berdua di ruang tamu dan berbicara santai.
“Vika...apa aku sebaiknya mencari pekerjaan lain saja... ?”tanya Dion yang merasa karirnya akan stuck setelah skandal yang dibuatnya.
“Sayang...aku tahu kau sedang down. Tenanglah mungkin satu atau dua bulan lagi kau bisa di promosikan lagi.”ucap Vika mencoba menghibur dan menenangkan lelaki itu.
Hari ini adalah hari ulang tahun Vika dan bertepatan dengan hari jadian Dion dengan Vivian. Gadis itu tak ingin Dion terus larut dalam kesedihan. Dia bermaksud merayakan hari spesialnya bersama Dion untuk mengalihkan kesedihan lelaki itu.
“Dion... apa kau lupa hari ini hari apa... ?”tanya Vika dengan wajah berseri-seri dan tersenyum lebar padanya.
Dion yang pikirannya masih kacau sama sekali tidak mengingat hari apa ini. Dia pun mencoba mengingatnya dengan melihat kalender dinding di depannya namun masih gagal mengingatnya.
“Sayang... kau tidak lupa kan hari ini adalah hari ulang tahunku ?”ucap Vika menggeser duduknya lebih mendekat pada Dion dan memegang lengannya.
Seketika Dion tampak panik karena dia sudah melupakan dari istimewanya Vika, bahkan dia lupa belum menyimpan hadiah untuknya.
“Celaka... berarti hari ini adalah hari jadian ku dengan Vivian... dan biasanya dia juga mengajakku untuk merayakan hari spesial ini. Lalu bagaimana aku mengaturnya nanti....”batin Dion yang semakin depresi karena merasa terjebak diantara dua wanita.
“Dion... jangan bilang kau lupa hari ini adalah hari ulang tahunku ?!”ucap Vika sedikit marah karena Dion hanya diam saja.
__ADS_1
“Oh... tidak... tidak.... aku hanya berpikir saja sayang sebaiknya nanti malam kita pergi ke mana untuk merayakan ulang tahunmu ?”balas Dion mengelak dan mencoba tenang agar gadis itu tidak marah padanya.
“Aku tahu tempat yang bagus...”jawab Vika sambil tersenyum.
Dion dan Vika kemudian melanjutkan obrolan sampai satu jam membahas dan mendiskusikan tempat mana yang akan mereka kunjungi nanti malam.
Setelah mereka menemukan tempat yang cocok untuk mereka nanti malam Dion pun segera pulang. Di tengah jalan dia pun membeli hadiah untuk Vika kemudian pulang ke rumah Vivian.
Di luar pintu tampak Vivian yang berdiri menunggunya pulang. Kali ini gadis itu mencoba bertingkah manis sebaiknya seorang wanita pada kekasihnya.
“Dion... kau dari mana saja...”tanya Vivian berbicara lembut sambil tersenyum menatapnya.
“Oh... senyuman itu lagi... dia pasti memintaku untuk merayakan hari spesial nanti malam seperti tahun-tahun sebelumnya.”batin Dion menebak dan membaca pikiran Vivian. Dia pun ingin menghindar saja darinya dan lebih memilih untuk merayakannya bersama Vika.
“Uh... aku barusan lembur lagi sayang... kau tahu sendiri aku sekarang dipindah ke bagian gudang dan di sana banyak sekali pekerjaan yang harus ku selesaikan.”jawab Dion berbohong dan mencoba membuat raut mukanya lelah kemudian masuk begitu saja melewati Vivian dan menuju ke kamarnya.
Malam harinya Dion pergi ke Cafe Moonlight. Di sana dia sudah sudah memesan meja untuk dirinya dan Vika.
“tap... tap... tap...”suara langkah kaki Dion masuk ke Cafe.
Langkahnya terhenti saat dia melihat di sana ada Vika dan beberapa teman kerjanya sedang duduk di ruangan lain yang ada di sebelah ruangan yang dia booking.
“Celaka... kenapa gadis itu juga ada di sini... !? Semoga saja dia tidak tahu jika aku ke sini.”batin Dion berhenti melangkah saat melihat Vivian yang sedang tertawa bersama teman lainnya.
__ADS_1
Dion segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke ruangan yang sudah di booking nya.
Di dalam ruangan sudah ada Vika yang menunggunya di tengah ruangan yang sengaja disetting romantis.
“Sayang kau sudah datang...”ucap Vika saat melihat Dion masuk dan duduk di depannya.
Beberapa saat kemudian datanglah kue ulang tahun yang dipesan Dion, di antar oleh waiter yang ada di sana ke ruangannya.
“Selamat ulang tahun sayang...”ucap Dion pada Vika. Mereka berdua merayakan acara ulang tahun Vika.
Di luar ruangan ternyata ada Sharp Eye yang melihat dan mengawasi Dion bersama Vika dari luar. Elang itu kemudian terbang dan masuk ke ruangan sebelah di mana Noah berada.
“Noah kurasa sekarang saatnya untukmu beraksi. Dion sedang merayakan hari ulang tahun Vika.”ucap orang itu memberikan informasi pada Noah.
Noah mengangguk dan dia pun keluar ruangan mengajak salah satu temannya yang ada di ruangan.
“Nita... maukah kau menemani aku sebentar ke toilet, tolong...”ucapnya pada wanita yang duduk di sebelahnya. wanita tadi menyanggupi dan kemudian keluar dari ruangan bersama dengan Noah.
Noah mencoba berhenti di depan ruangan sebelah karena mendengar alunan musik romantis di sana.
“Ku rasa ada yang sedang merayakan hari jadi di sini...”ucap teman Noah saat melihat pemain biola yang memetik senar dengan berirama.
Karena penasaran teman Noah tadi berjalan lebih mendekat ke pintu untuk melihatnya. Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat yang di dalam ruangan itu adalah Dion bersama dengan Vika yang berpegangan tangan dan saling menatap dengan mesra.
__ADS_1
“Astaga... Vivian kau harus melihatnya !”ucap wanita tadi lalu berbalik lalu menarik tangan Vivian dan mengajaknya masuk ke ruangan yang ada di depannya saat ini.
BERSAMBUNG...