
Sirine di ruangan perawat berbunyi nyaring dan beberapa petugas yang berjaga di ruangan itu setelah berlari menuju ke ruangan tempat di mana alarm tadi berasal.
Petugas medis datang dan segera menghampiri Noah. Mereka mencari akar permasalahannya dengan cepat dan menemukan selang oksigen yang terputus.
“Cepat ambilkan tabung oksigen baru dan juga selang baru.”ucap salah satu petugas medis pada rekannya.
Petugas medis segera keluar dari ruangan. Sementara tugas majas yang ada di dalam berusaha menyetabilkan kondisi Noah.
“Ini tabung oksigen dan selangnya.”ucap petugas medis kembali ke ruangan dengan membawa tabung oksigen beserta selangnya.
Petugas medis segera mengganti tabung selang beserta Selangnya dan memasangkan kembali ke tubuh Noah. Namun meskipun begitu tubuh Noah masih tetap kencang dan mulai berubah berwarna ungu. Para tugas petis yang ada di ruangan berusaha dengan keras untuk menyetabilkan kondisi Noah.
Sementara itu seorang perawat lainnya segera menghubungi petugas keamanan untuk membawa seorang gadis yang tidak dikenal dan membawa senjata tajam di ruangan itu.
“tap... tap... tap...” seorang petugas keamanan masuk ke ruangan tempat Noah dirawat bersama dengan seorang polisi yang ikut bersamanya.
“Dimana si tahanan yang lepas dari sel ?”ucap seorang polisi mencari keberadaan Cheryl di ruangan.
Polisi melihat Cheryl masih tergeletak di lantai dan segera menghampirinya.
Polisi mengangkat tubuh Cheryl dibantu oleh petugas keamanan rumah sakit dan membawanya keluar.
“klik... !”polisi memasang borgol di tangan Cheryl agar gadis itu tak bisa kabur lagi darinya.
Cheryl pun membuka matanya saat merasa ada yang membuat tangannya merasa tak nyaman.
“Tidaak.... lepaskan aku ! Aku tolong kembali ke sel tahanan !!”teriak Cheryl berontak setelah mendapati seorang polisi dan beberapa petugas keamanan berhasil menangkap dirinya.
__ADS_1
Alland semakin tidak paham saja apa dan siapa gadis itu hanya diam saja dan melihatnya.
“Kenapa polisi menangkap gadis tadi. Apa gadis itu buronan ?”batin Alland yang sangat menyayangkan sekali seorang gadis cantik seperti Cheryl di jebloskan dalam sel.
Alland melihat kondisi pasien yang masih belum stabil namun sudah ada yang menangani membuatnya sedikit lega.
“Irise... kau belum sadar juga.”gumam Alland kembali menatap Irise. Ia pun segera membawa Irise keluar dari ruangan untuk mendapatkan perawatan.
Perawat masih terus berusaha keras menyetabilkan kondisi Noah. Kerja keras suara petugas medis akhirnya membuahkan hasil dan Noah terlihat sudah tidak kejang lagi.
“Akhirnya kondisi pasien ini kembali stabil.”ucap para petugas majelis tersenyum dan merasa lega setelah bekerja keras. Mereka pun meninggalkan ruangan Noah setelah keadaannya benar-benar stabil dan bisa ditinggal.
Di tengah jalan Irise tiba-tiba sadar setelah kondisi Noah kembali stabil. Dia membuka mata dan melihat Alland sedang menggendongnya entah kemana.
“Alland... turunkan aku.”ucap Irise pelan.
Irise melihat ke sekitar dan bingung karena sebelumnya dia berada di ruangan tempat Noah dirawat dan sekarang berada di luar rumah sakit.
“Apa kau tidak apa ?”tanya Alland yang melihat Irise sedikit sempoyongan dan membuat lelaki itu kembali menghampirinya dan menopang tubuhnya yang hampir jatuh.
“Irise sebaiknya aku antar kau ke dalam.”ucap Alland mengajak gadis itu untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Tidak... aku benar tidak apa-apa. Tak perlu membawaku untuk periksa. Tolong antar aku ke mobil saja.”balas Irise yang bersikeras menolak tawaran Alland.
Alland pun mengikuti ucapan Irise namun dia tak membawa gadis itu kembali ke mobil Irise dan membawanya ke mobilnya.
“Alland... aku ingin kembali ke mobil ku...”ucap Irise setelah duduk di dalam mobil lelaki itu.
__ADS_1
“Irise...jangan keras kepala aku akan mengurusi mobilmu nanti.”ucap Alland dan mulai menyalakan mobilnya.
Di jalan menuju ke rumah mereka berdua mengobrol. Karena banyak yang ingin ditanyakan oleh Alland dan membuatnya penasaran, ia pun tak segan menanyakannya.
“Irise... apa kau kenal dengan gadis yang berusaha melukai pasien di rumah sakit tadi ?”tanya Alland pada Irise.
Irise terlihat bingung mau berkata apa dan bagaimana menjelaskannya.
“Alland....ku rasa gadis itu ada hubungannya dengan pasien tadi. Tapi secara pribadi aku tidak mengenalnya.”jawab Irise menjelaskan.
Namun penjelasan dari Irise malah membuatnya semakin bingung.
“Lalu apa kau mengenal pasien di rumah sakit tadi ?”tanya Alland lagi.
“Alland... aku... aku tak ada hubungannya dengan pasien tadi tapi aku tak bisa menjelaskannya padamu.”jawab Irise berharap nggak ada pertanyaan lagi dari lelaki itu.
Alland diam sejenak dan menatap Irise. Dia melihat kali ini wanita itu benar-benar berbeda dari sebelumnya. Beberapa kali dia sempat merasa Irise sikapnya berubah tegas dan kadang berubah seperti karakter seorang lelaki tapi kali ini dia bersikap lembut.
Dia pun sempat punya pikiran jika wanita itu mengidap gangguan masalah mental, namun tidak terbukti.
“Irise... sebelumnya aku minta maaf padamu. Aku tahu kau tidak mempunyai gangguan mental. Dan ini hanya tebakan ku saja. Ada roh seseorang yang mendiami tubuh mu.”ucap Alland mengungkapkan yang selama ini ada di pikirannya dan sudah lama dia pendam sejak pertama kali bertemu dengan dirinya.
Irise seketika syok mendengar ucapan Alland yang bisa mengetahui keberadaan Noah dalam dirinya.
“Bagaimana hal ini terjadi...bagaimana lelaki ini bisa melihat diriku ?”ucap Noah pada Sharp Eye yang berada di sampingnya.
Alland masih diam dan menunggu penjelasan dari Irise. Sedangkan Noah tidak tahu lagi apa yang harus dikatakannya karena baru pertama kali ini ada seorang lain yang bisa melihat dirinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...