
Tomy menunjukkan kemesraannya dengan Linda pada semua pekerja yang ada di cafe nya. Dan tentu saja dirinya menjadi trending topic obrolan para pekerjanya. Tapi memang itu tujuannya menunjukkan kemesraan dengan Linda.
Di lain tempat terlihat Freya yang sedang berada di rumah bersama Kevin. Terlihat mereka berdua sarapan bersama di ruang makan.
Setiap kali melahap sesendok makanan ia menatap Kevin yang duduk di depannya.
“Ada apa dengan gadis ini ? Kenapa dia terus menatapku ?”batin Kevin merasa terganggu karena tingkah aneh sang istri.
Namun lelaki itu berpura-pura tak melihatnya dan mencoba fokus pada piringnya.
“Oh... ternyata dia tak bergeming melihat kau seperti ini. Hmmh... baiklah aku ganti cara lain.
Freya kembali mengambil sesuap nasi dari piringnya namun dia tidak memakannya sendiri dan menyuapkannya pada Kevin.
“Ayo buka saja mulutmu.”ucap Freya.
“Freya... kau ini kenapa ? Aku bisa makan sendiri.”balas Kevin menolak dan tak mau membuka mulutnya. Bahkan dia merasa curiga karena selama ini dia memperlakukan gadis itu dengan tidak layak sedangkan sebagai balasannya gadis itu malah melakukan hal yang baik untuknya.
Kevin segera menghabiskan makanan yang ada di piringnya agar gadis itu tak berulah lagi padanya.
“Hhmmm....”Freya melanjutkan makannya dengan berpose menggoda membuat Kevin melalui dah saat melihatnya.
“Apa sebenarnya yang diinginkan gadis ini ?”batin Kevin mengalihkan pandangan agar tidak tergoda.
“Aku sudah selesai, aku berangkat duluan.”ucap Kevin lalu terdiri dari kursi dan akan berangkat ke kantor.
Sylvia sebelumnya membeli banyak item dengan poin Noah untuk digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Auwh....!”teriak gadis itu saat berdiri sambil memegang ujung kursi karena kakinya terkilir.
“Auuwh.... sakit sekali kaki ku !”pekik Freya kesakitan saat mencoba berjalan satu langkah.
Kevin yang saat itu sedang berdiri menetap ke arah Freya.
__ADS_1
“Aah... apa lagi yang terjadi pada gadis ini ?”batin Kevin melihat Freya memegangi pergelangan kaki.
Lelaki itu ingin bersikap cuek namun ternyata tak bisa dan ia pun menghampiri gadis itu.
“Freya kenapa kaki mu ?”ucap Kevin sambil menatap pergelangan kaki Freya.
“Aku tidak tahu kenapa, tapi terdengar suara "krak" lalu kakiku sakit sekali buat jalan.”jawab Freya dengan wajah meringis kesakitan.
“Apa kau sebaiknya ke dokter saja, aku akan mengantar mu.”balas Kevin menawarkan bantuan.
“Tidak-tidak.... aku tidak ingin pergi ke dokter. Aku tetap ingin di rumah saja.”balas Freya masih meringis menahan rasa sakit.
“Baiklah jika begitu aku akan mengantarmu ke kamar saja.”balas Kevin dan menunggu jawabannya.
“Baiklah kalau begitu tolong bawa aku ke kamar.”jawab Freya setuju dengan tawaran suaminya itu.
Kevin meraih tangan Freya lalu membantu berjalan dengan memapahnya menuju ke kamar.
“Auuwh... sakit sekali...”Freya kembali merintih kesakitan saat berjalan dua langkah saja dan dia pun berhenti berjalan.
Gadis itu memeluk leher Kevin. tanpa sepengetahuan lelaki itu dia mengeluarkan sebuah item berupa jarum suntik yang berisi cairan virus cinta.
“clep.... !”Freya segera menyuntikkan jarum suntik ke leher Kevin.
Karena item itu tidak terlihat maka lelaki itu tidak mengetahui ada liquid yang dimasukkan ke tubuhnya.
“phaak !”Kevin menepuk leher bagian belakangnya.
“Kenapa ada nyamuk menggigit di bagian leher, aneh sekali !”batin Kevin merasa lehernya seperti digigit hewan.
Sementara Freya hanya tersenyum kecil tanpa bersuara telah menyaksikan reaksi yang ditunjukkan oleh Kevin.
Kevin tiba di kamar. Dia membaringkan tubuh Freya ke tempat tidur dan duduk sebentar di sana.
__ADS_1
“Sebentar lagi efek dari item yang ku injeksikan tadi pasti segera terlihat.”batin Freya melihat Kevin sambil menatap jam dinding.
Kevin menatap Freya yang masih terlihat meringis kesakitan. Entah Apa sebabnya dia tiba-tiba merasa kasihan sekali pada gadis itu.
“Freya biar aku pijit kaki mu.”ucap Kevin menyentuh pergelangan kaki Freya dan memijatnya pelan.
“hiss.... !”Freya merintih kesakitan saat lelaki itu memijat kakinya. Namun rintihan kesakitan itu terdengar berbeda Oleh Kevin.
Lelaki itu mendengar ******* yang keluar dari bibir Freya.
“Kenapa gadis ini ? Apa dia ?”batin Kevin mengira gadis itu mengundangnya untuk bermain.
“Freya... aku hampir terlambat sekarang. Nanti aku akan panggilkan dokter atau ahlinya ke rumah untuk merawat mu.”ucap Kevin menghentikan pemijatan di kaki istrinya dan beralasan segera berangkat untuk menghindarinya.
“Ya baiklah terima kasih.”balas Freya.
Setelah lelaki itu keluar dari kamarnya, Freya duduk lalu berjalan normal dan mengakhiri aktingnya.
Di luar kamar tampak Kevin masuk ke ruang ganti karena celananya basah.
“Sialan... kenapa aku bisa aneh begini ? Mendengar begitu saja sudah terjadi reaksi !”gumam Kevin mengumpat kesal.
Ia pun segera keluar dari kamar setelah selesai berganti celana. Kevin masuk ke mobil dan segera melajukan mobil menuju ke perusahaan.
Tomy duduk di kursinya. Dia pun menaruh tas kerjanya dan segera membuka laptop di depannya.
“klik... klik...”Kevin melihat data dan mempersiapkan proyek dengan customer asing lainnya.
“hhaahh... kenapa aku tak bisa berpikir ?”gumamnya menyandarkan kepalanya pada kursi dengan kesal karena terbayang terus Freya di depannya dengan pakaian seksi dan manja padanya.
“Apa aku kena karma dari perbuatan ku sebelumnya ?”gumam Kevin yang merasa semakin pusing dan stres karena tak bisa mengendalikan pikiran dan nafsunya.
Seharian di kantor dia pun tak bisa berpikir dengan tenang, sebagai solusi lelaki itu meminum obat tidur untuk menghentikan pikiran nakalnya pada Freya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....