
Pagi harinya Noah akhirnya bangun dari tidurnya. Dia duduk dan merasakan kepalanya masih sedikit pusing.
Sharp Eye langsung terbang mendekat setelah melihat Noah sadar.
“Hey Noah ada apa dengan mu ? Bukankah kau sudah mengambil alih tubuhnya Irise ?”tanya Sharp Eye mengkhawatirkan keadaan Noah.
“Itu dia aku juga tidak tahu... setelah minum obat semalam, aku merasa tak bisa mengambil alih tubuh Irise.”jawab Noah mengingat lagi kejadian semalam.
Dia lalu bercerita pada Sharp Eye jika dia masih merasakan tubuhnya tidak nyaman serta masih pusing.
“Kalau begitu kau harus memindai tubuh mu !”jawab Sharp Eye memberi saran.
“Maksud mu ke rumah sakit sekarang ?”tanya Noah sambil mengerutkan dahinya.
“Tidak... bukan itu maksudku. Sistem menyediakan alat pindai kesehatan yang bisa kau gunakan untuk memindai siapapun.”jawab Sharp Eye menjelaskan agar Noah tidak bingung.
“Apa itu gratis ?”tanya Noah yang tampak ragu.
“Tentu saja tidak. Harganya 10.000 poin...”jawab Sharp Eye sambil tersenyum lebar melihat Noah yang tampak kecewa dan mengharapkan item itu gratis untuknya.
“Ah tidak.... lebih baik aku ke rumah sakit saja...”jawab Noah menolak tawaran Sharp Eye.
“Beli saja memang harganya sedikit mahal tapi sangat bermanfaat dan bisa terus digunakan. Poin mu kan banyak... tempo hari kau bilang ingin membeli sebuah item ??”ucap elang itu membujuk dan meyakinkan Noah.
Noah menghela nafas dan akhirnya pun dia setuju karena berpikir poinnya masih banyak sekali.
“Baiklah aku mau membeli item itu sekarang.”jawab Noah.
Sharp Eye pun segera memproses pesanan Noah dan beberapa saat soalnya item itu sudah siap untuk dipakai.
“Zing...”Item pindai kesehatan yang di sebut super x itu sudah ada di tangan Sharp Eye. Dia kemudian menyerahkan item itu pada Noah.
“Coba pindai tubuh ku sekarang...”ucap Noah.
__ADS_1
Sharp Eye kemudian meletakkan alat itu di depan tubuh Noah dan secara otomatis alat itu memindai keseluruhan tubuh Noah.
“Ding... ding...ding...”super x mendeteksi adanya bahaya pada tubuh Irise.
“Bahaya... bahaya... jumlah racun dirimu menumpuk dan hampir mencapai batas maksimal.”alarm tanda bahaya dari sistem menjelaskan ada bahaya yang harus segera ditangani dan di tindak lanjuti.
“Oh... jadi apa yang harus aku lakukan dengan tubuh ini...”ucap Noah bingung dan terlihat frustasi belum menjalankan misi sudah mendapatkan masalah.
“Kau segera ke rumah sakit saja untuk memeriksakan tubuhmu dan menjalani perawatan.”ucap Sharp Eye memberikan saran dan memintanya segera pergi ke rumah sakit.
Noah pun segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Setelah selesai bersiap dia berjalan keluar kamar. Dia berhenti di depan kotak obat dan mengambil botol obat yang diberikan oleh Edwin.
“Aku akan menanyakan obat ini sekalian dan menyerahkan pada dokter untuk meminta penawarnya.”ucapnya Ani memasukkan ke dalam tas.
Noah berjalan kembali dan menutup pintu kamar. Dia masuk ke mobil dan meluncur menuju ke rumah sakit.
Di rumah sakit dia menjalani check up lengkap dan menunggu hasilnya. Selain itu dia juga menyerahkan obat yang dia bawa pada dokter.
“Nona Irise... ini hasil check up-nya.”ucap dokter menyerahkan hasil check-up pada ada wanita itu.
Noah yang sudah mengetahuinya hanya membacanya sekilas kemudian segera memasukkan dalam tas.
“Jadi dokter apa yang harus ku lakukan agar terhindar dari ancaman bahaya ?” tanya Noah pada dokter.
Dokter mengeluarkan obat antipiretik yang merupakan penawar dari obat yang sebelumnya diberikan oleh Edwin.
“Nona minum obat ini secara teratur sampai habis. Dan datanglah ke rumah sakit satu minggu sekali untuk membersihkan toxic dari tubuhmu sampai keadaan membaik.”ucap dokter memberi penjelasan panjang lebar berkenaan dengan perawatan kesehatannya.
“Terima kasih dokter...”ucap Noah kemudian keluar dari rumah sakit.
Di rumah sakit dia membuang semua obat yang diberikan oleh Edwin padanya lalu dia mengambil obat yang diberikan oleh dokter barusan padanya dan menuang semua isi obatnya ke botol obat yang diberikan oleh Edwin.
“buk....”Noah membuang botol obat yang barusan diberikan oleh dokter padanya ke tempat sampah.
__ADS_1
Noah masuk ke mobil dan kembali menuju ke rumah. Di rumah dia segera meminum obat yang diberikan oleh dokter.
“Aku taruh kembali obat ini di tempatnya...”ucap Noah sambil tersenyum menaruh botol obat tadi ke tempat obat.
Malam hari
Noah sengaja duduk di ruang tamu sambil membaca koran untuk menunggu kedatangan Edwin.
Sepuluh menit kemudian lelaki itu pulang dan masuk ke rumah.
“Irise... kenapa kau ada di sini dan belum tidur ?”ucap Edwin saat melihat istrinya duduk di ruang tamu.
“Ini baru jam berapa kau meminta
ku tidur...”balas wanita itu kemudian menutup koran yang dibacanya dan melipatnya.
Edwin tampak heran melihat Irise yang masih sadar dan belum tidur.
“Apa dia belum meminum obatnya..”batin Edwin curiga.
“Edwin... aku mau mengajakmu makan malam saat ini.”ucapnya sambil berdiri lalu menghampiri admin yang berdiri dan memegang lengannya.
“Kau ingin kita makan malam di mana... sayang ?”jawab Edwin berbalik menatap istrinya.
Irise tersenyum lebar dan tak menjawab. Dia pun kemudian mengajak Edwin berjalan menuju ke ruang makan.
Di sana terhidang banyak makanan di meja.
“Sayang... ini spesial aku yang masak untuk mu. Aku tahu Kau lelah seharian lembur dan kau pantas mendapatkan ini...”ucapnya sambil tersenyum lebar.
Noah pun segera menarik Edwin yang masih berdiri untuk duduk dan makan bersama dengan dirinya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1