Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 163 Awal Kecurigaan


__ADS_3

Nathan keluar dari kamarnya setelah menyembunyikan disc flash disk tadi ke tempat yang aman yang tidak mungkin diketahui oleh Melody.


“kriek...”di luar pintu lelaki itu berhenti sejenak untuk menenangkan dirinya agar tak muncul banyak pertanyaan untuknya.


Nathan kembali duduk di ruang tamu di sebelah Luna. Tak bisa ditutupi lelaki itu masih terlihat khawatir dan keringat kembali membasahi tubuhnya.


“ehm... sayang....aku merasa gerah dan haus. Tolong ambilkan minuman untuk ku.”ucap Nathan untuk menutupi rasa gelisah nya.


“Ya Tunggu sebentar aku akan mengambilkannya untukmu.”jawab Melody lalu berdiri. Ia pun beralih menatap Luna sejenak.


“Sedari tadi kita mengobrol dan aku belum menawari mu minuman, maaf. Kau ingin minum apa ?”tanya Melody pada Luna.


“Aah... tidak apa... aku air mineral saja.”jawab Luna sambil tersenyum kecil.


Melody kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua menuju ke dapur. Di dapur wanita itu membuatkan kopi untuk Nathan dengan takaran yang sedikit berbeda dari para lelaki umumnya sehingga membutuhkan waktu agak lama untuk membuatnya.


Di ruang tamu Nathan dan Luna saling menatap dalam diam dan berbicara setelah Melody benar-benar pergi dari sana.


“Luna... aku melihat rekaman video dan juga foto-foto kita berdua saat di mobil beberapa hari yang lalu.”ucap Nathan memberitahu kekasihnya itu dengan rasa cemas.


“Ha-ha... kau ini bicara apa Nathan ? Siapa yang merekam video dan mengambil foto kita ?”balas Luna sambil tersenyum kecil mengira apa yang diucapkan lelaki itu hanya lelucon belaka.


“Luna... aku tidak bercanda aku sudah melihat video dan fotonya tadi.”bantah Nathan dan meyakinkan wanita itu.


“Sayang... mungkin kau hanya kelelahan bekerja saja. Apa kau ini liburan di akhir pekan ini ?”balas Luna mengira Tomy sedikit stress karena tekanan di tempat kerja dan membutuhkan sedikit refreshing.


Luna pun mencoba menenangkan kekasihnya itu. Dia pun memeluk Nathan dan mencium bibirnya, karena dengan begitu biasanya lelaki itu seketika tenang meski dalam keadaan genting sekalipun.

__ADS_1


“Luna... apa yang kau lakukan ? Bagaimana jika Melody sampai melihatnya ?”ucap Nathan segera mengakhiri ciuman setelah merasa tenang.


Nathan tetap menjaga sikapnya dan tidak menunjukkan kedekatannya ataupun keromantisannya dengan Luna. Namun sebaliknya, Luna tak bisa menahan kebiasaan nya saat di dekat Nathan.


Wanita itu menyandarkan kepalanya ke bahu Nathan sambil memeluknya dari samping.


“tap... tap... tap...”Nathan mendengar suara langkah kaki menuju ke ruang tamu. Dia pun segera menarik tubuhnya bergeser menjauh dari Luna.


“Nathan... apa yang kau lakukan ?”ucap Luna menggeser duduknya kembali merapat dan menarik lengan Nathan.


Satu menit kemudian terlihat Melody kembali dengan membawa nampan yang berisi minuman untuk Nathan dan juga Luna.


Melody sengaja berjalan pelan untuk melihat apa yang di lakukan Luna dan juga Tomy di sana setelah berulang kali menerima pesan anonim dari pengirim misterius yang membuatnya ingin menguak dan membuktikannya sendiri.


“Kenapa Luna terlihat salah tingkah ?”batin Melody saat melihat wanita itu membetulkan duduknya dengan berdiri lalu melihat ke arah belakang kemudian duduk agak menjauh dari Nathan.


“Apa ini hanya kebetulan saja ? Atau memang aku mau mengetahuinya ?”batin Melody saat melihat bibir Nathan yang sedikit merah karena ada bekas lipstik tertinggal di sana.


Wanita itu merasa curiga dan dia penasaran dengan apa yang dilihatnya dan itu kebetulan sekali.


“Sayang ini kopi mu.”ucap Melody menyerahkan kopi pada Nathan sambil menatap bagian bibirnya untuk melihatnya lebih jelas lagi.


“Kenapa kau menatapku seperti itu ?”ucap Nathan pada Melody saat istrinya itu menatapnya dengan tatapannya aneh.


“Tidak... aku melihat ada bekas lipstik di bibir mu.”ucap Melody sambil menunjuk bibirnya sendiri.


Nathan seketika terkejut dan pucat pasi, bagaimana bisa dia sampai lupa untuk menghapus noda lipstik di bibirnya.

__ADS_1


“Aah... kau pasti salah paham. Ini... ini kan bekas lipstik mu tadi siang sayang.”jawab Nathan yang bisa berkelit untuk menghindari kecurigaan istrinya.


Melody tak menjawab dan mencoba untuk menerima ucapan Nathan. Ia pun beralih menatap Luna dan melihat bibirnya.


“Kurasa warna lipstik Luna sama dengan warna lipstik yang ada di bibir Nathan.”batin Melody lagi setelah melihat dan memastikan kedua warna itu benar-benar sama.


Namun Melody mencoba untuk tenang dan berpikir. Dia tak berani men-judge sendiri sebelum menguak kebenarannya.


Melody pun kembali duduk dan berbincang dengan mereka dan mengesampingkan sejenak rasa curiganya.


Dua jam kemudian Luna berpamitan pada Melody. Nathan terlihat dingin dan menjaga jarak saat mengantar kepergian kekasihnya itu.


“bromm”Luna segera mah mengajukan mobilnya setelah duduk di sana.


“Haah... tadi itu hampir saja kami ketahuan. Tapi Bagaimana bisa Melody curiga pada kami ?”gumamnya berpikir namun tidak menemukan jawaban setelah lama memikirkannya.


balapan Luna tiba-tiba tertuju pada lampu bahan bakar yang berkedip.


“Sial... aku harus ke pom bensin sekarang sebelum kehabisan atau mobil ini akan berhenti tiba-tiba di tengah jalan.”gumam wanita itu.


Ia pun kemudian mengajukan mobilnya menuju ke sebuah pom bensin dan mengisi bahan bakar di sana.


Di luar setelah dia menyerahkan beberapa lembar uang pada petugas pom bensin tiba-tiba ponselnya berdering. Dia pun mengangkatnya dan terlihat buru-buru setelah beberapa saat berbicara di telepon.


“puk...”tanpa sengaja disc dan flash disk yang ada di dalam tas Luna jatuh saat dia memasukkan dan mengembalikan dompet ke dalam tasnya.


Luna kembali masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dan terlihat berpikir entah apa yang membuatnya berpikir saat itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2