Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 164 Pertemuan Kembali


__ADS_3

Di lain tempat terlihat Sylvia yang setiap harinya pergi shopping dan pulang ke rumah dengan membawa banyak barang bawaan.


Suatu hari saat gadis itu keluar dari Mall dengan menenteng banyak barang bawaan.


“Aku haus sekali.”gumam Sylvia du luar mall dan menatap ke sekitar mencari stand yang menyediakan minuman segar.


“tap... tap...tap...”Sylvia termasuk ke sebuah stand minuman. Dia pun duduk setelah memesan minuman untuknya.


Gadis itu duduk sambil melepas kacamata dan topi yang dikenakannya.


Dari kursi depan yang berada jauh dari tempat duduknya terlihat seseorang menatapnya.


“Aku tidak suka dengan tatapan para lelaki yang melihatku seperti itu.”gumamnya saat menatap seseorang lelaki asing yang tidak dikenalnya dan segera mengalihkan pandangan.


Tak Berapa lama kemudian water mengantarkan minuman yang dipesan kemeja Sylvia.


“Terima kasih.”jawab Sylvia singkat.


Gadis itu segera mengambil minuman yang dipesannya dan meminumnya pelan-pelan.


Dari arah lain seorang lelaki menatapnya sedari tadi dan dia pun berdiri kemudian menghampirinya.


“Rossie....akhirnya aku menemukan di sini.” ucap lelaki itu berhenti tepat di belakang Sylvia.


Gadis itu menoleh ke belakang. Dia melihat seorang lelaki yang tidak asing baginya.


“Kau... kau lelaki gegar otak di rumah sakit itu kan ?”ucapnya tertegun melihat lelaki yang pernah ditabraknya dan dia sama sekali tak mengetahui kabar kelanjutannya setelah terakhir kali dia mengantar lelaki itu rumah sakit.


“Aku Darwin... kau masih ingat padaku ?”ucap lelaki itu menjawab sambil tersenyum kecil.


“Ya tuan... aku masih ingat denganmu. Bagaimana keadaan mu sekarang ?”balas gadis itu sambil menaruh gelas yang dipegang ke meja.


“Boleh aku duduk di sini ?”tanya Darwin sambil menyentuh kursi di depannya.

__ADS_1


Freya mengangguk dan tersenyum kecil. Darwin kemudian menarik kursi dan duduk di depan gadis itu.


“Karena hal itu aku ingin menyampaikan terima kasih padamu sudah membayar semua biaya perawatan rumah sakitku.”jawab Darwin menyampaikan isi hatinya Setelah lama dia mencari gadis itu dan ingin sekali bertemu dengannya.


Freya menatap lelaki yang duduk di depannya. Dia mengamati lelaki itu.


“Sepertinya dia sudah sehat tapi entah dengan ingatannya.”batin Freya teringat jika lelaki tadi memanggilnya dengan nama Rossie.


Darwin kemudian kembali melanjutkan obrolan dengan Freya yang menurutnya adalah teman lamanya sewaktu masih sekolah dulu.


“Rossie... kau tidak jauh berbeda dengan dirimu sewaktu masih duduk di bangku SMU. Oh ya apa kau ingat dulu kau duduk di depanku, seperti ini ?”ucap lagi itu kembali membahas masa lalunya.


“ouf...”Freya merasa sedikit risih mana lagi itu memanggilnya dengan nama yang tidak dikenalnya itu.


“Tuan Darwin maaf... aku bukan Rossie temanmu, aku Freya dan aku sama sekali tak mengenal dirimu sebelumnya.”jawab Freya menjelaskan dengan tegas.


Darwin diam dan tak tahu harus bereaksi apa. Karena baginya gadis yang duduk di depannya mirip 100% dengan temannya dulu yang bernama dengan Rossie.


“Oh... lalu jika nona ini bukan Rossie... lalu di mana dia sekarang ?”batin nya masih menatap gadis itu dan termenung sejenak.


“Maaf.... kalau begitu mulai dari sekarang aku akan memanggil mu dengan nama yang tadi kau sebutkan, nona.”jawab Darwin sedikit merasa tak enak karena berulang kali memanggilnya Rossie.


Beberapa saat kemudian terlihat Freya sudah menghabiskan minuman yang ada di meja. Dan ia pun melirik kah arah jam tangannya.


“Hari sudah siang rupanya.”batin gadis itu.


Dia pun segera berdiri dari tempat duduk dan mengambil barang-barang yang tadi dibelinya.


“Maaf tuan Darwin... aku harus segera kembali sekarang.”ucap Freya meminta izin dan berpamitan pada lelaki itu.


“Oh ya baiklah. Nona... boleh aku meminta nomor ponselmu ?”tanya Darwin sambil berdiri dan mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.


“Oh itu...”ucap Freya terjebak keras banget ya tak ingin memberikan nomornya pada siapapun.

__ADS_1


“Berikan saja nomor mu, mungkin suatu saat kalian bisa berteman.”ucap Sharp Eye tahu jika Sylvia akan menolak memberikan nomor ponselnya


“Baiklah... ini nomor ponselku, 085X XXXX....”jawab Freya menyebutkan nomornya.


Terlihat Darwin segera menyimpan nomor yang disebutkan oleh Freya.


“Sampai jumpa lagi tuan Darwin.”ucap Freya berjalan sambil menempel semua barang bawaannya menuju ke mobilnya.


Lima menit yang lalu dari jalanan luar terlihat Kevin sedang mengendarai mobil menuju ke rumah. Lelaki itu melihat sosok istrinya dari kejauhan dan Berhenti sejenak untuk memastikannya.


“Ya itu memang benar dengan Freya. Siapa lelaki yang duduk di depannya ?”gumam Kevin berhenti di kejauhan dan mengawasi ke arah tempat duduk Freya berada.


“Tapi sepertinya Freya tidak tertarik dengan lelaki itu. Mungkin saja dia hanya kebetulan bertemu dengan lelaki itu.”gumam Kevin yang sebelumnya curiga jika sebelumnya berpikir gadis itu mempunyai selingkuhan di luar dan akhirnya itu mempunyai pikiran seperti itu sama sekali.


“Huuh... sudahlah itu bukan urusanku.”ucap Kevin lirih kemudian kembali menjalankan mobilnya.


“Kenapa aku tiba-tiba curiga dan tidak suka Freya bicara dengan laki-laki lain ?”batin Kevin merasa ada yang aneh dengan dirinya akhir-akhir ini.


Dua belas menit kemudian mereka berdua tiba di rumah bersamaan.


“klak...”Kevin turun dari mobil dan di susul dengan Freya yang juga membuka pintu mobilnya.


Gadis itu keluar dari mobil dan berjalan melewati Kevin.


“Hey Freya... kau dari mana saja ?”


Freya terbalik dan menatap suaminya itu dengan menunjukkan barang yang di tentengnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan berbalik kembali masuk ke rumah.


“Astaga... apa saja yang dibeli ?”pekik Kevin melihat banyaknya barang yang dibawa oleh istrinya. Dia pun kemudian teringat jika gadis itu membawa kartu premium kreditnya.


“klik...”Kevin mengeluarkan kartu kreditnya dan melakukan pengecekan.


Lelaki itu terlihat pucat wajahnya seketika setelah mendapati jika limit kartu kreditnya hampir mencapai batas maksimal. Dan dia pun hanya bisa mendengus kesal dibuatnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2