Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 122 Rujuk Kembali


__ADS_3

Satu bulan setelah Edwin dan Lilia mendekam di balik jeruji sel semuanya kembali tenang. David kembali tinggal seorang diri di rumah mewahnya.


Lelaki itu tampak diam di sudut kamarnya di rumah merenungi semua yang sudah terjadi padanya.


Dia benar-benar merasa bersyukur bisa bebas dari aksi penipuan Lilia dan menantunya yang ingin menguasai semua asetnya.


Di tengah lamunannya dia melihat sebuah foto di dinding kamarnya. Sebuah foto lama yang merupakan foto dirinya dengan Istrinya setelah keluar dari rumah sakit sehabis melahirkan.


“Claudya bagaimana kabarmu saat ini ? Sudah lama aku tidak melihatmu atau pun mendengar kabar dari mu.”gumam David menatap foto di dinding dan teringat pada kenangan masa lalunya.


Dia pun teringat jika sebelumnya iris pernah bercerita padanya mengenai kondisi kesehatan istrinya saat ini.


“Irise bilang beberapa hari yang lalu jika hari ini adalah hari di mana dia menjalani terapi di rumah sakit.”gumam David menatap kalender meja di dekatnya.


“Aku benar-benar tidak tahu jika kau sedang sakit.”gumam David merasa sedih dan merasa bersalah karena dia tidak memperhatikan dan memperdulikan istrinya sudah lama.


Tiba-tiba dia segera berdiri dan mengambil kunci mobil dari meja bergegas keluar dari kamar. Di tengah jalan dia mengeluarkan ponsel dan menelepon.


“kring... kring...kring...”


Irise yang saat ini berada di rumah sakit mengantar ibunya untuk terapi, duduk di luar menunggu ibunya.


“Siapa yang menelepon ku ?”gumamnya lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tas.


“Ya halo ayah... ada apa ?”ucap Irise setelah telepon tersambung.


“Kau ada di mana sekarang ?”tanya David.


“Aku masih di rumah sakit menunggu Ibu terapi, ayah.”jawabnya singkat.

__ADS_1


“Berikan alamat rumah sakit di mana ibumu menjalani terapi sekarang dan aku akan ke sana.”balas David saat sudah duduk di mobil.


“Baik ayah.”jawab Irise. Ia memberikan alamat lengkap Rumah Sakit tempat ibunya menjalani terapi saat ini pada ayahnya.


Setelah telepon berakhir Irise terlihat tersenyum kecil saat memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.


“Apa ayah mau ke sini ?”batinnya menebak.


David segera menuju ke alamat rumah sakit yang diberikan oleh Irise padanya. David turun dari mobil dan kembali mengeluarkan ponselnya. Dia kembali menghubungi Irise karena tidak tahu dimana lokasinya.


“Halo... Irise kau ada di mana sekarang ?”tanya David setelah telepon tersambung.


“Ayah ada di rumah sakit sekarang ? Aku akan keluar, ayah tunggu saja di sana.”jawab Irise kemudian segera mematikan ponsel. Ia keluar dari rumah sakit dan menuju tempat parkir kendaraan.


Irise tiba di tempat parkir dan mencari mobil ayahnya di antara banyak mobil yang terparkir di sana.


“Ayah... kenapa ayah kemari ?”panggil Irise setelah menemukan ayahnya dan menghampirinya.


Irise benar-benar merasa bahagia karena pintu hati ayahnya sudah mulai terbuka kembali untuk ibunya. Ia pun mengantar David sampai ke ruang terapi.


“Aku akan kembali dulu kalau begitu ayah.”ucap Irise setelah mengantar ayahnya di depan ruang tempat ibunya menjalani terapi.


“Ya...kau tak perlu buru-buru ke kantor hari ini. Kau nikmati saja waktumu saat ini untuk bersantai di rumah atau lainnya.”jawab David.


Irise hanya tersenyum kecil menatap ayahnya. Ia kemudian perencanaan keluar dari rumah sakit meninggalkan ayahnya sendiri.


David duduk menunggu di kursi tunggu yang ada di luar ruangan. Satu jam kemudian pintu ruangan terbuka dan ibunya Irise keluar dari sana.


“Dimana Irise ?”batinnya saat tidak melihat putrinya di luar ruangan.

__ADS_1


Claudya mencarinya di kursi tunggu namun tidak menemukannya. Dia pun terkejut saat melihat David duduk di sana seorang diri.


“Claudya kau sudah selesai terapi ?”ucap David menghampiri istrinya saat melihat wanita itu bingung mencari Irise.


Wanita itu diam dan tak tahu harus berkata apa padanya. Kenapa Setelah sekian lama David meninggalkan dirinya kini dia hadir kembali mencarinya.


“Dimana Irise ? Kenapa kau ada di sini ?”ucap Claudya merasa tidak senang dengan kehadiran suaminya.


“Irise ada urusan mendadak di kantor jadi aku menggantikan dia untuk menjemputmu pulang.”balas David menjelaskan.


“Jika begitu aku bisa pulang sendiri.”timpal Claudya kemudian berjalan berlalu meninggalkan David.


David tahu jika istrinya itu masih sangatlah marah pada dirinya. Ia pun mengejarnya dan menghentikannya.


“Claudya... tunggu !”ucap David menarik tangan istrinya dan membuatnya berhenti.


“Apa yang ingin kau jelaskan padaku ? Kurasa sudah tak ada lagi yang perlu kita bicarakan.”jawab Claudya menarik tangannya dan membuang muka dari David.


“Claudya... aku tahu kau sangat marah padaku. Kau boleh marah dan membenci ku tapi aku sudah menyadari kesalahanku padamu. Dan aku ingin memperbaikinya. Apa kau mau kembali bersamaku ?”tanya David dengan tatapan tulus dan merasa bersalah karena sudah menelantarkannya.


Claudya diam dan terpaku mendengar perkataan suaminya. Kenapa dia tidak bilang seperti itu sejak dulu.


“David... kenapa baru sekarang kau mengucapkannya ?”ucap Claudya yang tiba-tiba menitikkan air matanya karena kalimat itu sudah lama sekali ia tunggu.


David memegang kembali tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat.


“Maukah kau memaafkan ku ? Akhirnya aku menyadari jika dirimu adalah yang terbaik dalam hidup ku dan tak ada yang lebih mengerti diriku selain dirimu.”ucap David lagi menjelaskan.


Claudya hanya mengangguk dan tak bisa berkata-kata karena terlalu bahagia. Ia pun seketika memeluk suaminya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2