
Malam hari di kamar, Noah duduk dengan Sharp Eye. Dia merasa sedikit puas sudah memberi pelajaran pembuka pada Kevin.
“Noah lalu apa rencana mu selanjutnya ? Kau membawa serta ayah mertua Freya dalam masalah ini apa tidak akan berdampak buruk kedepannya ?”tanya Sharp Eye pada apa yang sudah diperbuat Noah sebelumnya.
“Kau akan melihatnya sendiri nanti. membawa serta ayah mertua pria adalah satu-satunya cara terbaik saat ini untuk menekan Kevin.”balas Noah.
Ia kemudian diam dengan pandangan yang menerawang jauh ke depan sembari berpikir apa rencananya selanjutnya.
“Ya kurasa biarkan semuanya mengalir apa adanya dan aku akan mengikuti alurnya lalu mengarahkan sesuai dengan rencana ku pelan-pelan.”batin Noah yang terpikirkan banyak rencana tapi dia belum memutuskan rencana mana yang diambil.
Karena semakin malam dia pun merasa tuh banyak semakin kedinginan hanya dengan memakai selembar baju tipis.
“hachi... !”suara Noah bersin terkena angin malam.
“Tubuh Freya tidak kuat dingin sepertinya. Gantilah baju yang hangat.”ucap Sharp Eye merespon mendengar Noah bersin.
Tanpa banyak omong Noah segera bersiri dan menuju ke lemari pakaian dimana ayah mertua Freya sudah mempersiapkan beberapa pakaian wanita sebelumnya.
Dia memilih-milih pakaian dan akhirnya mengambil piyama tebal. Dia pun segera membuka baju yang saat ini dikenakannya.
Dia terkejut sekali saat mendapati tubuhnya penuh dengan luka lama dan luka baru di sekujur tubuhnya.
“Auww.... !”ucap Noah merintih kesakitan saat dia mencoba menyentuh salah satu luka yang ada di lengannya.
Ia kemudian menatap Sharp Eye yang masih ada di sampingnya untuk membantu dirinya.
“Sharp Eye apa kau punya item untuk menyembuhkan semua luka ini ?”tanya Noah yang membuatnya merasa ngeri melihat banyak luka di tubuh seorang wanita.
“Hmm.... aku akan memeriksanya dulu.”jawabnya lalu membuka toko item dan mencari apa yang di minta Noah.
“klik... klik... klik...”Sharp Eye mencari obat yang dimaksud oleh Noah. Beberapa saat kemudian dia menemukan beberapa item dan menunjukkannya pada Noah.
“Mana yang terbagus dari semua item yang kau tunjukkan ?”ucap Noah bingung memilih lima item yang menurutnya bagus semua.
__ADS_1
Sharp Eye melihatnya kembali dan memeriksa satu persatu lalu memilihkan satu item yang terbaik.
“Ini dia salep smoother super dengan harga tiga puluh ribu poin.”jawab Sharp Eye menunjukkan item dengan harga termahal pada Noah.
Noah diam sejenak dan berpikir karena harganya mahal sekali.
“Baiklah aku mau ambil itu saja. Toh aku hanya perlu sedikit poin saja untuk menuntaskan misi ku.”ucap Noah menyetujui saran dari Sharp Eye.
“Tunggu Sebentar aku akan memprosesnya terlebih dulu.”jawab Sharp Eye tidak bertanya lagi dan langsung melakukan check out.
Beberapa menit kemudian salep smoother super sudah ada di tangan Noah.
“Sharp Eye Apakah bisa membantuku mengoleskan saat ini ke seluruh luka yang ada di tubuh ini ?”tanya Noah menatap sang elang.
Elang itu mengangguk kemudian meminta Noah untuk tengkurap di tempat tidur dan dia segera mengoleskan semua salep di lukanya.
Satu jam kemudian Sharp Eye selesai mengoleskan salep. Noah segera memakai piyama tebal dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.
“Aku mau tidur.”ucap Noah yang merasa ngantuk dan memejamkan mata.
“Argh... kenapa sakit sekali rasanya ?”teriak Noah menahan rasa sakit di tubuhnya.
Sharp Eye yang juga tidur jadi terbang mendengar rintihan kesakitan Noah.
“Itu efek alami penggunaan salepnya. Besok kau tak akan merasakan rasa sakit itu lagi.”jawab Sharp Eye lalu kembali tidur.
“Sialan kau Sharp Eye sudah menipuku ! harusnya dengan harga mahal aku tak merasakan sakit apapun ?!”ucap Noah kesal.
Ia pun terjaga hingga beberapa jam ke depan. Setelah hampir pagi barulah dia bisa memejamkan mata saat rasa sakit di tubuhnya perlahan-lahan menghilang.
Di lain tempat Kevin terjaga di kamarnya sampai pagi setelah membebaskan kliennya dari villa tempatnya terkunci. Lelaki itu pusing dan memikirkan berbagai masalah yang akan muncul nantinya setelah kejadian semalam.
“Apa yang harus kulakukan saat ini ?!”ucapnya sambil berdiri di dekat dinding dan mengepalkan tangannya lalu memukul dinding dengan keras.
__ADS_1
Setelah puas memukul dinding dia pun duduk di kursi sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
Pagi hari Noah bangun saat mendengar pintu kamar terbuka.
“kriek...”Lucas masuk dan menghampiri Freya.
Freya membuka mata dan melihat ayah mertuanya berdiri di sampingnya.
“Bagaimana keadaanmu sekarang ?”tanya Lucas yang masih mengkhawatirkan kondisi menantunya.
“Aku tidak apa-apa ayah.”jawab Freya singkat sambil duduk.
“Sekarang waktunya sarapan. Ayo kita ke rumah makan.”ucap Lucas mengajak Freya.
Gadis itu menatap jam dinding yang menunjukkan waktu sudah pagi Padahal dia merasa baru saja tidur beberapa jam.
“Ya ayah pergi duluan Aku akan menyusul setelah berganti baju.”jawab Freya.
“Baiklah ayah tunggu di ruang makan.”ucapnya lalu keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan.
Sementara Freya segera mengganti piyama nya. Dia melepas piyama yang dipakainya setelah mengambil satu baju dari almari.
“Kemana semua luka ku pergi ?”pekiknya saat melihat kulitnya mulus seperti awalnya dan sama sekali tidak ada luka maupun bekas luka yang tertinggal di tubuhnya.
Ia segera memakai baju dan keluar menuju ke ruang makan.
Freya duduk di depan Lucas dan boleh menyantap sarapan pagi yang dihidangkan. Di tengah makan, terdengar suara ketukan pintu yang menghentikan aktivitas mereka sejenak.
“tok... tok...tok...”
“Siapa itu ?”ucap Lucas.
Ia pun kemudian memanggil pelayannya untuk membukakan pintu depan dan melihat siapa yang datang seperti ini untuk mencarinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....