Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 98 Sebuah Foto


__ADS_3

Di akhir pekan, Irise sengaja pulang mendahului dari kantor karena ingin menghabiskan waktu di rumah bersama ibunya.


Waktu masih menunjukkan pukul 10.00 pagi dan dia segera berdiri dari tempat duduknya kemudian mengambil tasnya dan berjalan keluar kantor.


“Mau ke mana Irise... ?”batin Edwin menoleh ke belakang menatap istrinya yang berjalan santai keluar dari kantor.


“Paling-paling dia ke mall atau ke rumah ibunya...”batinnya lagi tak perlu mengkhawatirkan istrinya.


Dia pun malah tersenyum lebar karena tak ada lagi akan mengganggunya di kantor bersama dengan Lilia saat ini dan Dia bebas melakukan apapun dengan kekasihnya itu tanpa harus berpura-pura lagi karena David juga tak ada di kantor.


“Sayang... Aku tidak tahu kenapa ayah dan anak itu sekarang tidak ada di kantor. Tapi yang terlebih penting lagi kita bisa bebas hari ini.”ucap Edwin berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Lilia.


Lilia menoleh ke belakang dan mendapati hanya ada mereka berdua lalu tersenyum lebar dan berdiri kemudian duduk berdua bersama Edwin di kursi lain dengan santai dan saling bersandar.


Irise duduk di mobil sambil tersenyum kecil melihat ke arah jendela kantor. Dengan tirai terbuka dia pun bisa melihat Apa yang dilakukan Edwin dan Lilia saat ini.


“Ck... ck... apa mereka kira perusahaan ini ada cctv-nya apa... ?!”gumamnya terlihat enek dan jijik melihat tingkah mereka berdua.


Dia pun segera melaju mobilnya keluar dari tempat parkir menuju ke rumah.


“tap... tap... tap...”Irise turun dari mobil Setelah tiba di rumah dan berjalan masuk menuju ke kamarnya untuk berganti baju.


“Oh ya... aku belum minum obat ku...”gumamnya lalu menaruh tas kemeja dan perjalanan menuju ke kotak obat.


Irise mawar kan obat dari botol obat dan segera meminumnya. Dia pun kembali menuju ke lemari dan segera berganti baju.


Untuk sejenak dia duduk di tempat tidur menghadap ke meja di mana desanya ada foto keluarga dirinya bersama ayah dan ibunya.

__ADS_1


“Foto ini kan saat aku baru lulus kuliah...”gumamnya lalu mengambil foto itu dan memegangnya. Ingatannya pun kembali pada moment kebersamaan mereka. Dia pun hanyut dalam ingatan masa lalu nya.


“kriek...”suara pintu terbuka. David masuk kamar Irise. Dia melihat putrinya melamun menatap sebuah foto hingga tidak tahu jika dirinya masuk.


“Foto siapa yang dia lihat... ?”batin David penasaran.


Lelaki itu pun kemudian berjalan dan berhenti di belakang Irise. Dia kaget saat melihat foto mereka bertiga.


Ada sedikit rasa yang menyisip di dadanya saat melihat foto istrinya.


“Hei Noah... ayahnya Irise ada di belakang mu.”ucap Sharp Eye menyadarkan Noah agar segera mengambil alih kembali tubuh Irise setelah melihat kedatangan David.


“Ah.... !”Noah pun segera tersadar lalu menoleh ke belakang.


“Ayah...sejak kapan ayah ada di sana ?”ucapnya kaget.


“Oh ya... ada apa ayah mencari ku... ?”ucap nya langsung ke pokok permasalahan.


“Tidak ada... aku hanya lewat saja tadi dan melihat pintu kamar mu yang terbuka.”balas David dengan tenang.


Irise pun teringat jika dia akan mengunjungi ibunya.


“Oh kukira ada apa... jika tak ada masalah aku akan pergi dulu ke rumah ibu.”ucap Irise lalu berdiri.


Dia menaruh kembali foto yang dipegangnya ke meja.


“Ayah aku pergi dulu...”ucap Irise berpamitan pada ayahnya.

__ADS_1


“Ya....ayah juga akan pergi dan kembali ke rumah setelah ini.”jawabnya sambil tersenyum.


Irise berjalan keluar kamar namun dia berhenti tak jauh dari pintu kamarnya dan menetap ke arah kamarnya.


David berjalan dan berhenti di depan meja kecil. Dia pun menata foto keluarga yang tadi dilihat oleh Irise dan mengambilnya.


“Aku masih ingat bagaimana kau tersenyum bahagia saat itu. Kau adalah wanita yang pernah aku ajak hidup susah hingga menjadi sukses seperti ini...”gumamnya sambil memejamkan mata dan merasakan sedikit rasa perih yang menyusup di dadanya karena meninggalkan istrinya saat ini.


Untuk sejenak dia pun membawa foto itu dalam pelukannya sambil memejamkan mata dan teringat pada saat dirinya masih baru menikah dengan istrinya.


“Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran lelaki itu.. tapi ku rasa dia masih mempunyai rasa untuk istrinya...”gumam Noah yang melihat dari kejauhan dan tersenyum tipis.


Dia pun kembali berjalan sebelum ayahnya keluar dari kamar itu dan melihatnya.


“Semua itu adalah masa lalu... apa bisa kita kembali lagi seperti dulu...”batin David lalu meletakkan kembali foto ke meja.


“Dan sekarang saat ini aku sudah menemukan seorang gadis sebagai pengganti dirimu...”ucap David teringat pada bayangan Lilia yang selalu menurut pada apa yang dia ucapkan, tidak seperti istrinya.


Lelaki itu kembali menatap foto itu sebentar namun dia segera berpaling dan berjalan keluar dari kamar Irise karena dia tak mau ntar lama-lama berada di kamar itu dan larut dalam kenangan masa lalunya yang akan berubah pikirannya.


Noah sudah duduk di mobil dan melajukan mobil itu ke jalanan menuju ke rumah ibunya.


Setelah melihat reaksi David dia pun menyimpulkan jika sebenarnya jauh dalam lubuk hati lelaki itu masih ada sosok ibunya Irise yang masih menempati hatinya.


“Mungkin aku bisa membantu mereka berdua kembali...”gumam Noah tersenyum lebar teringat pada ekspresi David yang tak bisa dilupakan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2