
Selama sesi meeting semua peserta meeting tampak mematuhi peraturan dan meeting kali ini berjalan dengan lancar.
Di tengah meeting Dion sering menatap salah satu peserta meeting dari perusahaan lain, manajer Sony, seolah seperti mengincar lelaki itu.
Vivian dari kejauhan memperhatikan gerak-gerik Dion namun dia hanya tersenyum saja dan pura-pura tak melihatnya, bahkan cuek padahal itu.
“Aku tak sabar kali ini pertunjukan apa yang akan kulihat ?” batin Vivian meletakkan premi yang dipegang sambil menyilang kan kakinya.
Tiga jam kemudian meeting berakhir. Semua peserta meeting keluar dari ruang meeting dengan tertib. Dion sengaja duduk di kursinya dengan tenang dan keluar belakangan untuk menunggu targetnya keluar ruangan.
Sedari tadi Dion terus mengawasi dan memperhatikan manajer Sony, tanpa sepengetahuan orang itu.
“Manajer Sony mau keluar...aku harus segera bergegas sebelum kehilangan dia.” batin Dion saat melihat manajer Sony berdiri dari tempat duduknya dan sedang mengobrol bersama peserta meeting lain.
Dion berdiri dan segera berjalan keluar dari ruang meeting. Di luar ruang meeting lelaki itu sengaja berdiri di depan pintu keluar untuk menunggu manajer Sony.
Suasana di luar ruang meeting tampak ramai. Sebagian peserta meeting tampak berbincang-bincang mengenai pekerjaan dan hal lainnya di luar pekerjaan.
“tap... tap... tap...” suara langkah manajer Sony keluar dari ruang meeting bersama peserta meeting lain. Mereka masih terlibat dalam sebuah percakapan.
“Baik manajer Cakra... mungkin kita bisa membahas hal itu lain kali di luar perusahaan.” ucap Manajer Sony pada rekannya sambil tersenyum.
“Ku harap manajer Sony mempertimbangkan tawaran kerja sama dariku dan aku tunggu kabar bagus dari manajer Sony.” balas Manajer Cakra tersenyum durian berlalu meninggalkan lelaki tadi.
Manajer Sony melanjutkan langkahnya sambil memasukkan dokumen yang diterimanya dari manajer Cakra ke dalam tasnya.
Dion segera berjalan cepat begitu manajer Sony sudah berjalan seorang diri.
__ADS_1
“Manajer Sony... tunggu sebentar !” panggil Dion mengejar lelaki tadi sebelum kembali ke perusahaannya.
Manajer Sony matikan langkahnya saat mendengar seseorang memanggilnya.
“Ya...” jawabnya berhenti dan berbalik.
“Manajer Sony aku ingin menawarkan kerjasama dengan anda.” ucap Dion pada lelaki itu.
“Sebentar... kau adalah Dion dari departemen Litbang perusahaan ini kan...” balas Manajer Sony mencoba mengingat Dion setelah bertemu beberapa kali dalam meeting di perusahaan lain.
“Ya benar... ternyata anda masih mengingat ku.” balas Dion tersenyum lebar karena lelaki itu ingat namanya.
“Kerja sama apa dia ingin kau tawarkan padaku Dion... ?” tanya manajer Sony penasaran.
“Ini sesuatu yang sangat bagus dan menjanjikan. Aku tahu bagaimana performa perusahaan anda saat ini yang masih kalah jauh dengan perusahaan ini.” ucap Dion memancing dan tersenyum kecil pada lelaki itu.
“Aku bisa membuat performa perusahaan anda melebihi perusahaan ini.” balas Dion kemudian lebih mendekat pada lelaki itu dan melanjutkan ucapannya dengan berbisik karena di sekitarnya masih banyak orang dan sebagian adalah rekan kerjanya sendiri.
“Aku punya data rahasia perusahaan ini... dan bla-bla-bla...” ucap Dion berbisik lirih pada manajer Sony dan menjelaskan apa yang ditawarkannya.
Manajer Sony tersenyum lebar setelah mendengar apa yang merasa diucapkan oleh Dion dan tampak menanggapi tawaran darinya.
“Menarik sekali... aku benar-benar tertarik. Ayo kita bicarakan dulu hal itu sekarang.” ucap Manajer Sony dengan mata berkilat-kilat penuh kemenangan karena selama ini dia berniat untuk mengungguli perusahaan tempat Dion bekerja.
“Dengan senang hati manajer Sony...” balas Dion.
Manager Sony melangkahkan kakinya berjalan menuju ke suatu tempat dan Dion mengikutinya setelah lelaki itu mengajaknya segera pergi dari sana.
__ADS_1
Manager Sony yang sering ikut meeting di perusahaan tempat Dion bekerja sedikit banyak tahu lokasi beberapa tempat di sana.
“Kita bicarakan hal itu dengan santai di kantin.” ucap Manajer Sony yang berjalan menuju ke arah kantin berada.
Beberapa saat kemudian setelah mereka berdua tiba di kantin, mereka duduk di sebuah kursi yang terletak di sudut dan paling belakang untuk menghindari keramaian.
“Jadi data seperti apa yang akan kau berikan padaku... ?” tanya manajer Sony.
Dion mengeluarkan flash disk dari dalam tasnya kemudian menunjukkan pada manajer Sony.
“Semua data penting perusahaan ini ada di sini. Dan tidak semua tahu tentang file ini.” jawab Dion sambil menaruh flashdisk tadi ke meja.
Manajer Sony mengambil flash disk dari tangan Dion, namun Dion segera menariknya dengan cepat sebelum lelaki itu berhasil meraihnya.
“Manajer Sony... apa yang ada di dalam sini mahal harganya.” balas Dion dengan tersenyum.
“Ya... aku mengerti maksud mu. aku akan membayarnya dengan harga tinggi dan itu tak akan mengecewakan mu.” balas lelaki itu tersenyum lebar.
Dion memberikan flashdisk tadi pada manajer Sony dan tersenyum puas penuh kemenangan karena sebentar lagi dia akan mendapatkan apa yang dia mau.
BERSAMBUNG....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dear pembaca semua, tolong dukungannya pada kisah ini dengan memberikan komentar meskipun itu singkat untuk memberikan semangat pada penulis agar terus bisa menulis.
Terimakasih... 💋💋
__ADS_1