Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 24 Permintaan Tugas


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan meeting dengan berbagai perusahaan berakhir, di kantor Dion sering berkomunikasi dengan manajer Sony.


Siang hari di ruangan kerja tampak Dion sedang sibuk menggerakkan jemarinya di atas keyboard sambil menatap monitor komputer di depannya.


“Banyak sekali harus ku input hari ini...”desahnya mulai merasakan jarinya yang pegal memasukkan tumpukan data yang ada di mejanya sedari pagi.


“kring... kring... kring...”suara ponsel Dion yang berdering di tengah kesibukannya.


Dion menghentikan pekerjaannya sejenak dan mengeluarkan ponsel yang dia letakkan di laci mejanya.


“Halo....”ucap Dion saat menerima panggilan telepon.


“Dion aku membutuhkan bantuan mu saat ini. Apa kau bisa membantuku ?”ucap seorang lelaki dari seberang telepon dan dia nelpon padahal suara itu meskipun dia tidak sempat melihat siapa yang meneleponnya tadi.


“Ma-mananer Sony... ?!”ucap Dion dengan terbata-bata sambil menatap ke sekitar memperhatikan rekan kerja serangan nya.


Dion berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan keluar dari ruang kerjanya karena tak ingin ada yang mencuri dengar percakapannya.


“Ya manajer Sony... apa yang bisa ku bantu... ?”tanya Dion berdiri di tempat sepi jauh dari lalu-lalang para staf yang bekerja.


Manajer Sony kemudian menjelaskan maksudnya dan menyampaikan tugas apa yang dia berikan pada Dion.


Sementara di dalam ruangan Vivian memperhatikan gerak-gerik Dion tanpa sepengetahuan oleh lelaki itu.


“Sharp Eye... kira-kira apa yang dibicarakan oleh si bajingan itu ?” tanya Vivian pada elang yang terbang di sekitarnya.

__ADS_1


Sharp Eye kemudian mendarat di meja Vivian dan menatapnya.


“Noah... apa kau ingin melihatnya ?”tanya sang elang itu pada Noah.


“Tentu saja aku tak ingin kelewatan satupun pada apa yang diperbuat lelaki itu !”jawabnya Apakah ingin segera melihat tayangan dari Sharp Eye.


Sang Elang segera menampilkan tayangan slide pada Noah di monitor nya.


“klik...”tayangan yang menampakan aksi Dion secara live di suatu tempat terlihat di monitor Dion.


Semua percakapan Dion terdengar dengan jelas pada tayangan yang ditampilkan oleh Sharp Eye.


Terlihat Dion berbicara sambil mengawasi sekitar untuk berjaga-jaga.


“Baik... baik Manjer Sony. Aku akan mencarikan informasi itu untukmu.”balas Dion menyanggupi permintaan dari lelaki itu.


Dion teringat jika sebelumnya lelaki itu belum mentransfer sejumlah dana ke rekeningnya, dan dia pun mengingatkannya kembali.


“ehhm... ehm... Manajer Sony... Bagaimana dengan data yang sebelumnya kuberikan padamu... apa itu berguna ?”tanya Dion mengejar dan menuntut haknya yang belum dia terima sampai saat ini.


“Oh ya... aku baru ingat. Beres masalah itu. Sebentar lagi aku akan mengirimkannya padamu.”balas Manajer Sony sambil tersenyum.


“Terima kasih manajer Sony... senang bekerja sama denganmu.”ucap Dion tersenyum lebar kemudian mengakhiri percakapan.


“klik....”tayangan yang disaksikan oleh Noah berakhir. Dia pun segera memasukkan ponsel bisa kok kayak videonya kemudian berjalan kembali menuju ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Dion berjalan masuk dengan langkah kaki tenang. Saat dia berjalan di depan Vivian, dia mendengar gadis itu bicara dengan keras.


“Oh... aku barusan melihat tayangan televisi tentang office crime. Seseorang rela menukar informasi demi sejumlah rupiah.”ucap Vivian berbicara sambil menatap teman kerja yang ada di samping kanannya.


“Oh ya... tapi hal seperti itu terkadang juga nyata terjadi di tempat kerja.”ucap teman kerja Vivian menanggapinya dengan wajar.


Dion menoleh ke samping kanan dan jelas mendengarkan apa yang mereka obrolkan.


“Kenapa Vivian membahas hal itu... apa dia tahu apa yang ku lakukan ? Tapi itu tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Mana bisa dia memata-matai ku...”batin Dion yang merasa gadis itu sedang menyindirnya dan membicarakan tentang dirinya.


“Mungkin hanya pikiranku saja yang terlalu khawatir.”batin Dion kemudian segera berjalan dan kembali ke tempat duduknya.


Tak lama kemudian dia mengeluarkan ponselnya. Iseng dia masuk ke aplikasi mobile banking untuk mengecek saldonya.


“Wah... ternyata benar sudah cair dan lumayan bisa aku tabung...” batin Dion tersenyum lebar kemudian menutup kembali ponselnya setelah puas melihatnya.


Vivian yang sudah selesai mengobrol dengan rekan kerja di sebelahnya menatap kembali Dion yang saat ini sedang sibuk menatap monitor di depannya.


“ckk... ckk.. Dion... Dion... sampai kapan kau akan memanfaatkan orang lain seperti itu...”batin Vivian tersenyum sendiri menatapnya.


“Sepertinya akan ada pertunjukan menarik setelah ini.”gumam gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya dan menatap lagi monitor di meja nya.


Vivian merasa senang tanpa perlu dia bertindak lelaki itu sudah masuk sendiri ke lubang ular yang akan menelannya hidup-hidup.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2