Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 28 Bukti Terkumpul


__ADS_3

Keesokan paginya Manajer Aksa masuk ke ruangan dan duduk di kursinya. Dia melihat ada dua amplop di mejanya.


Lelaki itu mengambil dua amplop di meja dan tampak terkejut saat membuka isinya yang ternyata sama, yaitu foto-foto bukti transaksi Dion dengan manajer Sony.


“Satu amplop ini pasti ada petugas IT. Lalu satu amplop lainnya dari siapa...?”gumamnya membalik satu amplop untuk mencari petunjuk, barangkali saja di sana ada nama atau lainnya. Namun sayangnya tak ada.


Flash back


Satu jam sebelumnya Noah datang lebih awal. Dia sengaja berangkat pagi untuk suatu urusan.


Setelah dia tiba di kantor, dia masuk ke ruangan Manager Aksa dengan membawa amplop coklat.


“Sebaiknya aku taruh di sini saja...”gumamnya kemudian meletakkan amplop coklat yang di bawanya ke meja.


Noah segera keluar dari ruangan itu sebelum ada yang melihatnya.


Kembali ke waktu sekarang.


Dion berjalan dengan santai menuju ke tempat duduknya. Dia duduk di kursi setelah menaruh tasnya ke meja.


“La... la... la...” suara Dion bersenandung riang sambil menyalakan monitor di hadapannya.


“Srak...”Dion membuka laci keyboard dan tempat terkejut saat melihat sebuah amplop coklat di atas keyboardnya.

__ADS_1


“Apa ini... ?”


Dion mengambil amplop itu dan membukanya karena penasaran. Dia mengeluarkan isinya yang seketika membuatnya semakin terkejut saat melihat foto-foto nya bersama manajer Sony.


“Sialan... siapa yang mengirim foto-foto ini padaku ? Berani sekali dia ?”batin Dion merasa geram. Dia pun memasukkan kembali foto-fotonya ke dalam amplop dan menaruhnya ke laci kemudian menguncinya agar tak ada yang melihatnya.


Satu jam setelahnya telepon di meja Dion berdering.


“kring... kring... kring...”


Dion segera mengangkat teleponnya dan menghentikan pekerjaannya sementara.


“Halo dengan Dion...”


“Dion... tolong kau segera datang ke ruangan ku sekarang.”


“Ba-baik... manajer Aksa. Aku akan ke sana sekarang.”jawabnya kemudian mengembalikan gagang telepon ke tempatnya.


“Ada apa ya Manager Aksa memanggilku... semoga saja tidak seperti yang ku takutkan.”batinnya dengan gemetar.


Dion berjalan menuju ke ruangan Manager Aksa. Di dalam ruangan dia duduk setelah dipersilakan oleh lelaki itu.


“Dion ada satu hal yang ingin ku sampaikan padamu.”ucap Manajer Aksa yang duduk di depannya.

__ADS_1


Lelaki itu kemudian berdiri dan berjalan ke dalam ruangan menuju ke sebuah brankas dan mengambil sesuatu dari sana lalu kembali ke depan.


“Dion kau bisa jelaskan ini padaku... ?”ucapnya sambil menyerahkan amplop pada Dion.


Dion menerima amplop tadi dengan gugup dan pikirannya kacau. Dia tampak takut jika saja amplop itu sama dengan Amplop yang tadi ada di mejanya.


“Srak...”Dion membuka amplop dan mengeluarkan isinya yang ternyata sama dengan isi amplop yang diterimanya tadi.


Dion berkeringat dingin dan mencoba menjelaskan pada Manajer Aksa.


“Manajer Aksa ini... tak seperti yang terlihat....”ucapnya mengelak dan mengakui kesalahannya.


“Baik jika itu masih belum cukup. Aku punya bukti lainnya lagi.”


Manajer Aksa menunjukkan rekaman cctv padanya dan juga file pesan text Dion dengan manajer Sony yang dia dapat bersama amplop coklat anonim tadi.


Dion pun tak bisa menyangkal lagi. Dan hanya diam tertunduk menunggu sanksi yang akan dia terima.


“Dion apa kau tahu karena perbuatan mu ini berpengaruh besar pada perusahaan dan staf lainnya ? Kau akan mendapatkan sanksi setelah ini karena perbuatan mu yang sangat merugikan bagi perusahaan dan yang lainnya !”ucap manajer Aksa menegur Dion dengan keras.


Beberapa saat kemudian Dion keluar dari ruangan Manager Aksa Setelah dia mendapatkan ceramah panjang dan teguran keras.


Dion kembali ke tempat duduknya dengan langkah gontai. Pikirannya tapak kacau sekarang dan dia terlihat ketakutan sendiri pada berbagai macam sanksi yang akan dijatuhkan padanya.

__ADS_1


Sementara itu Vivian yang melihat dari tempat duduknya tersenyum kecil saat melihat Dion yang mulai stres.


BERSAMBUNG...


__ADS_2