
Setelah melihat buku miliknya, Vivian pun melihat mengeluarkan lagi bareng yang ada di dalam kardus itu untuk melihatnya.
“Apa.... ini kan boneka ku saat masih kecil dulu...”batinnya saat menemukan boneka kesayangannya dulu.
Vivian mengeluarkan barang lainnya dari dalam kardus itu. Dia melihat kotak pensil miliknya saat masih duduk di bangku SD dulu. Tak hanya itu saja, bahkan dia melihat barang-barang lainnya yang merupakan miliknya dulu.
“Ini... semua barang ini adalah milik ku. Dan aku memberikannya pada kakak Alexander....tapi Kenapa barang-barang ini bisa ada di tangan Manajer Aksa ?”batin Vivian tak mengerti pada hal itu Kenapa barangnya bisa berpindah tangan ke lain orang.
Karena penasaran dia pun berdiri dan menghampiri Manager Aksa yang masih sibuk mencari sesuatu.
“Maaf manajer Aksa... ada yang ingin ku tanyakan padamu.”ucap Vivian berdiri di belakang lelaki itu.
Manajer Aksa berbalik dan membawa satu kardus barang dan meletakkannya ke meja.
“Ya Vivian...”jawab lelaki itu sambil tersenyum karena Vivian mulai bereaksi setelah melihat barang-barang yang dia tunjukkan.
“Manajer Aksa.... ini adalah barang kost waktu aku masih duduk di bangku SD dulu bagaimana bisa barang ini ada padamu ? Seingat ku dulu aku memberikan semua barang ku ini pada seorang lelaki bernama Alexander.”ucap Vivian bertanya padanya.
Lelaki itu melepas kacamata nya dan menata rambutnya seperti saat waktu dulu dia masih duduk di bangku SMP.
“Vivian Alexander adalah nama baptis ku.”jawabnya menjelaskan dengan singkat.
Vivian tampak terkejut dan tak percaya dengan apa yang diceritakan oleh lelaki itu.
__ADS_1
“Apa itu benar... jadi manajer Aksa... kau adalah Alexander... ?”tanya Vivian tak percaya dan menegaskannya kembali.
“Bagaimana mungkin itu...” ucap Vivian masih tak percaya menatap lelaki di depannya dan menatapnya dalam-dalam.
Manajer Aksa melangkah maju dan lebih mendekat pada Vivian.
“Setelah terakhir kali bermain denganmu orang tuaku mengajak pindah ke luar kota dan aku tak sempat memberitahumu. Aku juga meninggalkan semua barang mu di sini.”jawab lelaki itu mengambil kardus yang barusan ia taruh di meja dan menunjukkannya pada Vivian.
Manajer Aksa mengeluarkan barang-barang dari kardus itu dan menunjukkannya pada Vivian.
“Lihat ini... ini kock badminton mu, ada nama mu di balik nya.”ucap lelaki itu menunjukkan tulisan tangan Vivian pada kock.
Vivian terlihat sangat terkejut saat lelaki itu kembali menunjukkan semua barangnya yang masih disimpannya dengan rapi.
“Apa kau masih memakai sepatu kets yang diberikan oleh sopir yang mengantarmu beberapa waktu yang lalu ?”tanya manajer Aksa dan kembali membuat gadis itu semakin terkejut.
“Vivian... aku tak pernah melupakanmu sampai detik ini. Tapi ternyata kau melupakan diriku. Bahkan kau tidak mengenaliku saat kita bekerja di tempat yang sama.”ucap manajer Aksa menyampaikan isi hatinya selama ini yang selalu dipendamnya.
“Alexander... aku tidak pernah melupakanmu... aku mencari mu setelah waktu itu ke sini namun rumah ini sudah kosong tak berpenghuni....”jawab Vivian maju dan menyentuh pipi lelaki di depannya.
“Kau gadis ku yang nakal masih seperti dulu. Kau sering meminta ku mengerjakan PR matematika mu dan sekarang kau mengajariku dan melupakan diriku.”balas Manajer Aksa.
“Apa kau sudah mengenali diriku sekarang... dan mau kembali bersama ku ?”ucap manajer Aksa tersenyum pada Vivian dan semoga tangannya lebar-lebar.
__ADS_1
Vivian memeluk lelaki yang sudah lama dicari dan dirindukannya sedari dulu itu.
“Aku tak menyangka... dan ini seperti mimpi saja bisa bertemu denganmu kembali...”ucap Vivian memeluk lelaki itu erat.
Manajer Aksa memegang pinggang Vivian dan mengangkat tubuhnya ke atas untuk mensejajarkan posisi wajahnya.
Lelaki itu kemudian mendekatkan bibirnya dan akan mencium Vivian. Namun Vivian menundukkan kepalanya untuk menghindari ciuman itu.
“Manajer Aksa... maaf aku belum siap untuk hal itu...”balas Vivian dengan pipi bersemu merah menatap lelaki di yang di peluknya.
Manajer Aksa menurunkan kembali Vivian ke lantai dan mengecup keningnya lalu melepaskan pelukannya.
“Aku tahu... kita bisa mulai lagi semuanya dari awal. Aku akan sabar menunggu mu...”jawab lelaki itu menatap Vivian dalam-dalam.
Manajer Aksa memakai kembali kacamatanya yang tadi dilepasnya. Namun Vivian melepas kacamata lelaki itu dan memasukkan dalam tasnya.
“Aku ingin melihat wajah mu seperti ini...”ucap Vivian tersenyum lebar lalu kembali menyentuh pipi manajer Aksa.
Mereka berdua kemudian berjalan bergandengan tangan masuk ke ruangan lain untuk mengenang masa indah mereka dulu selama berada di rumah itu.
BERSAMBUNG....
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Dear all readers... Terima kasih atas dukungannya selama ini. Baca juga karya baru berjudul Ku Kejar Kau Ke Paris ya....
🙏💋💋