Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 146 Kencan Buta


__ADS_3

Noah melihat flash disk milik Luna yang nyata di meja dan dia segera mengambilnya untuk mengembalikannya.


“klik...”Noah menutup kembali pintu ruangan setelah dia berada di luar. Ia pun menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat apakah Luna ada di sekitarnya.


“Dia tak ada di sini semoga saja dia juga tak ada di kamar.”batin Noah kembali berjalan menuju ke kamar Luna.


Di dalam kamar dia mencari tas hitam milik Luna.


“Dimana tasnya, tadi ada di sini ?” gumam Noah melihat meja tempat tas hitam tadi berada saat ini sudah kosong.


Ia pun menuju ke lemari dan mencarinya namun tidak menemukannya.


“Mungkin ada di sini.”batin Noah mencari ditumpukan keranjang yang ada di bawah humidifier.


“Untung saja aku menemukannya.”ucap Noah merasa lega. Ia segera mengambil tas hitam itu dan memasukkan flash disk ke dalamnya, lalu menaruhnya kembali ke keranjang.


“klak....”suara pintu kamar dibuka. Noah berbalik dan melihat Luna masuk ke kamar.


“Tomy apa yang kau lakukan di sini ?”tanya Luna melihat lelaki itu berada di depan rak kayu.


“Oh tidak sayang...aku hanya mengecek humidifier ini.”jawab Tomy kembali terbalik dan memegang humidifier yang ada di rak atas dan membukanya agar terlihat tidak mencurigakan.


“Sepertinya aku mengganti minyak esensialnya dengan aroma lain agar kita bisa tidur pulas di malam hari.”ucap Tomy menaruh kembali humidifier ke rak kayu yang ada di kamar.


Dia pun segera berjalan keluar dari kamar karena tak ingin berlama-lama bicara dengan Luna.


“Tomy kau mau kemana ?” ucap Luna perjalanan menghampiri lelaki itu dan memeluknya dari belakang.


“Tomy apa kau tidak rindu padaku setelah seminggu lebih kita tidak bertemu ? Apa kau tidak ingin...”ucap Luna langsung memegang area sensitif Tomy.


“glek...”Tomy menelan ludah dan mencoba menahan nafsunya yang mulai bangkit.


“Tante ini dia aku kurang memuaskan. Lalu kenapa dia mengajak ku beginian ? Aku harus melakukan sesuatu.”batin Tomy.

__ADS_1


Ia pun menatap Fasty yang ada di dekatnya.


“Apa kau punya item yang bisa memproduksi gas dan sejenisnya ?”tanya Noah.


Fasty segera mencari item yang dimaksud oleh Noah karena seingatnya Sylvia pernah membeli item jenis itu dan menggunakannya beberapa waktu yang lalu.


“Ada pakai ini.”jawab Fasty mengeluarkan sebuah item yang menyerupai termometer dan segera menaruh di bibir Noah dan ia pun segera memompanya.


Dalam hitungan detik perut Noah terlihat buncit seperti balon. Ia pun mengambil kembali item tadi dari bibir Noah.


“bruut... bruut... bruut...” seketika Noah langsung buang angin kencang dan banyak sampai perutnya kempis kembali.


Ruangan itu saat ini dipenuhi oleh gas amonia.


“Tomy.... kau ini berapa hari tidak ke toilet ? Ini sungguh-sungguh bau sekali !”ucap Luna saat menghirup gas amonia yang diproduksi oleh Noah sambil menutup hidungnya.


Beberapa menit kemudian Luna terlihat pusing berat setelah menghirup banyak gas amonia di kamar.


“Ha-ha...”Noah tersenyum kecil kemudian keluar dari kamar dan kembali ke ruangan tempat dia berada sebelumnya.


Noah duduk di kursi menatap Fasty. Ia pun segera teringat pada flashdisk yang sudah selesai diekstrak oleh kelinci itu.


“Fasty aku ingin tahu apa isi flashdisk itu. Bisa kau tampilkan itu sekarang ?”ucap Noah, ingin membuang waktu lebih lama dan ingin bergerak cepat.


Fasty menampilkan tayangan slide hasil ekstrak data flashdisk tadi dan Noah mulai melihatnya. Isi dari flash disk itu berupa data laporan keuangan.


“klik...”Noah melihat satu persatu dan membaca semua laporan itu dengan teliti hingga dia menemukan suatu kejanggalan di sana.


“Ini penyakitnya ketemu. Dari semua hasil perolehan penjualan coffee shop masuk ke kantung Luna sebesar 70% dan sisanya baru dia berikan padaku.”gumam Noah setelah membaca laporan data barusan dan nampak kesal.


Noah kembali membaca laporan data itu dengan teliti dan dia menemukan data palsu yang sudah di mark-up sedemikian rupa dengan laba sebesar 30%.


“Dasar tante licik. Dia sudah dapat 70% tapi dia masih minta bagian dari 30% Ia berikan padaku. benar-benar serakah.”batin Noah sambil melupakan tangannya.

__ADS_1


Ia pun kemudian meminta kelinci itu untuk mematikan slide yang sudah selesai dia lihat. Noah diam dan berpikir sejenak mencari ide.


“Baiklah aku akan mulai dari sini.”gumam Noah sambil tersenyum kecil. Ia pun kemudian berdiri dan berjalan menuju ke pintu.


“Fasty Ayo ikut aku sekarang.”ajak Noah sambil membuka pintu ruangan.


“Ayo... tapi kita mau ke mana ?”jawab Fasty ingin tahu ke mana tujuan mereka.


“Nanti kau akan tahu sendiri.”balas Noah lalu mengambil kunci mobil.


“broom... !”Noah mengendarai mobil dengan cepat dan menuju ke salah satu coffee shop miliknya.


“Jadi kita ke sini.”ucap Fasty mengikuti Noah turun dari mobil dan masuk ke coffee shop.


“Selamat siang tuan Tomy.”ucap para waiter yang ada di sana menyambut kedatangan Tomy.


Para waiter yang ada di sana saling menatap dalam beberapa detik.


“Tumben sekali tuan sendiri yang ke sini. Lalu dimana nona Luna ?”batin para pekerja yang ada di sana.


Noah kemudian duduk di ruangan khusus dan memperhatikan kinerja para pegawainya dari dalam.


Merasa semuanya masih dalam batas normal dia pun beralih menatap laptop di depannya.


“Nah akhirnya aku menemukan juga.”batinnya membaca situs layanan kencan buta.


“Noah... apa kau benar ingin ikut kencan buta ?”ucap Fasty melihat situs perjodohan di monitor Noah.


“klik....”Noah dengan cepat mengisi aplikasi pendaftaran kencan buta.


Lelaki itu segera mengirimkan data dirinya ke sebuah situs kencan buta dan menunggu balasannya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2