Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 48 Ke Dokter


__ADS_3

Tak lama kemudian Andre tiba di sebuah rumah sakit kulit. Dia segera turun dari mobilnya dan masuk ke rumah sakit.


Dia mengantri di loket lalu menunggu antrian. Sambil menunggu dia pun merasakan gatal mulai kembali menyerah bercampur rasa panas terbakar di sekujur tubuhnya.


Beberapa pasien lain yang duduk di sekitar Andre tampak melihat lelaki itu dan berbisik.


“Lihat... lelaki itu sakit apa sebenarnya... hingga kulitnya terlihat seperti itu...”ucap seorang pasien berbisik lirih pada pasien lain di sebelahnya.


“Dari tanda yang nampak apa mungkin orang itu terkena HIV... ?”jawab pasien yang berada di sebelahnya.


Mereka menatap Andre dengan tatapan aneh bercampur rasa takut. Sementara Andre yang merasa sedang dibicarakan dia pun menatap dua orang yang ada di depannya dan dua orang tadi langsung berhenti membicarakannya kemudian mengalihkan pandangan dari Andre.


“Sial dua orang tadi membicarakan aku ! Mereka kira aku tidak bisa mendengarnya apa... aku sama sekali tidak sakit dan benar-benar sehat. Mana mungkin aku terkena HIV... ? Dasar asal bicara saja mereka itu....”batin Andre merasa kesal melihat dua wanita tadi menggosipkan dirinya.


Andre duduk menunggu antrian dengan mencoba cuek karena banyak orang memperhatikan dirinya. Setelah beberapa jam menunggu akhirnya dia pun dipanggil juga.


“tap... tap... tap...”Andre berjalan masuk ke dalam ruangan.


Di dalam ruangan dokter spesialis kulit memeriksa ruam coklat di tangannya.


“Pak... apa yang terjadi sebelumnya hingga seperti ini ?”tanya dokter setelah memeriksa tangan Andre.


Andre pun menjelaskan pada dokter jika sebelumnya dia meminum obat anti alergi dan juga membasuh ruam merahnya dengan air hangat.


“Oh jadi begitu... untung saja anda segera berobat ke sini jika terlihat sedikit saja maka bekasnya akan permanen.”balas dokter tersenyum sambil menatap Andre.


Andre merasa beruntung dokter itu bilang jika dirinya tidak terlambat berobat dan gatal serta bekas yang terbakar di tubuhnya bisa disembuhkan.

__ADS_1


“Srak... srak... srak...” dokter menuliskan beberapa resep obat untuk Andre.


Setelah selesai menuliskan resepnya dokter itu menyerahkan resep itu pada Andre.


“Terima kasih dokter...” jawab Andre menerima resep sambil tersenyum lalu keluar dari ruang periksa.


Andre berjalan menuju Apotek untuk menyerahkan resep dan menebus obatnya.


“Ini resep obatnya...”ucap Andre sambil menyerahkan resep tadi pada petugas apoteker.


Lima menit kemudian petugas apoteker kembali membawakan obat dan menyerahkan obatnya pada Andre.


“Berapa... ?”tanya Andre menanyakan dan meminta nota pembayaran yang harus ditebusnya.


“Ini pak nota nya... silahkan ke kasir...”balas petugas apa bakal menyerahkan nota pada Andre.


Dia terkejut sekali saat membaca jumlah nominal yang harus dibayarnya.


“Apa... tiga juta... ? Apa aku tak salah baca ?”batin Andre melihat sejumlah angka nol dan menghitungnya ulang siapa tahu saja dia salah melihat, alias angka nolnya kebanyakan.


“Hanya dua jenis obat saja harganya segini... ?!”gumam Andre yang syok ternyata dia tidak salah menghitung jumlah angka nol di belakangnya.


Dia pun menyerahkan apa yang tadi di bawanya pada kasir kemudian mengeluarkan dompet dan ATM nya.


“Tolong Untuk pembayarannya gesek saja...”ucap Andre memilih pembayaran non tunai.


Petugas kasir tersenyum kemudian mengambilkan EDC. Andre pun sekarang menghasilkan kartu atm-nya dan menekan tombol nomor pin nya dengan berat hati.

__ADS_1


“Kling... Kling...” bunyi suara pembayaran sukses.


“Ini pak silakan dibawa kembali notanya.”ucap petugas kasir menyerahkan kembali nota pembayaran pada Andre.


Andre berjalan dengan lemas keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobilnya. Dia kemudian tidak langsung pulang ke rumah namun hampir sebentar ke rumah Rianty.


Dari dalam rumah Rianty mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah, dan dia pun segera membuka pintu dan keluar.


“Andre... kenapa mukamu seperti itu ?”tanya Rianty terkejut saat melihat wajah Andre merah dan sebagian seperti terbakar.


“Aku akan jelaskan di dalam. sekarang kita masuk dulu.”ucapnya kemudian berjalan masuk ke rumah bersama Rianty.


Di dalam mereka berdua duduk di sofa bersebelahan. Kemudian Andre menceritakan apa yang terjadi padanya.


“Aku membayar mahal untuk obatnya...”ucap Andre mengeluarkan nota pembayaran dan menunjukkan pada Rianty. Dia juga menyerahkan obat yang diterimanya tadi pada Rianty dan memintanya untuk mengoleskan ke tubuh dan wajahnya.


Rianty meminta Andre untuk berbaring dan melepas bajunya dan mengoleskan salep pada wajah dan sekujur tubuhnya.


Di luar rumah Rianty tampak sebuah mobil berhenti di seberang jalan tak jauh dari rumah itu.


Di dalam mobil itu ada Noah yang sedang melihatnya dari balik kaca jendela mobil bersama Sharp Eye.


Noah mengeluarkan kamera dan mengarahkan pada rumah Rianty.


“cekrek... cekrek... cekrek.”Noah mengambil foto bukti keberadaan Andre saat itu.


Setelah puas mengambil foto dia pun melajukan mobilnya Kembali menuju ke jalanan. Noah tersenyum puas melihat tayangan yang di putar oleh Sharp Eye yang menunjukkan Andre sedang diobati dan dia merasakan panas lebih parah dari sebelumnya di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2