
Pagi hari Edwin bangun dari tidurnya. Dia merasa suhu tubuhnya sudah normal bahkan menjadi lebih dingin dari suhu normal tubuhnya.
“Astaga... aku ketiduran di sini.. ?!”ucap Edwin melihat ke sekitar dan mendapati dirinya masih berada di kamar mandi.
“Aku harus segera keluar dari sini...”ucap Edwin lagi lalu berdiri keluar dari bathtub.
Dengan tubuh basah kuyup lelaki itu berjalan keluar dari kamar mandi menuju ke kamarnya.
“criek....”Edwin membuka pintu kamar dan dia mendapati Irise yang masih tidur.
“Wanita ini benar-benar masih tidur. Mungkin karena obatnya semakin kuat...”batin Edwin sambil tersenyum.
“brrr...”Edwin merasa kedinginan.
“Hachi... hachi...hachi...”suara Edwin yang sampai bersin-bersin karena kedinginan.
Lelaki itu kemudian segera mengambil handuk yang tergantung di dinding dan mengeringkan tubuhnya.
Noah yang pura-pura tidur meliriknya dan tersenyum tanpa suara.
Setelah mengeringkan tubuhnya Edwin kembali menggantung handuk di tempatnya kemudian dia mengambil baju kering dari lemari dan memakainya.
Noah bangun dan duduk menghadap ke arah Edwin.
“Edwin... kau sudah mandi pagi-pagi begini ?”ucap Noah saat melihat lelaki itu sudah selesai berpakaian.
Edwin berbalik saat mendengar suara Irise yang memanggilnya.
“Kau sudah bangun... ?”ucap Edwin bertanya balik.
“Ya... aku merasa lapar. Apa kau mau aku buatkan sarapan pagi untukmu ?”balas Noah berdiri lalu menghampiri Edwin dan memegang bahunya.
Edwin teringat jika semalam dirinya menjadi aneh setelah memakan makanan yang dibuat oleh Irise dan dia tak mau hal yang sama dengan semalam terulang lagi.
“Tidak... sayang... aku belum lapar...”jawab Edwin menolak sambil menyentuh pipi Irise.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum dan memegang tangan Edwin.
“Bilang saja kau takut aku meracuni makanan mu lagi seperti semalam...”batin Noah kemudian menyingkirkan tangan Edwin dari pipinya.
“Baiklah kalau begitu aku sarapan dulu...”ucapnya lalu menarik tangannya dari bahu Edwin dan keluar dari kamar.
Sementara Edwin di dalam kamar semakin merasa dingin dan semakin sering bersin. Dia pun mengambil jaket tebal kemudian berbaring di tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.
Satu jam kemudian admin keluar dari kamar setelah merasakan tubuhnya lebih hangat dari sebelumnya. Dia pergi ke ruang makan dan segera menyantap hidangan yang ada di sana.
“Bibi... hidangan ini siapa yang masak ?”tanyanya saat melihat pelayan lewat di dekatnya.
“Itu masakan ku tuan, apa ada yang salah atau ada yang kurang ?”jawab pelayan wanita itu berhenti dan menjelaskan.
Karena hidangan yang tersaji bukanlah masakan yang dibuat oleh Irise, dia pun minta pelayan wanita itu melanjutkan pekerjaannya.
“Aku akan memakannya sekarang...”Edwin menarik kursi dan duduk lalu mengambil hidangan dari meja dan menyantap nya.
Selesai makan lelaki itu mengeluarkan obat flu yang dia ambil sebelum keluar kamar dan segera meminumnya dengan air putih.
Lima menit kemudian dia berdiri dan kembali ke kamar. Edwin berganti baju untuk berangkat kerja ke kantor.
“Sudah selesai... aku berangkat sekarang...”gumamnya sambil memasang dasi di depan cermin.
Edwin mengambil tas kerja dan berjalan keluar dari kamar.
“broom....”Suara mobil yang dikendarai oleh Edwin meluncur dari garasi rumah.
“tap... tap....tap....”Suara langkah Noah berjalan keluar dari ruangan lain setelah mendengar suara dari mobil yang keluar dari rumah.
“Jadi dia sudah berangkat ke kantor... jadi sebaiknya aku juga bersiap sekarang...”gumam Noah tersenyum lebar menatap ke arah pintu sambil menyenangkan tangan di dada.
“Noah... apa maksudmu... apa yang akan kau lakukan ?”tanya Sharp Eye yang mengikutinya.
“Ya sepertinya saatnya show up. karena selama ini Irise hanya berada di rumah dan tak pernah melihat perusahaan ayahnya...”ucap Noah menjelaskan.
__ADS_1
Dia pun masuk ke kamar mandi lalu berganti baju bersiap untuk berangkat ke kantor.
Dua puluh menit kemudian setelah dia selesai merias wajahnya. Dia pun es krim mengambil tas dari dalam lemari dan berjalan keluar dari kamar.
“Nona mau kemana...?”tanya Bibi pelayan saat melihat nona muda keluar dari kamar.
“Aku hari ini mau ke kantor bi...”jawabnya singkat sambil tersenyum dan berjalan kembali setelah sebelumnya berhenti sebentar.
“Tak biasanya nona berangkat ke kantor...”batin Bibi pelayan yang merasa aneh. Namun wanita itu tak ambil pusing dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang masih banyak dan belum selesai.
Noah tiba di perusahaan ayahnya. Dia memarkir mobilnya lalu turun dari mobil.
“Pagi Nona Irise...”sapa para tugas security yang sedang berjaga di tempat parkir.
“Pagi...”balas Noah sambil tersenyum kecil dan terus berjalan menuju ke kantor.
“tap... tap... tap...”Noah berjalan masuk ke kantor dan melewati lobi. Di sana beberapa staf yang lewat juga menyapa dirinya.
“Ding...”Noah masuk ke lift menuju ke ruangan tempat ayahnya berada.
“kriek...”Noah sampai di depan pintu ruangan di tempat ayahnya berada saat ini dan membukanya.
“Irise... ??”ucap David yang terkejut saat melihat kedatangannya.
“Kenapa kau ke sini... ?”tanya Ayahnya yang merasa aneh saja karena biasanya putrinya itu lebih senang berada di rumah daripada berada di kantor.
Edwin yang berada tak jauh dari mereka berdua seketika menatap Irise dan menghampirinya.
“Sayang....bukannya biasanya kau lebih suka menikmati waktu di rumah ?”ucap Edwin yang merasa tidak senang dengan kedatangan istrinya.
Noah menarik dasi Edwin agar lelaki itu mendekat padanya.
“Aku adalah satu-satunya putri pewaris perusahaan ini jadi aku juga harus membantu ayah mengurus perusahaan ini.”ucapnya menjelaskan pada Edwin karena selama ini lelaki itu selalu melarang Irise untuk pergi ke kantor dan menyuruhnya untuk menikmati waktu di rumah.
Noah kemudian berjalan dan duduk di samping ayah Irise, melihat apa ada sesuatu yang bisa dia kerjakan.
__ADS_1
BERSAMBUNG....