
Beberapa hari berlalu. Tubuh dan wajah Andre Saat ini sudah membaik dan tulis seperti sedia kala, luka yang seperti terbakar di kulitnya pun sudah tak berbekas lagi.
Di suatu pagi di Universitas tempat Andre bekerja ada sebuah pengumuman dan pengumuman itu di pajang di ruang kepala jurusan umum.
Andre yang saat itu keluar dari kelas setelah mengajar masuk ke ruang kepala jurusan untuk menyerahkan beberapa rencana pembelajaran siswa pada dekan.
“Kenapa hari ini ruang kepala jurusan umum ramai sekali...”gumam Andre saat melihat ruangan itu memenuhi banyak orang.
Andre yang penasaran mempercepat langkahnya dan segera masuk ke ruang itu. Di dalam ruangan dia melihat para dosen yang berdasarkan melihat pengumuman yang dipajang di dinding.
“Oh apa sebenarnya yang dipajang di sana...”gumam Andre saat melewati orang yang berjubel di depan mading. Namun dia tidak langsung melihatnya dan memutuskan untuk duduk dulu sambil menunggu sepi.
Satu jam setelahnya para dosen tadi keluar dari ruangan kepala jurusan umum. Andre berdiri dari tempatnya duduk saat melihat mading tempat di pasangnya pengumuman sudah sepi segera melihat pengumuman yang membuatnya penasaran.
“Oh... jadi ada lowongan untuk doktoral yang nantinya akan ditunjuk sebagai dekan... makanya ramai tadi...”gumam Andre setelah selesai membaca pengumuman yang terpampang di sana.
Dia diam sebentar dan berpikir karena tertarik ingin mengikuti seleksi doktoral dewan.
“Itu berarti aku harus mengajukan disertasi penelitian... tapi bagaimana bisa aku melakukan riset sedangkan aku sibuk...”batin Andre lagi memutar otak untuk mencari cara.
“Ah nanti aku pasti menemukan cara...”ucapnya lirih kemudian keluar dari ruangan kepala jurusan umum.
__ADS_1
Andre berjalan menuju ke ruang umum. Di ruang itu semua dosen berkumpul di sana setelah selesai mengajar.
Andre menuju ke tempat duduknya sambil menaruh tas ke meja. Dia kembali berpikir sambil melihat ke seisi ruangan.
Ruangan saat itu tampak sepi dan hanya ada beberapa dosen di dalam sedangkan yang lainnya masih belum selesai mengajar.
Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah kursi kosong yang berada tiga kursi di depannya, meja Levi.
“Benar juga beberapa waktu yang lalu aku pernah melihat Levi melakukan beberapa riset entah untuk apa. Dan jika aku mengambilnya satu mungkin dia tidak tahu....”batin Andre setelah menemukan sebuah ide brilian yang tiba-tiba terlintas di benaknya.
Andre tersenyum menyeringai menatap meja kosong di depannya. Dia mengawasi sekitar untuk melakukan aksinya.
“Jam berapa sekarang...”gumamnya sambil melirik jam dinding yang ada di ruangan itu yang menunjukkan pukul 16.00 sore.
Andre kembali mengawasi sekitar. Satu dosen ke luar ruangan dan menyisakan tiga orang di dalam ruangan.
“Semoga saja tiga orang yang ada ini sebentar lagi juga akan keluar walaupun hanya lima menit saja...”batin Andre tetap mengawasi sekitar dan siaga.
Dewi fortuna sepertinya sedang menghampiri dirinya saat ini. Entah karena apa tiga orang dosen yang ada di ruangan bersamanya saat itu tiba-tiba keluar ruangan bersamaan dan kini hanya tinggal dirinya seorang saja di ruangan itu.
“Ho... bagus sekali tak ku sangka akan semudah ini...”ucapnya lirih sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Andre pun bergerak cepat, dia segera mengeluarkan flash disk dari dalam tasnya kemudian menuju ke meja Levi.
Di sana dia melihat laptop lelaki itu ada di meja dan masih menyala. Karena beberapa waktu yang lalu dia juga pernah meminjam laptop milik Levi, dia pun tahu passwordnya.
“klik.... klik.... klik.... !”Andre mengetikkan password dan yang bisa masuk menggunakan laptop milik Levi.
Andre segera menancapkan flashdisk-nya kemudian dia mengetikkan sebuah rumus dan dalam hitungan detik semua file penting muncul, termasuk file tersembunyi.
Andre membuka satu persatu file dan akhirnya menemukan apa yang dia cari,soft copy beberapa materi riset milik Levi. Ada lima materi di file Levi karena tak ada waktu untuk membajak satu persatu dia pun memilih satu secara acak dan mengopinya ke flash disk miliknya.
Dari luar dia mendengar suara dalam langkah kaki meskipun pelan dan dia pun segera mengakhiri aksinya. tepat saat seorang dosen masuk ke ruangan dia sudah mencabut flashdisk-nya.
“Pak Andre... ada apa berdiri di meja Pak Levi ?” tanya seorang dosen saat melihat Andre berada di sana.
“Ah tidak bu... ini pen milik Levi terjatuh dan aku mengambilnya.”balas Andre sambil memegang sebuah ban kemudian menaruh ke meja Levi dan setelahnya Dia segera kembali ke tempat duduknya.
Andre duduk dengan tenang di mejanya saat semua dosen sudah masuk keruangan itu termasuk Levi. Namun Levi sama sekali tak menyadari jika saja barusan ada yang mencuri filenya.
BERSAMBUNG....
Dear all readers... Terima kasih atas dukungannya selama ini.
__ADS_1
baca juga karya lainnya berjudul Pembalasan Sang Penakluk ya...
💋💋💌