
Alden mengikuti Renata dari belakang meskipun Wanita itu sudah melarangnya. Renata berhenti di depan rumah orang tuanya dan keluar dari mobil menghampiri Alden yang berhenti dan masih berada di dalam mobil.
“Kenapa kau mengikuti ku sampai ke sini ?”tanya Renata menghampiri Alden.
Alden membuka kaca mobilnya dan menatap Renata.
“Yah... aku hanya mengkhawatirkan dirimu saja siapa tahu lelaki tadi masih padahal tidak menyenangkan padamu.”jawab Alden sambil tersenyum dalam hati karena sudah mengetahui rumah Renata saat ini setelah beberapa kali dia lewat di rumah sebelumnya tak pernah melihat Renata di sana.
“Oh... si Andre maksudmu... dia memang suami tak berguna yang hidup di bawah bayang-bayang ku dan tak mau ku ceraikan.”jawab Renata.
“Oh... jadi lagi tadi adalah suaminya dan sekarang wanita ini sedang bercerai dengan lelaki tadi... ?”batin Alden yang baru mengetahui siapa lelaki tadi dan juga status Renata saat ini.
Dari dalam rumah Ayah yang mendengar suara mobil berhenti segera keluar. Namun di luar dia tak hanya melihat Renata saja, dia terkejut saat melihat ada lelaki lain sedang bersama putrinya.
Renata sebenarnya tak bermaksud mengajak Alden masuk ke rumah. Namun tiba-tiba ayahnya datang dan sudah berdiri di sampingnya.
Alden dan Ayahnya Renata saling berpandangan.
“Ternyata Renata adalah putri dari Pak Darren pemilik beberapa perusahaan dan universitas.”batin Alden yang mengenal sosok ayahnya Renata di dunia bisnis.
“Lelaki ini... bukankah dia putra dari Paul, pengusaha nomor dua di sini... kenapa dia bersama Renata ?”batin Ayah yang pernah melihat Alden sebelumnya di perusahaan salah satu temannya.
“Renata ajak temanmu untuk masuk dan singgah sebentar di rumah.”ucap Ayah tiba-tiba dan merasa senang ada seseorang yang ingin dekat dengan putrinya.
“Tapi ayah dia sibuk dan mau pulang sekarang.”balas Renata yang tidak menginginkan Alden mampir ke rumah.
“Oh... siapa bilang aku mau pulang...”jawab Alden sambil tersenyum dan segera membuka pintu mobil keluar dari sana.
“Kalian berdua lebih baik masuk ke dalam daripada mengobrol di sini.”ucap Ayahnya Renata.
__ADS_1
“Baik om... terima kasih.”balas Alden menanggapi ayahnya Renata. Renata pun tak bisa menolak permintaan ayahnya dan mereka berdua berjalan masuk ke rumah.
Di ruang tamu mereka berdua mengobrol dan Ayahnya Renata hanya tersenyum menatap mereka berdua lalu meninggalkan mereka berdua dan masuk ke ruangan lain.
Keesokan harinya Noah sedang berada di kamar bersama Sharp Eye. Dia duduk di kursi setelah sarapan pagi.
“Sharp Eye aku harus mencari bukti lain agar Renata bisa lepas dari Andre.”ucap Noah kemudian berpikir merencanakan sesuatu.
Tanpa diminta tiba-tiba orang itu menampilkan tayangan aktivitas sedang dilakukan Andre saat ini.
“Noah lihat ini siapa tahu kau punya ide setelah melihatnya.”ucap elang itu kemudian menghampiri Noah dan melihat tayangan bersamanya.
Tampak di tayangan saat ini Andre sedang pergi keluar rumah. Namun kali ini dia tidak pergi ke rumah Rianty mainkan ya pergi menemui beberapa orang lelaki yang dari penampilannya seperti berandalan di suatu cafe.
Mereka tempat duduk bersama dan membahas sesuatu.
“Baik boz... !jawab lima orang berandalan tadi.
Andre mengambil dompet kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan pada mereka.
“Terima kasih boz !”ucap salah satu berandalan menerima uang dari Andre Sambil tertawa lebar kemudian mencium uang itu.
“Ingat... jangan sampai kalian gagal ! Lihat baik-baik foto targetnya.”ucap Andre lagi menambahkan kemudian menyalakan selembar foto pada kelima orang tadi.
Para berandalan tadi bergantian melihat foto yang diberikan oleh Andre pada mereka yang ternyata adalah foto Renata.
“Dasar bajingan Andre ! Dia mau menjebak ku rupanya ! Tak akan kubiarkan kau berhasil melakukannya !”ucap Noah saat mendapati foto Renata yang menjadi target mereka.
“Apa rencana Andre... ?”ucap Noah mencoba menebak apa rencana lelaki itu.
__ADS_1
Kembali ke Andre. salah dia selesai memberitahukan misi pada para lelaki yang di bayarnya tadi, dia pun segera melangkahkan kaki keluar dari Cafe.
Di luar cafe dia berhenti di depan mobil lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
“kring... kring... kring...” suara ponsel Renata yang berdering.
Noah menoleh ke belakang dan mengambil ponsel kemudian mengangkatnya.
“Halo Andre ada apa kau menelpon ku ?”jawab Noah sambil menatap tayangan di depannya.
“Renata bisakah besok kita bertemu di sebuah hotel ?”ucap Andre.
“Hotel... kenapa ke sana apa yang mau kau lakukan pada ku ?”ucap Noah yang curiga dan memancing nya.
“Kau jangan salah paham... aku hanya ingin bicara baik-baik saja denganmu. Aku ingin kita pisah dengan baik-baik.”jawab Andre Renata.
“Oh jadi kau setuju bercerai denganku ? Ya baiklah... aku setuju bertemu denganmu. Katakan di mana lokasinya.”ucap Noah santai.
Andre kemudian memberikan lokasi dan waktu mereka bertemu. Dia pun setelah menutup teleponnya lalu masuk ke mobil.
“Dasar Renata kau memang bodoh... sebentar lagi kau akan menderita maka bersiaplah !”gumam Andre sambil tersenyum lebar kemudian melajukan mobilnya ke jalanan.
“Kau kira aku akan mudah masuk dalam perangkap mu ? Bersiap saja besok kau akan kecewa !”ucap Noah menetap tayangan di depannya dengan tersenyum lebar.
Noah meminta Sharp Eye menghetikan tayangannya dan dia tak sabar ingin segera bertemu dengan Andre di hotel.
BERSAMBUNG....
Dear all readers.... terimakasih untuk yang sudah meninggalkan komennya di kolom komentar. Di tunggu untuk yang belum komentar... 😄❤️
__ADS_1