Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 107 Perubahan Sikap


__ADS_3

David yang awalnya berpikiran aneh-aneh tentang kemandulannya dan sempat berpikir jika Irise bukanlah darah dagingnya, sekarang paham bahwa hal itu alamiah dialami oleh kaum Adam di usianya.


Namun hal lain membuat dirinya cemas.


“Jika aku mandul saat ini... lalu Lilia hamil dengan siapa ?”batin lelaki itu berpikir.


“Apa ada masalah lain yang bisa ku bantu tuan David ?”tanya dokter Bian melihat lelaki seperti memikirkan sesuatu.


“Oh tidak ada dokter.” jawabnya singkat karena tak ingin orang luar mengetahui masalah batinnya.


Dokter Bian kemudian memberikan multivitamin pada David.


Irise dan David keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobil. Di dalam mobil David terlihat diam dan banyak merenung.


Irise sesekali menatap ayahnya. Dia tersenyum dalam hati karena dia apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


“Ayah... apa yang menjadi beban pikiran ayah ?”tanya Irise menyadarkan lamunan David.


“Aku tidak tahu... aku bingung.”jawab David tak bisa menjelaskan dan mengungkapkan isi pikirannya yang kacau.


“Ceritakanlah pada ku ayah mungkin aku bisa membantu.”jawab Irise sambil memelankan laju mobilnya dan tetap fokus menyetir.


Karena Irise adalah putrinya dia pun mau menceritakannya.


“Aku tidak tahu harus mulai dari mana ceritanya...”jawab David sambil memegang kepalanya.


“Ceritakan saja ayah. Aku akan bisa memahaminya meskipun rumit.”balas Irise mendesak.


“Huff....dari diagnosa dokter tadi aku jadi ragu pada apa yang diucapkan Lilia pada ku. Dia bilang dia mengandung anakku. Tapi diagnosa dokter tak pernah salah kan ?”tanya David soalnya masih ragu dengan diagnosa dari dokter Bian.


“Dokter Bian seperti dokter pribadiku, dan dia merupakan dokter terbaik di rumah sakit. Jadi diagnosanya tak pernah salah.”jawab Irise menjelaskan dan meyakinkan ayahnya.


David yang semula ada sedikit keraguan pada dokter Bian menjadi yakin dengan dan percaya pada diagnosa tadi setelah Irise berkata begitu.

__ADS_1


“Lalu menurutmu Lilia hamil anaknya siapa ?”tanya David akhirnya mengungkapkan masalah dalam hatinya.


“Hmm.... ayah jangan pernah tertipu oleh kepolosan seseorang gadis atau pun air matanya. Semua itu palsu.”jawab Irise singkat namun sangat mengena.


“Apa maksud mu nak... jadi kau sudah mengetahui dari awal jika Lilia itu mengenakan topeng di depanku ?!”ucap David sangat terkejut.


Lilia mengangguk dan tersenyum tipis yang membuat hati David semakin tersayat karena dia benar-benar ditipu oleh sekretarisnya.


“Jadi kau pasti sudah tahu siapa lelaki yang menjadi kekasih dari gadis itu ?”ucap David menduga Irise juga sudah mengetahuinya.


Irise tidak menjawab dan hanya diam saja yang membuat David semakin geram pada sikap Lilia yang sudah menipunya mentah-mentah.


“Kenapa kau tidak memberitahuku siapa dia ?”tanya David lagi karena dia tahu Irise menyembunyikan sesuatu darinya.


“Huft... ayah nanti akan tahu sendiri. Ayah mengenal lelaki itu. Dan mereka telah merencanakan ini sejak awal.”balas Irise tidak menyebutkan siapa sebenarnya kekasih Lilia yang membuat David semakin penasaran sekali.


Lelaki itu diam berpikir dan menebak-nebak sendiri kira-kira siapa kekasih Lilia tapi dia sama sekali tak punya gambaran.


“Hanya satu saja. Mereka menginginkan perusahaan keluarga kita ayah.”jawab Irise membuat lelaki itu benar-benar syok berat dan sama sekali tidak pernah menyangka nya jika Lilia seorang gadis polos dan penurut bisa berbuat seperti itu padanya dengan perencanaan yang sudah matang dan rapi.


David mengepalkan tangannya dan terlihat memerah wajahnya karena menahan marah.


“Ayah tenang saja. Aku tidak akan diam saja melihat semua ini. Aku akan membantu ayah.”balas Irise sambil tersenyum lebar.


“Tapi kau bukankah sebelumnya kau merestui hubungan kami ? Bahkan kau juga akrab dengan Lilia ? Jadi kau...”ucap David yang sama sekali tak menyangka jika Irise sudah mengetahui semuanya. Bahkan putrinya itu bermain halus dan cantik di depannya seperti seorang profesional. Dia sama sekali tak menyangka Irise benar-benar cerdas melebihi ekspektasinya selama ini.


“Jika dia bisa bermain rapi maka aku juga bisa bermain lebih rapi dari mereka.”jawab Irise.


Mobil berhenti di depan rumah David. Lelaki itu turun dari mobil dan masuk ke rumah. Sebelum turun Irise berpesan padanya untuk tidak menceritakan diagnosa dokter Bian pada Lilia dan memintanya bersabar sampai semuanya terungkap.


“Ayah... aku pulang dulu.”ucap Irise berpamitan pada ayahnya.


David melambaikan tangannya saat mengunci pagar.

__ADS_1


Di dalam rumah Lilia duduk menunggu David pulang.


“Sayang... kau sudah pulang ?”ucap Lilia menghampiri David dam merangkulnya mengajaknya untuk duduk.


David diam saja tak membalas salam mesra dari Lilia dan mengikutinya duduk di sofa.


“Sayang kau dari mana ?”ucap Lilia masih bergelayut manja pada David.


David yang menjadi enek melihat sikap Lilia menatapnya sejenak dan kembali membuang pandangan darinya.


“Aku habis dari rumah sakit.”jawabnya singkat.


“Oh sayang kau sakit apa ?”tanya Lilia dengan memasang wajah cemas dan khawatir.


“Aku tidak sakit hanya kelelahan saja kata dokter. Aku mau istirahat dulu.”balas David lalu segera berdiri dan masuk ke kamar meninggalkan Lilia sendiri di luar.


Lilia menatap David dan merasa lelaki itu menjadi dingin padanya tidak seperti biasanya.


“Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa dia berubah dingin padaku ? Apa aku melakukan suatu kesalahan ?”batin Lilia menatap pintu kamar David yang tertutup dan berpikir apa yang membuat lelaki itu merubah sikapnya pada dirinya.


Sementara itu di tengah jalan menuju ke rumah. Irise memelankan laju mobilnya karena jalanan yang ramai.


Seorang gadis memakai topi berlari dengan cepat melewati mobil yang ada di depannya dan melintasi mobilnya.


“Gadis itu... bukankah dia Cheryl ?Kenapa dia bisa ada di sini ?!”ucap Noah yang bisa mengenali kekasihnya itu meskipun dalam tampilan berbeda.


Untuk sejenak dia menatap ke arah spion mobil dan melihat gadis itu terus berlari dengan cepat seperti ada yang mengejarnya.


“Apa yang sebenarnya terjadi ?”gumam Noah masih tak percaya pada apa yang dilihatnya.


Matanya terus menatap ke arah spion dan terus mengawasi Cheryl.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2