
Tanpa sepengetahuan Dion, Manajer Aksa beberapa hari ini memantaunya terus dari rekaman cctv yang terpasang di ruangan kerjanya.
Saat ini lelaki itu sudah duduk di depan monitor menyaksikan tayangan dari rekaman cctv bersama seorang petugas dari IT.
“Tolong putar cctv satu bulan yang lalu...”ucap manajer Aksa pada lelaki yang duduk di sebelahnya untuk memutar rekaman saat hari di adakan acara meeting gabungan bersama perusahaan lain.
Petugas IT itu pun memutar mundur rekaman cctv pada hari yang ditentukan oleh manajer Aksa.
Manajer Aksa melihat rekaman dan memfokuskan melihat Dion saja. Dia memperhatikan selama meeting berlangsung tampak Dion tidak fokus dan sering menatap Manajer Sony. Bahkan sampai di luar pun Dion mengejar dan berbicara dengan manajer Sony.
“Jadi memang Dion ada memang ada hubungan dengan manajer Sony...”batin manajer Aksa yang masih tak percaya pada apa yang dilihatnya. Karena selama ini Dion tempat patuh pada aturan selama di tempat kerja. Sedangkan Manager Sony selama ini juga tidak pernah melakukan hal mencurigakan.
Lelaki itu masih menyaksikan rekaman cctv dan beberapa saat setelahnya Dia menuju ke kantin bersama manajer Sony yang berbincang-bincang lama di sana sambil menyerahkan sesuatu pada lelaki itu.
“Tolong berhenti sebentar.”pinta manajer Aksa pada lelaki yang duduk di sampingnya.
Petugas IT tadi menekan tombol pause untuk membuatnya berhenti dan memperbesar tayangan agar lebih jelas dilihat.
Terlihat Dion menyerahkan sebuah flash disk pada Manajer Sony. Sedangkan manajer Sony segera menyimpan flash disk dari Dion dan segera menyimpannya.
“Tolong jalankan lagi...”pinta manajer Aksa pada lelaki tadi. Mereka berdua menyaksikan rekaman itu sampai tanggal hari ini.
__ADS_1
Satu hari berikutnya manajer Sony meminta seseorang untuk memantau pergerakan Dion tanpa sepengetahuan lelaki itu.
Sepulang kerja Dion pergi ke rumah Vika. Saat dia turun dari mobil dia merasakan ada seseorang yang mengikutinya.
“srak...”Dion mendengar suara aneh di radius tujuh meter dari dirinya. Dia pun mendatangi sumber suara tadi di balik semak dan tak ada siapapun di sana saat dia menyibak semak-semak.
“Tak ada siapa-siapa di sini mungkin hanya perasaanku saja.”gumamnya lirih lalu segera keluar dari semak-semak dan masuk ke rumah Vika.
Di dalam rumah Vika langsung menyambut kedatangan Dion saat melihatnya memasuki rumahnya dan menarik lengannya masuk ke kamar.
Dua jam kemudian Dion keluar dari rumah Vika dan menuju ke suatu tempat seorang diri. Dion pergi ke sebuah Cafe dan ternyata di sana sudah ada manajer Sony yang menunggunya.
“Dion... kemarilah !”panggil Manajer Sony berteriak dari dalam Cafe saat melihat kedatangan Dion.
“Manajer Sony... ini untukmu...”ucap Dion sambil menyerahkan amplop coklat berisi berkas penting pada lelaki itu.
Tanpa sepengetahuan Dian dari kejauhan ada seorang lelaki berbaju hitam, mengenakan kacamata hitam dan topi hitam mengeluarkan kamera kemudian memotretnya beberapa kali.
“klik... klik... Klik...”suara lelaki misterius yang mengambil foto Dion. Dia pun segera pergi setelah mengambil beberapa foto saat Dion selesai bicara dengan manajer Sony dan berjalan menuju ke mobil.
Dion sudah duduk di dalam mobil. Dia menaruh tas yang di bawanya ke tempat duduk di sebelahnya lalu mengajukan mobilnya menuju ke rumah Vivian.
__ADS_1
“Hari ini semuanya berjalan lancar seperti yang ku rencanakan. Dan Sekarang saatnya pulang untuk bersantai di rumah.”gumamnya sambil tersenyum tipis saat melaju di jalanan.
Di sebuah kamar, Noah bersama Sharp Eye sedang menyaksikan tayangan yang menampilkan apa saja aktivitas Dion yang dilakukan hari ini.
“Bisakah aku mengambil foto dari tayangan yang kau tampilkan itu ?” tanya Noah pada Sharp Eye yang ada di dekatnya.
“Tentu saja bisa. Kau bahkan bisa langsung mencetaknya.”jawab Sharp Eye singkat. Burung itu kemudian mengambil gambar pada bagian saat dia melakukan transaksi dengan manajer Sony dan mencetaknya, kemudian menyerahkannya pada Noah.
Noah menerima beberapa foto dengan tersenyum lebar dan melihatnya kembali sebelum memasukkannya ke sebuah amplop.
“Bagaimana jika aku mengirimkan bukti ini pada manajer Aksa...”gumam Noah sambil memasukkan foto tadi ke dalam amplop lalu menyimpannya di tempat yang aman.
“Dion... aku juga akan memberimu kejutan di hari jadi kita beberapa minggu lagi.”gumam Noah kembali tersenyum lebar tak sabar menanti hari itu tiba.
Sementara itu lagi misterius yang berhasil mengambil beberapa foto Dion segera mencetak fotonya dan menyerahkannya pada manajer Aksa di luar kantor untuk menghindari kecurigaan yang lainnya.
BERSAMBUNG....
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Dear all readers...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya selama ini. Baca juga karya lainnya berjudul Pembalasan Sang Penakluk ya...
❤️❤️😊