
Martha dan Andre saling menatap, sedangkan Rianty semakin marah melihat mereka berdua. Rianty pun menghampiri Andre.
“plak... plak... plak...”Rianty menampar muka Andri berkali-kali dengan keras hingga pipinya merah.
“Bajingan kau Andre... !!!”ucapnya lagi lalu memegang kerah Andre dan mendorong tubuhnya hingga jatuh ke tempat tidur.
“Dan kau dasar ****** ! Perebut lelaki orang... !”ucap Rianty beralih menghampiri Martha dan menatapnya dengan penuh amarah serta kebencian.
Rianty pun menarik tubuh Martha dan menyeretnya keluar kamar. Dia pun menjambak rambut panjang Martha yang indah.
“Auww.... lepaskan !!”teriak Martha kesakitan namun tak bisa melawan.
Rianty yang masih emosi membuka tasnya dan mengeluarkan gunting dari dalamnya.
“Baik kau yang meminta sekarang aku akan melepaskan mu !”ucapnya lalu menggunting rambut Martha dengan tidak beraturan agar membuat gadis itu jelek saat dipandang.
Dari cafe tampak Renata yang sedang tersenyum lebar bersama Sharp Eye menyaksikan tayangan Rianty yang mengamuk dan mengajar Andre serta kekasihnya tanpa ampun.
“Sekarang dia sendiri merasakan bagaimana rasanya lelaki nya direbut oleh wanita lain...”ucap Noah tersenyum puas penuh kemenangan.
“Benar-benar pertunjukan yang sangat menghibur.”balas Sharp Eye menimpali Noah.
Setelah puas melihat tayangan Andre dan Rianty, Noah memutuskan untuk segera pergi dari cafe dan pulang ke rumah karena tujuannya melihat Andre menderita sudah terpenuhi.
Kembali ke Rianty yang masih mengamuk dan melampiaskan semua kemarahannya pada Martha. Saat ini gadis itu masih belum terima dan dia mencakar wajah mulus Martha dengan kukunya yang tajam.
“Argh.... !” teriak Martha yang kesakitan dan merasakan perih di wajahnya.
Rianty puas setelah melihat goresan luka di pipi Martha. Dia pun menyudahi melampiaskan amarahnya dan beranjak pergi dari tempat itu.
__ADS_1
“tes... tes...tes...”air mata mulai menitik di pelupuk mata Rianty. Dia merasakan sakit yang teramat sangat dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh Andre padanya.
Gadis itu duduk di kursi dan bersandar pada pohon yang ada di belakang kursi. Dia mengusap air matanya dan meratapi nasibnya.
“Ternyata benar yang dikatakan oleh ayah...”gumam gadis itu tiba-tiba teringat pada sosok ayahnya.
“Aku tidak mau lagi bersama dengan pria brengsek itu. Aku lebih baik mengikuti kata orang tuaku.”gumamnya lagi.
Rianty kemudian berdiri dan menuju ke jalan raya menunggu taksi yang lewat.
“Taksi... !”panggil Rianty saat melihat taksi yang melintas di depannya. Dia pun segera masuk dan duduk setelah taksi itu berhenti. Taksi itu meluncur menuju ke alamat yang dia Sebutkan.
“Sudah sampai nona...”ucap supir taksi berhenti di depan rumah orang tua Rianty.
Gadis itu kemudian turun dari taksi dan membayar ongkosnya.
Rianty dengan mata yang bengkak dan sembab berjalan menuju ke rumah ayahnya.
Di dalam rumah ayah dan Ibu Rianty duduk sedang duduk bersantai sambil menyesap teh hangat di tengah dinginnya cuaca saat ini.
“Ayah.... ada yang mengetuk pintu.”ucap Ibu mendengar suara ketukan pintu meskipun samar karena memang lokasinya mereka saat ini jauh dari ruang tamu.
“Ayah tidak mendengarnya...”balas Ayah mencoba memasang telinganya dan tak mendengarkan suara apapun.
Rianty masih menunggu orang tuanya membukakan pintu dan berdiri bersandar ke dinding karena tak ada jawaban.
“Kemana ayah dan ibu.. apa mereka tak ada di rumah ?”gumamnya yang masih belum melihat ayah dan ibunya keluar untuk menemui dirinya.
Rianty yang sedari tadi sudah mengetuk pintu kali ini memanggil ayah dan Ibunya.
__ADS_1
“Ayah... ibu... aku pulang...”ucap Rianty memanggil Ayah Ibunya dan mengulanginya beberapa kali.
Di ruang tengah ibu kembali mendengar suara seseorang memanggil dari luar.
“Ayah... sepertinya ada seseorang di luar.”ucap ibu lagi yang mendengar suara dengan jelas memanggilnya.
“Biar Ayah periksa saja.”jawab ayah. Dia lalu berdiri dan berjalan menuju ke ruang tamu.
“kriek...”Ayah melihat ada Rianty yang berdiri di balik pintu dengan wajah sedih.
“Rianty... ?”ucap Ayah terkejut saat melihat putrinya pulang ke rumah.
“Ayah....”Rianty seketika menangis dan memeluk ayahnya.
“Ternyata Apa yang ayah katakan tentang Andre memang benar. tak seharusnya aku bersama dengan lelaki itu. Dan sekarang aku memutuskan perpisahan dari dia. Aku akan menuruti dan mengikuti apapun nasehat Ayah untukku...”ucap Rianty masih menangis terisak.
Ayahnya yang tidak tahu ada apa sebenarnya tersenyum dan merasa senang mendengar apa yang diucapkan barusan oleh putrinya.
“Ada apa sebenarnya, nak ?”tanya Ayah yang ingin mengetahui duduk permasalahannya.
“Maafkan aku ayah... mulai sekarang Aku akan mendengarkan semua perkataan ayah. Dan aku bersedia menggugurkan janin ini.”ucap Rianty melepas pelukannya dan memegang perutnya.
Dari dalam Ibu menyusul ayah keluar karena dari tadi belum kembali. Dia begitu terkejut melihat putri satu-satunya pulang.
“Rianty....akhirnya kau pulang juga nak...”ucap sang ibu tersenyum kemudian menghampiri gadis itu dan memeluknya.
“Ibu... maafkan aku... aku baru menyadari jika aku salah dan semua perkataan ibu adalah benar.”ucap Rianty meminta maaf secara tulus pada ibunya.
Mereka bertiga kemudian akhirnya masuk ke rumah. Rianty menceritakan semua kejadian yang dialaminya bersama Andre.
__ADS_1
Meskipun kedua orang tua Rianty merasa kesal karena Andre karena mempermainkan putri semata wayangnya namun mereka senang karena Rianty sudah putus dengan Andre.
BERSAMBUNG....