
Keesokan harinya di sore hari Noah sudah selesai bersiap dan dia keluar dari rumah menuju ke lokasi hotel yang disebutkan oleh Andre sebelumnya dengan mengendarai mobilnya.
Beberapa saat kemudian dia tiba di depan hotel Hilton. Di sana ternyata Andre sudah datang duluan dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.
“tap... tap... tap...”Noah jalan masuk ke hotel. Dan Andre yang duduk dari tadi menunggunya seketika berdiri dan menyambut kedatangannya.
“Renata... kau datang akhirnya...”ucap Andre di depan pintu dan mengajaknya duduk di lobby tamu.
“Tentu saja aku datang karena menyangkut dengan masalah kita.”balasnya Noah ketus dan tak mempedulikan perasaan Andre.
Mereka berdua kemudian duduk berhadapan. Noah yang merasa enek melihat Andre tidak bicara basa-basi dan langsung ke poinnya.
“Andre... jadi apa tujuanmu mencoba bertemu hari ini ?”tanya Noah yang tidak sabaran.
“Jangan tergesa-gesa begitu Renata santai saja...”jawab Andre sambil tersenyum kecil menatapnya.
Andre menepuk tangan dan tak lama setelahnya seorang waiter datang menghampirinya dengan membawakan dua gelas minuman anggur.
“Silahkan tuan minumnya...”ucap waiter tadi lalu menaruh minumannya di meja.
“Oh... aku tidak minum anggur kau tahu itu kan ?”ucap Noah menolak secara tegas minuman yang ditawarkan oleh Andre. Karena dia tahu di dalam minuman itu pasti sudah dicampurkan sebuah obat yang terlihat dari warnanya yang sedikit lebih gelap.
Andre kembali menepuk gantangan dan seorang waiter datang kembali menghampirinya.
“Tolong bawakan satu dus jeruk untuk nona ini.”ucap Andre pada waiter tadi.
Setelah waiter itu pergi Andre mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan pada lelaki yang disewanya agar mencampurkan obat ke dalam jus sebelum jus itu sampai di tangan Renata.
Tak berapa lama kemudian waiter kembali dan menyajikan jus jeruk di meja.
__ADS_1
“Minumlah jusnya...”ucap Andre sambil melihat jus jeruknya lalu tersenyum kecil.
“Jadi Andre juga mencampurkan obat ke dalam jus ini...”batin Noah saat melihat ekspresi Andre yang tersenyum licik.
“Ya.... aku belum haus sekarang. Nanti aku minum.”jawab Noah singkat sambil menatap jus tadi.
Andre pun mulai bicara tentang masalah pernikahan mereka.
“Renata bagaimana jika aku putus dengan Rianty dan kita tak perlu bercerai ?”ucap nya memulai obrolan.
“Tidak Andre... aku sudah bilang tidak dan tak akan pernah berubah. Jika hanya itu yang kau bicarakan sebaiknya aku pergi sekarang.”balas Renata kemudian berdiri.
Andre menarik tangan Renata dan menahannya duduk kembali.
“Haah... baiklah kalau begitu aku akan membahas lainnya.”balas Andre kemudian membahas hal lain di luar masalah mereka.
Sementara Renata hanya diam mendengarkan dan tampak menguap.
Tak beberapa lama kemudian ponsel atau berdering.
“Ya halo Andre... ada apa... ?” jawab Renata setelah mengangkat telepon.
“Kau bisa menemui ku sebentar di kamar nomor 306 ? Ini tidak seperti yang kau bayangkan tolong ke sini sebentar.”ucap Andre menjelaskan ditelepon.
“Ya baiklah aku akan menyusul mu ke sana...”balas Renata kemudian mematikan telepon.
Gadis itu berjalan menuju ke kamar yang disebutkan oleh Andre dengan berani mendatangi jebakan yang telah dipersiapkan oleh Andre.
Begitu tiba di depan kamar bernama 306 Renata membuka pintu. Dia masuk dan menutup kembali pintunya.
__ADS_1
Di dalam kamar dia melihat seorang lelaki membohonginya dan dia yakin jika lelaki itu bukanlah Andre.
“Halo nona...”ucap lelaki itu saat berbalik dan ternyata memang bukan Andre.
Renata mencoba tenang dan menanggapi lelaki itu dengan datar.
“Siapa kau... ?”ucap Renata.
“Nona kau tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas di sini kau akan menjadi milikku malam ini. Dan aku akan membuatmu melayang.”ucap lelaki itu tersenyum lebar lalu menghampirinya.
Lelaki tua dan botak itu memegang erat tangan Renata dan menariknya menuju ke tempat tidur.
“Jika kau berani menyentuh tubuhku sedikit saja maka kau akan tahu akibatnya !”bentak Renata dengan marah.
Benar saja lelaki tua tadi mulai kasar dan membanting tubuh Renata ke tempat tidur. Noah pun segera mengambil alih tubuh Renata untuk memberi pelajaran lelaki tadi.
Noah duduk kemudian menarik oleh kita di dan membanting tubuhnya dengan keras ke lantai.
“Coba saja jika kau berani menyentuh ku.”ucap Noah kemudian menghampiri lelaki tadi dan memukul kepalanya dengan keras hingga membuat lelaki tadi jatuh dan tak sadarkan diri.
“Setelah kau bangun kau akan tersenyum lebar...”ucap Noah mengambil tali yang sudah dia siapkan dan mengikat tangan serta kaki lelaki itu. Dia juga menyumpal mulutnya agar nanti tidak bersuara.
Di luar hotel Alden melintas dan berhenti saat melihat mobil Renata terparkir di sana. Dia pun kemudian masuk ke hotel melewati lobi dan melihat tas Renata di sana.
“Kemana dia pergi ?”gumam Andre kemudian duduk di kursi untuk menunggu wanita itu kembali.
Dia melihat ada anggur dan jus yang masih utuh di meja dan langsung saja meneguk anggur yang telah dicampur obat hingga habis.
Di lain tempat Noah segera keluar dari kamar 306 menuju ke kamar nomor 217 yang sudah dibooking nya terlebih dulu untuk memantau dan membuat kejutan pada Andre.
__ADS_1
Alden saat ini mulai merasa pusing dan dia sudah tak sabar menunggu Renata kembali. Dia pun memutuskan untuk mencari Renata.
BERSAMBUNG...