Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 37 Pengenalan Tokoh


__ADS_3

Noah masih melihat tayangan yang sedang diputar oleh Sharp Eye. Di tayangan itu ditampilkan seorang wanita bernama Renata, putri dari seorang pengusaha dan pemilik sebuah universitas terkenal.


Renata menikah dengan Andre, seorang lelaki yang dulu menjadi temannya semasa di kampus. Andre tidak mengizinkan Renata untuk bekerja dan memintanya untuk di rumah mengurus rumah tangga.


Atas permintaan Renata pada ayahnya, Andre menjadi dosen di Universitas milik Ayah Renata dengan bantuan ayahnya.


Renata yang merupakan anak orang kaya tinggal bersama Andre dengan mertuanya di sebuah rumah sederhana yang jauh dari rumah orang tua Renata.


Di rumah setelah Andre berangkat kerja Renata diperlakukan dengan kasar dan tidak baik oleh ibu mertuanya.


“Lalu apa masalahnya ?” tanya Noah tak sabar beralih menatap sang elang di sampingnya.


“Kau ini dasar tidak sabaran sekali Noah !”balas Sharp Eye yang sebal dan mulai terbiasa dengan sikap Noah yang tidak sabaran.


“Renata tidak tahu jika suaminya di luar menyimpan banyak wanita tanpa sepengetahuan nya. Singkat cerita Renata ditipu oleh suaminya Selain itu dia juga mendapatkan Bullyan dari ibu mertuanya.”ucap Sharp Eye menjelaskan lagi pada Noah.


“Jadi siapa harus ku hancurkan ?”tanya Noah memotong penjelasan seseorang yang belum selesai menjelaskan.


“Dengar dulu ceritanya sampai selesai. Kisah aslinya Renata selalu mendapatkan penganiayaan dari ibu mertuanya hingga membuatnya mendapat luka di seluruh tubuhnya. Wanita itu tidak pernah menceritakan tindakan yang dilakukan oleh ibunya pada Andre maupun kedua orang tua kandungnya.


Di saat dia hamil, dia mengetahui perbuatan bejat suaminya yang berselingkuh dengan banyak wanita. Setelah melahirkan seorang putri dia pun bunuh diri karena tidak kuat menanggung penderitaan yang dialaminya. Sedangkan putrinya di asuh oleh Ibu mertuanya dan setiap hari mengalami siksaan hingga gadis kecil itu mengalami depresi sedari usia tiga tahun.”ucap Sharp Eye menjelaskan secara mendetail perjanjian yang sebenarnya dialami oleh Renata.


Noah kembali menatap tayangan yang diputar oleh Sang Elang setelah selesai mendengar ceritanya.


Seorang anak lelaki kecil yang merupakan keponakan Andre bermain ke sana. Dia membawa banyak mainan dan menaruhnya sembarangan di lantai.

__ADS_1


Sementara itu Renata sedang mengepel rumah. Di saat kamarnya kosong, keponakan Andre masuk ke kamarnya.


“Ada barang bagus... aku suka kalung ini...”ucap anak kecil itu saat melihat kalung milik Renata yang dia taruh di meja.


Keponakan Andre mengambil kalung tadi dan segera keluar dari kamar kemudian kembali bermain di dalam rumah.


“Rumah ini kotor sekali... banyak mainan tersebar di sini. Aku sebenarnya merasa lelah.”gumam Renata saat mengepel ruang tengah dimana Rama kembali mengotori lantai dengan pasir dan mainannya.


Di saat dia melihat kalung yang mirip dengan miliknya terselip di antara mainan Rama. Untuk memastikannya Renata mendekat dan mengambil kalung tadi.


“Iya ini kalung ku... pasti Rama mengambilnya dari kamarku.”batin nya setelah melihat dan yakin jika itu adalah miliknya yang merupakan pemberian dari ayahnya dulu.


Saat Renata akan memasukkan kalungnya ke dalam saku, Rama melihatnya dan merebutnya dari tangan Renata.


Karena tak mau kalung itu di ambil kembali oleh Renata, Rama pun mencari akal.


“Nenek.... tolong... tante Renata nek... !”ucap Rama tiba-tiba berteriak.


Dan ibu mertua Renata segera datang setelah mendengar teriakan Rama.


“Ada apa Rama... ?”tanya wanita itu menatap Rama dan Renata bergantian yang saling berebut kalung.


“Ini nek... tante Renata mengambil mainan kalung milikku.”ucap Rama menjelaskan pada wanita itu.


“Renata... lepaskan kalau mainan itu dan kembalikan pada Rama !”ucap wanita itu.

__ADS_1


“Tapi ibu... kalau ini milikku dan ini bukan mainan.”balas Renata mengatakan yang sebenarnya namun Ibu mertuanya tetap tidak percaya padanya.


“Jadi maksudmu kau menuduh Rama seorang pencuri?!”ucap wanita itu seketika langsung marah menatap menantunya.


“Bukan... bukan begitu maksudku ibu...”jawabnya membela diri dan berusaha menjelaskan namun ibu mertuanya tak mau tahu dan gelap mata.


Wanita itu mendorong tubuh Renata keras hingga jatuh dan kepalanya membentur sisi sudut meja dan membuatnya berdarah.


“Argh... !”teriak Renata yang merasa kesakitan saat memegang kepalanya dan darah segar mengalir dari kepalanya.


Renata duduk bersandar ke dinding dan menatap Ibu mertuanya.


“Ibu tolong aku... tolong bawa aku ke rumah sakit....”ucap nya meminta tolong pada ibu mertuanya.


“Luka mu hanya luka ringan biasa tak perlu pergi ke rumah sakit segala !”teriak ibu mertuanya kemudian berlalu meninggalkannya begitu saja.


Sementara itu Renata masih dan menahan rasa sakitnya.


“Noah sekarang saatnya kau masuk ke tubuh Renata dan membantunya !”ucap Sharp Eye mematikan tayangan saat itu.


“Yup... baiklah... ayo bawa aku ke sana !”balas Noah bersiap untuk pergi.


“Zap... !” dalam hitungan detik sang elang itu membawa Noah dan masuk ke tubuh Renata.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2