
Noah berada di danau dan mencoba menyelam hingga ke dasar, berenang dengan cepat serta menikmati setiap pemandangan yang ia lihat di sana.
“Sudah berapa lama aku tak pernah bermain air seperti ini...”batin Noah yang tidak berhenti dan terus berenang.
Sementara Sharp Eye hanya melihatnya dari atas saja dan berjaga di sana Jika sewaktu-waktu Noah membutuhkan bantuannya.
Di jalan raya beberapa orang yang sempat melihat aksi Noah terjun bebas ke dalam danau tampak berkerumun di tepi jembatan tempat Noah melompat.
“Kenapa gadis tadi ucapkan diri ke sana ?Apa dia bunuh diri ?”ucap seorang wanita merasa ngeri saat melihat kejadian beberapa detik sebelumnya di depan matanya.
“Mungkin gadis itu mengalami depresi dan dia sepertinya tergelincir.”jawab seorang apalagi yang juga melihat kejadian tadi.
“Menurut ku gadis tadi bukan tergelincir namun memang sengaja ingin menceburkan dirinya di sana entah mencari apa ?”ucap seorang lelaki lain yang menyanggah asumsi mereka.
Sharp Eye menoleh ke belakang dan melihat keramaian di tepi jembatan.
“Apa yang dilakukan sekumpulan orang itu ? Kenapa mereka melihat ke arah sini ?”gumam Sharp Eye saat melihat semakin banyak jumlah orang yang berkerumun di tepi jembatan.
Dia pun menatap Noah yang belum muncul dari air.
“Apa Noah yang mengundang mereka kesini ?”batinnya lagi menyimpulkan.
Sharp Eye terbang mengikuti ke arah Noah berenang dan mencoba memanggilnya.
“Noah... ! Cepatlah keluar dari sana !”teriak Sharp Eye dari atas.
Noah yang mendengar panggilan dari Sharp Eye muncul ke permukaan dan berenang santai dengan terlentang.
“Ada apa meminta ku segera keluar dari sini ?”tanya Noah dengan santai nya.
“Kau mengundang perhatian dan membuat banyak orang berkerumun di tepi jembatan. Lihatlah itu.”ucap Sharp Eye sambil menunjuk ke arah keramaian.
Noah melihat ke tepi jembatan dan mendapati banyak orang di sana mengarahkan pandangan padanya, namun dia mengabaikannya dan hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
“Mungkin mereka sebelumnya tak pernah melihat seseorang yang beraksi seperti diri ku.”jawab Noah cuek dan menolak ajakan Sharp Eye.
Dari arah jembatan sekerumunan orang tadi berteriak bersamaan saat melihat Noah.
“Hai nona cepat keluar dari sana ! Di sana berbahaya !”teriak mereka bersamaan menatap ke arah Noah.
Noah mendengar suara keramaian dari kejauhan namun tidak jelas apa yang mereka ucapkan.
“Sharp Eye aku akan ambilkan ikan untuk mu sekarang !”ucap Noah singkat.
Ia berbalik dan kembali masuk ke air. Di sana dia melihat beberapa rombongan ekor ikan salmon keluar dari suatu tempat.
“Elang itu pasti akan menyukainya.”batin Noah melihat beberapa ekor ikan salmon yang gemuk.
“pats... !”dengan gerakan cepat ia pun berhasil menangkap dua ekor ikan salmon.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Noah segera muncul ke permukaan.
“Hey Sharp Eye... ! Tangkap ini !”teriak Noah sambil melemparkan dua ekor ikan salmon yang berhasil ditangkapnya ke udara.
Sementara itu Noah kembali masuk ke dalam danau. Ia penasaran pada tempat keluarnya rombongan ikan salmon tadi.
“Apa saat ini sudah waktunya bagi mereka untuk bertelur dan mencari tempat yang aman keluar dari laut ?”batin Noah Kembali menuju ke tempat rombongan ikan salmon berada.
Dia lalu terus bergerak menuju ke ujung tempat para ikan salmon itu berasal.
Noah melihat aliran air yang berbeda warnanya dengan air danau dan berenang menuju ke sana.
“Jadi apa ini adalah perbatasan laut dengan danau ?”batin Noah dan terus bergerak menuju ke aliran laut.
Di tengah laut terlihat sinar terang berwarna merah yang terpancar dari balik sebuah karang.
“Sinar apa itu ?”batin Noah penasaran.
__ADS_1
Ia pun kembali berenang menuju ke asal sinar berada. Setibanya dia di sebuah karang, terlihat Sinar berpendar merah terang sekali dari sebuah benda di antara bebatuan karang.
Noah mengambilnya di balik rumput laut yang menutupi karang.
“Apa ini sebenarnya ?”gumamnya saat memegang sebuah benda berwarna hitam seukuran remot mobil dan ada tombol merah yang bersinar terang.
Noah membawa benda tadi lalu kembali menuju ke danau. Sebelum muncul ke permukaan, tanpa sengaja dia menekan tombol merah pada remote.
“tiit... tiit... tiit....” seketika timer waktu menyala setelah dia menekan tombol merah dan waktu terus berjalan.
“Apa... jadi ini sebuah detonator ?!”pekik Noah dalam hati dengan panik.
Ia pun langsung melempar kembali detonator tadi ke danau dan segera berenang cepat sejauh mungkin sebelum itu kantor itu meledak.
“Sharp Eye ayo kita segera pergi dari sini !”teriak Noah menatap sang Elang dengan tatapan serius saat muncul dari air.
Sharp Eye tidak tahu apa yang di bicarakan oleh Noah dan dia pun slow respon.
Dua menit kemudian air danau terlihat berguncang hebat.
“Boom... duar !” detonator tadi meledak dan membuat guncangan hebat di sekitar danau.
Meskipun Noah sudah berusaha menghindar namun dia tetap terkena efek dari ledakan detonator tadi dan tersapu gelombang air yang sangat besar.
“Sharp Eye.... !” teriak Noah saat terseret arus gelombang yang super besar.
Sharp Eye yang akan menolong Noah ikut terseret gelombang mega air.
Di tepi jembatan warga berteriak histeris melihat terjadi ledakan mendadak dari dalam sungai.
“Ada bom... !”teriak salah satu warga yang merasakan jembatan yang ia pijak berguncang hebat terjadi ledakan.
“Gadis itu... dia terseret gelombang air !”ucap warga lain yang melihat Noah melambaikan tangan ke atas meminta tolong di tengah arus air yang terus menyeretnya jauh ke danau.
__ADS_1
BERSAMBUNG...