Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 50 Keras Kepala


__ADS_3

Beberapa hari kemudian di rumah orang tua Rianty. Gadis yang merupakan mahasiswa tingkat akhir di universitas tempat Andre bekerja itu pulang ke rumah di saat weekend dan tidak ada kegiatan kuliah.


Tampak Rianty berada di dapur dan duduk di kursi. Gadis itu sedang memakan seafood kesukaannya. Namun baru makan dua sendok perutnya terasa mual dan dia tak bisa menahannya lagi dan ingin muntah saja.


“huek... huek... huek...”Rianty berlari ke wastafel terdekat kemudian memuntahkan yang barusan dia makan tadi.


Setelah perutnya terasa nyaman, dia pun membersihkan bibirnya dengan tisu kemudian kembali duduk ke tempatnya semula.


Karena masih lapar dia pun mengambil ayam yang ada di depannya dan mulai memakannya. Namun hal yang sama terjadi. Baru dua gigitan dia merasa perutnya kembali mual hebat. Dia pun menaruh kembali ayam yang dipegangnya.


“Sial sekali... aku tak bisa menikmati makanan favoritku...”ucap Rianty. Dia pun berdiri dan kembali berlari menuju ke wastafel terdekat. Di sana Dia muntah dan mengeluarkan semua yang barusan dia makan.


“Ahh... rasanya sampai lemas begini...”gerutu Rianty yang merasa kesal sambil mengusap bibirnya dengan tisu untuk membersihkan sisa muntahan.


Rianty kembali duduk di tempatnya semula. Di meja makan masih ada roti selai dan hidangan lain yang masih bisa dia santap.


“Mungkin jika aku makan ini aku tidak akan muntah...”ucap Rianty lalu mengambil roti selai kacang di meja dan mulai memakannya.


Dia merasa senang karena tidak muntah saat dia menghabiskan satu roti selai. namun beberapa menit setelahnya dia kembali merasakan perutnya kembali mual hebat dan dia ingin muntah lagi.


“Sial... kenapa hamil ternyata merepotkan seperti ini... ?”ucap Rianty sambil menutup mulutnya dengan tangan agar tidak muntah di tempat.


Dia pun kemudian berjalan menuju ke wastafel dan memuntahkan semua yang barusan dia makan.


“huek... huek... huek...”meskipun Semua yang dia makan sudah keluar namun gadis itu masih merasakan perutnya mual.


Dari belakang ibunya Rianty berjalan menuju ke arah dapur. Wanita itu akan membuatkan kopi untuk suaminya namun dia berhenti sejenak saat melihat Rianty di depan wastafel.


“Nak... apa yang terjadi... kenapa kau muntah ?”tanya ibunya Rianty saat melihat gadis itu membersihkan bibirnya dengan tisu dan wajahnya tampak pucat serta kelihatan lemas.

__ADS_1


Rianty terbalik dan menghadap ibunya.


“Aku tidak apa-apa bu...”jawabnya singkat. Namun Rianty kembali merasakan perutnya mual sekali dan dia kembali muntah ke wastafel.


Ibunya Rianty sedikit curiga melihat putrinya seperti itu dan punya pikiran negatif.


“Rianty... apa kau hamil... ?”tanya Ibunya yang curiga pada gadis itu.


Rianty diam menatap ibunya kemudian tertunduk tidak bisa menjawabnya.


Sang ibu menyentuh bahu Rianty dengan lembut dan mengajaknya bicara dengan baik.


“Sayang.... katakan pada ibu... apa kau hamil ?” ucap ibunya Rianty bertanya dengan lembut.


Rianty pun akhirnya mengangguk dan menatap ibunya dengan rasa takut.


“Haah...” sang Ibu tampak menghela nafas panjang melihat sikap Rianty.


Ayahnya Rianty saat itu duduk di ruang tengah menunggu kopi paginya berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke dapur.


“Kenapa ibu lama sekali...”batin Ayahnya Rianty. Lelaki itu berjalan untuk melihat apa yang dilakukan istrinya, namun dia kemudian berhenti di tengah jalan saat melihat istrinya dan putrinya di tengah jalan.


Dengan jelas lelaki itu mendengar obrolan terakhir yang mereka ucapkan dan menanyakannya sendiri secara langsung untuk memperjelas nya.


“Siapa yang hamil ?”ucap Ayah setelah tiba di depan mereka berdua dan menyela pembicaraan istri dan putrinya.


Rianty diam dan menatap ayahnya dengan rasa takut.


“Rianty.... jangan bilang kau hamil...”ucap ayahnya curiga pada putri semata wayang yang itu.

__ADS_1


Rianty mengangguk dengan pelan sambil menunduk karena takut pada kemarahan ayahnya.


“Apa... kau hamil ??!”ucap lelaki itu tak percaya dan seketika tampak marah.


“plak... !” sang ayah menampar pipi Rianty.


“Ayah tidak pernah mendidik mu bergaul bebas seperti itu. Katakan ada Ayah siapa lelaki yang telah menghamili mu ?”ucap Ayah dengan nada tinggi dan emosi tinggi.


“Andre... ayah... aku mengandung anak Andre.”jawab Rianty terbata-bata menjelaskan pada ayahnya.


“Apa... ?Andre... ? Bukannya dia lelaki beristri ? Kau ini bagaimana memilih lelaki ? Kau merusak rumah tangga orang !”ucap ayahnya lagi yang merasa semakin kesal pada Rianty.


“plak... !”Ayah kembali menampar pipi Rianty dengan keras karena kebodohannya.


“Ayah... Andre berjanji akan menikahi ku dan dia akan menceraikan istrinya yang sekarang.”jawab Rianty sambil memegang pipinya yang terasa sakit setelah terkena tamparan dua kali dari ayahnya.


Ayahnya merasa lelaki itu benar-benar tak pantas untuk putrinya. Dan dengan status keluarganya yang terpandang Rianty Harusnya bisa mendapatkan lelaki yang sepadan atau lebih baik dari keluarganya.


“Rianty... kau gugurkan saja janin mu itu ! Kau cari lelaki lain yang lebih baik dari Andre !”bentak ayahnya dengan keras.


Namun gadis itu keras kepala dan tak mau menuruti permintaan ayahnya.


“Tidak ayah... aku hanya mencintai Andre. Aku tidak mau menggugurkan janinku.”jawab Rianty membantah perkataan ayahnya.


Karena gelap mata dan kesal sekali pada perbuatan putrinya, terpaksa ayahnya mengancam Riyanti agar gadis itu mau menuruti perkataannya.


“Baiklah jika kau tidak mau menuruti perkataan ayah. Maka semua waris ini ayah batalkan. Dan ayah akan minta ibumu hamil kembali dan menyerahkan seluruh aset pada adikmu nanti !”bentak sang ayah kemudian pergi meninggalkan Rianty.


Sedangkan Rianty hanya diam saja tidak menanggapi karena dia tahu jika ayahnya hanya menggertaknya saja untuk menakutinya seperti yang biasa dilakukannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2