Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 141 Jebakan Menggiurkan


__ADS_3

Kevin duduk diam memandangi ponsel yang ia letakkan di meja. Pikirannya saat ini melayang pada sosok Freya.


“Gadis itu bagaimana bisa dia terkena ledakan bom ? Bagaimana bisa dia berada di sebuah danau ?”batin Kevin tak habis pikir kenapa Freya bertingkah konyol dan bodoh hingga bisa terkena ledakan bom.


“Baiklah aku berangkat ke sana sekarang juga untuk mampir sebentar saja.”gumam Kevin.


Ia pun keluar kantor dan masuk ke mobil menuju ke rumah sakit tempat Freya dirawat.


“klak... !”Kevin turun dari mobil dan menutup pintu. Ia terlihat malas berjalan masuk ke rumah sakit, namun semuanya tetap dia lakukan demi image-nya.


“kriek....”Kevin masuk ke sebuah ruangan tempat Freya dirawat.


Di dalam ruangan ia melihat istrinya itu sudah sadarkan diri dengan beberapa luka kecil di tangan.


“Ayah....”panggil Kevin saat melihat ada ayam mertuanya yang duduk di dekat Freya.


“Kevin... kemarilah duduk di samping ayah.”ucap lelaki itu melambaikan tangan memanggilnya.


Kevin terlihat sedikit gugup dan akhirnya ia pun duduk di samping mertuanya.


Sylvia menatap Kevin dan tersenyum kecil padanya.


“Jadi dia Kevin, suaminya Freya. Huh... lihat saja kau akan bertekuk lutut di depanku nanti.”batin Sylvia.


Kevin merasa sedikit ngeri melihat senyuman Freya barusan hingga tubuhnya merinding.


“Ehem... sayang bagaimana keadaanmu hari ini ?”ucap Kevin bertanya sambil berdiri di samping Freya menunjukkan perhatiannya di depan mertuanya.


“Lelaki brengsek ini... jadi perhatianmu padaku hanya sebuah kepalsuan belaka. Kita lihat siapa yang merupakan raja drama.”batin Sylvia tersenyum dalam hati.


“Kevin... aku merasakan sakit sekali di sekujur tubuhku. Dadaku rasanya sesak tenggelam dalam air. Bahkan rasanya lebih sesak daripada luka ya nggak torehkan padaku...”balas Freya sambil menitipkan air mata dengan wajah sendu.

__ADS_1


“Bicara apa dia ? jangan-jangan dia mau memberitahu apa yang kulakukan pada ayah mertua.”batin Kevin segera menyambung ucapan Freya sebelum gadis itu bicara yang tidak-tidak atau ngelantur.


“Sa-sa-sayang.... apa ya kau ucapkan barusan ? Ya aku minta maaf karena pada mu, aku tidak ada di sampingmu saat kejadian ini terjadi dan itu membuatmu terluka.”balas Kevin dengan tampang yang menunjukkan rasa penyesalan mendalam serta memegang tangan Freya dan menciumnya untuk membuat aktingnya lebih meyakinkan.


“Kevin punggung ku sakit sekali, rasanya nyeri...”ucap Freya menarik tangannya karena merasa risih lelaki itu mencium tangannya.


“Baiklah berbaliklah aku akan melihat punggung mu.”jawab Kevin mencoba menuruti permintaan Freya.


Gadis itu berbalik dan memunggungi Kevin. Sedangkan Kevin duduk di belakangnya dan menyingkap sedikit baju Freya untuk melihatnya.


Ayah Freya merasa senang melihat mereka berdua terlihat rukun dan malahan ia merasa tak enak melihat adegan pengantin muda itu.


“Ehem... ayah pergi dulu ke kantin sebentar. Biar Kevin yang menemanimu di sini.”ucap ayahnya Freya lalu berdiri dan segera keluar dari ruangan untuk memberikan mereka waktu privasi.


Di luar ruangan, ayahnya Freya berjalan menuju ke kantin walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak lapar.


Setelah kepergian ayah mertuanya, Kevin kembali terlihat sedikit malas dan terpaksa melayani Freya.


“Bagaimana sayang ?”ucap Freya dengan suara sedikit pelan dan menggoda.


“Bagian mana yang sakit ?”tanya Kevin menanggapi dengan datar.


“Bagian yang kau sentuh itu sakit sekali.”ucap Freya.


Kevin pun mencoba memijat lembut punggung Freya.


“Ahh sayang pijatan mu enak sekali. Lebih atas lagi.... lebih ke atas lagi.”ucap Freya yang menikmati pijatan lembut suaminya dan meminta nya terus memijat hingga ke atas.


Freya berbalik dan mendekat ke telinga Kevin.


“Kevin... turun ke bawah... turun ke bawah lagi.”ucap Freya sedikit mendesah berbisik di telinga Kevin.

__ADS_1


Tanpa sadar Kevin memegang area sensitif Freya dan membuat bajunya terlepas sehingga melihat pemandangan indah yang membuat jiwa lelakinya bangkit.


“Ohh Kevin... teruskan.”ucapnya berbisik dan menyentuh telinga Kevin yang terasa terbakar.


“Freya kau... kau...”ucap Kevin gugup dan entah setan apa yang membisiki dirinya. Lelaki itu seolah terhipnotis dan tak kuasa menyantap ikan asin yang tersaji di depannya.


Kevin melepas sabuknya dan membuka celananya sambil menindih tubuh Freya.


“Kevin apa menurutmu tubuhku indah ?”ucapnya saat Kevin mulai bergerak menyentuh setiap tubuhnya.


Kevin tidak menjawab dan terus bereksplorasi liar di sana.


Tepat di saat Kevin akan beraksi dan melepas kejantanannya, Freya menggeser tubuhnya mundur.


“Apa kau tidak ingat berapa kali kau memberikan tubuh indah ku ini pada klien mu ? Apa kau tidak merasa jijik dengan tubuhku yang kotor ini ?”ucap Freya lagi sambil tersenyum lebar.


“Freya ku mohon... jangan ungkit itu.”balas Kevin merasa sedikit mual setelah membayangkan berapa lagi yang telah ia kirim untuk menemani malam Freya.


Namun meskipun gadis itu mencoba untuk menghancurkan mood nya, dia tetap tak bisa mengontrol tubuhnya.


“Brengsek... dia masih ingin melanjutkannya. Bermimpi saja kau !”batin Sylvia dalam hati.


Ia pun kemudian mencoba menitikkan air mata dan menarik tubuhnya mundur sedikit demi sedikit menjauh dari Kevin sambil mendorong tubuhnya.


“Aku masih dalam pengobatan dan memerlukan banyak istirahat.”ucap Freya singkat yang membuat Kevin tiba-tiba menghentikan aksinya dan kehilangan mood untuk melanjutkan nya.


Freya segera memakai kembali bajunya dan berbaring dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.


Sedangkan Kevin segera memakai celananya kembali dan berdiri menjauh dari Freya.


“Apa yang ku pikirkan barusan ? Kenapa aku bisa lepas kendali ?”batin Kevin sambil menahan malu di depan Freya.

__ADS_1


BERSAMBUNG .....


__ADS_2