Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 43 Bertemu Di Area Cafe


__ADS_3

Beberapa saat kemudian ibunya Andre yang sudah selesai menonton acara telenovela pagi berjalan ke depan untuk memeriksa pekerjaan Renata.


“Noah cepat berdiri dan pegang kembali sapunya. Ibu mertuanya nya Renata datang kemari.”ucap Sharp Eye salam dengar suara dalam langkah kaki dari dalam.


Noah yang duduk pun segera berdiri dan mengambil sapu yang tadi dia lempar ke lantai dan memegangnya dan asal menggerakkannya.


“Benar katamu si mak lampir datang...”balas Noah lirih sambil menatap Sharp Eye.


Wanita itu berhenti di depan Renata untuk melihat hasil pekerjaannya kali ini.


“Renata... kau ini malas atau apa ? Kenapa pantai ini masih kotor begini ? Dan lihat ini kau membuat lantainya bertambah kotor karena adanya belum bersih kau mengepelnya.”ucap wanita itu mengomel tiada henti dan terus mencaci pekerjaan menantunya.


Noah yang malas menanggapi hanya diam dan malah tersenyum mengejek sambil berkedip menatap Sharp Eye.


“Dasar kau ini memang wanita manja. orang tuamu terlalu memanjakan mu sehingga kau tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah segampang ini. Harusnya Andre tak perlu menikahi mu...”ucap ibunya Andre kembali mengomel panjang lebar dan tentu saja Noah tidak mendengarkannya sama sekali.


Wanita itu berbalik dan masuk ke dalam untuk melihat telenovela lagi. Dari belakang Sharp Eye mengikutinya.


“cuur...”Elang itu mengeluarkan teko kecil dan menuangkan isinya di depan wanita tadi dan membuat lantainya menjadi licin.


“Aah... bruk... !” wanita itu terpeleset saat berjalan di lantai yang licin dan jatuh ke lantai.


Dia berdiri lagi sambil memegang pantatnya yang sakit kemudian berbalik dan memaki Renata dengan keras. Setelah puas memaki dia pun masuk kembali ke dalam.


“hahaha...”suara Noah yang tertawa lebar karena berhasil mengerjai Ibu mertuanya Renata.


Sore harinya sebelum Andre pulang, Renata yang selama ini selalu dikungkung di rumah dan tak pernah keluar karena selalu dilarang oleh Andre dan hanya dijadikan pembantu di rumahnya oleh ibu mertuanya kini merias diri di depan cermin.

__ADS_1


Paras Renata yang sebenarnya cantik kini kembali terlihat dengan sentuhan kecil make up setelah lama tak pernah memakainya.


“Berada lama di rumah ini lama-lama bisa mati berdiri aku...”gumam Noah menatap Sharp Eye yang terbang di belakangnya.


Sepuluh menit kemudian Noah keluar dari rumah dan melewati ibu mertuanya Renata yang sedang tertidur di depan televisi.


Renata masuk ke mobilnya dan keluar di jalanan. Tak lama kemudian dia berhenti di sebuah cafe. Dia masuk ke cafe dan memesan beberapa minuman.


“Ah nikmat sekali rasanya...”gumam Noah menaruh kembali gelas kosong ke meja.


Dia pun melihat keluar pintu Cafe dan mendapati dari kejauhan mobil Andre melintas di sekitar kafe itu.


“Bukankah itu mobil Andre...mau ke mana dia... ?”gumamnya saat melihat mobil suaminya Renata parkir di rumah makan yang ada di samping Cafe tempatnya berada saat ini.


Sharp Eye tanpa disuruh segera keluar untuk memeriksa. Dia terbang ke tempat Andre berada sekarang. Dua menit kemudian dia kembali ke cafe.


Noah memanfaatkan kesempatan itu dan berjalan dengan cepat keluar dari Cafe menuju ke rumah makan sebelah.


“tap... tap... tap...”suara Noah berjalan dan tiba di depan mobil Andre.


Lelaki itu seketika pucat pasi melihat kedatangan Renata yang tiba-tiba.


“Renata kenapa kau di sini ?”tanya lelaki itu terkejut karena dia saat ini sedang bersama wanita lain.


Noah melihat wanita itu duduk dengan tenang di samping Andre dan sama sekali tak merasa bersalah.


Noah memegang leher Andre lalu mendorongnya ke belakang agar dia bisa melihat dengan jelas wanita yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


“Andre kau pergi dengan siapa ?”ucapnya masih memegang lehernya.


Andre tampak berkeringat dingin dan berpikir mencari alasan yang tepat agar selamat dari amarah Renata.


“Renata... ini Rianty...dia adalah mahasiswi di universitas dan aku memintanya untuk membantu ku mengurusi beberapa hal agar segala selesai untuk acara Dies Natalis beberapa hari lagi.”jelas Andre mencoba mengatur nafasnya yang tak beraturan karena ketakutan.


Noah diam lalu mencondongkan tubuhnya dan berbisik pelan di telinganya.


“Kau yakin jika dia adalah mahasiswa di kampus ? Jika kau bohong padaku maka aku akan menyebarkan berita ini ke kampus.”ucapnya lirih lalu menggoreskan kukunya yang panjang pada leher Andre.


“Bukan sayang... kau jangan salah paham. Aku tidak bohong padamu...”ucap Andre menimpali. Dan Noah menarik tangannya dari leher Andre.


Noah kemudian berjalan dan berhenti di pintu tempat wanita itu duduk. Dia mencondongkan tubuhnya ke Rianty untuk menghirup parfumnya.


“Nona... aroma parfum mu sama seperti parfum baru yang dipakai oleh suamiku...”ucap Noah sambil tersenyum kecil lalu menegakkan kembali badannya.


Rianty mulai tampak pucat dan berusaha membela diri.


“Oh... aku malah tidak tahu jika parfum kami sama. Mungkin ini hanya kebetulan saja.”jawab Rianty.


“Hmm... ku rasa cukup... nanti aku akan mengerjai mu lagi. Sekarang kalian bersenang-senanglah.”batin Noah berjalan kembali ke samping Andre.


“Baik kalau begitu silakan Lanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Aku akan menunggumu di rumah.”ucap Noah kemudian terlalu dan sengaja meninggalkan mereka.


Sementara itu Andre dan Rianty tampak lega karena Renata percaya dengan mudah pada apa yang di katakan oleh Andre.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2