
Freya menatap monitor yang ada di depannya. Dia kemudian membaca data satu persatu.
“Banyak proyek yang akan digarap oleh Kevin rupanya. Dia pasti kesulitan dengan proyek sebanyak ini, maka aku akan membantunya untuk meringankan tugasnya.”gumam Freya sambil tersenyum kecil.
Gadis itu mencari beberapa proyek yang sangat penting dan berat.
“Ini dia yang ku cari. Akhirnya aku menemukannya.”ucap Freya terus senang setelah beberapa saat mencarinya.
Sharp Eye ikut melihat dan penasaran apa yang di temukan oleh Freya.
“Jadi itu daftar proyek besar perusahaan ini ? Apa yang ingin kau lakukan pada proyek ini ?”tanya Sharp Eye menatap gadis itu.
Freya tidak menjawab dan hanya tersenyum lebar menatapnya.
“Jadi aku hanya perlu sedikit bermain sebagai permulaan.”gumam Freya sambil menyadarkan kepalanya ke kursi dan berpikir.
“Pasti data terkait proyek ini ada di sini.”batinnya lalu mencari lagi file yang ada di monitor. Setelah lama mencari Ternyata dia tidak menemukan file yang dicarinya.
Ia tak menyerah begitu saja karena menurutnya jika tidak ada di monitor itu pasti ada di tempat lain.
Dia berdiri lalu melihat lemari yang berisikan dokumen di sana. Dia berjalan menuju ke salah satu rak dan mulai mencari data tentang client investor manca.
“Dimana dia menyembunyikannya ?”gumam Freya sambil mencari di rak buku. Untuk mempersingkat waktu karena khawatir Kevin akan segera datang ke sana dia pun meminta Sharp Eye untuk ikut membantunya mencari file tadi.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian, Freya berhasil menemukan tiga file yang dicarinya yang tersembunyi di balik sebuah agenda dan sepertinya memang sengaja disembunyikan.
Gadis itu pun segera duduk kembali ke kursi. Ia membaca dengan teliti data yang dipegangnya.
“Tak... tak... tak...”gadis itu menggerakkan jemarinya dengan cepat di atas keyboard.
Ia kemudian mengirim e-mail pada tiga client Kevin dan menyampaikan pada mereka program pemandian air panas hot spring pool akan di percepat dan para investor itu ia undang dua bulan lagi dalam acara grand opening.
“klik...”Freya selesai mengirim e-mail pada investor besar di perusahaan ayah mertuanya.
Selesai mengirim email dia pun mencari data supplier bahan dan jasa kontraktor yang akan membangun pemandian air panas itu.
“Tiga investor tadi tentu saja berinvestasi besar di pemandian ini. Di sini semua bahan material yang dipakai adalah kualitas nomor satu. Bagaimana jika aku merubah nya ?”ucap Freya tersenyum hanya dengan melihat banyaknya angka nol di data yang dia pegang.
“Ya nona Freya apa ada yang bisa ku bantu ?” tanya sekretaris saat menghadap Freya.
Freya mengambil dokumen tentang bahan material dan supplier yang menyediakannya lalu menyerahkan pada Lily.
“Tolong revisi lagi bahan yang digunakan untuk proyek pemandian hot spring pool ini. Dan ganti material bahan pembangunannya beragam, ada yang kualitas nomor satu dan lainnya kualitas nomor dua atau tiga untuk mendapatkan untung yang besar.”ucap Freya penjelasan pada tugas yang harus diselesaikan oleh sekretaris itu.
Lily diam dan sedang berpikir. Jika dia mengganti bahan yang sebelumnya sudah dipilih oleh Kevin dengan kualitas semua bahan material nomor satu menjadi kualitas nomor dua atau tiga pasti akan timbul masalah.
Pertama pasti pemandian hot spring pool akan terlihat kurang sempurna. Kedua Bagaimana dengan investor yang sudah menanamkan modalnya pasti mereka tidak akan puas. Ketiga bagaimana jika Kevin ternyata tidak menyetujui rencana Freya dan tentu saja dirinya yang akan disalahkan dan ujung-ujungnya dia akan kehilangan pekerjaan.
__ADS_1
“Maaf nona Freya untuk merubah semua ini perlu persetujuan tuan Kevin.”jawab Lily takut dan pucat.
“Lily... tenang saja. Aku akan membicarakan hal ini dengan tuan Kevin nanti. Kau tak perlu khawatir, dia pasti akan setuju dengan rencana ku.”jawab Freya mencoba meyakinkan sang sekretaris yang terlihat bimbang dan takut pada konsekuensi yang akan dia tanggung.
Freya berjalan mendekati sekretaris itu dan berbisik di telinganya.
“Lily kau akan mendapatkan bonus dari ku jika kau mau bekerja sama denganku. Dan bonus yang kau dapat adalah 50% dari sisa keuntungan tadi.”ucap Freya lirik dan mengiming-iminginya dengan bonus besar agar sekretaris tertarik.
“50% dari total surplus penggantian bahan... besar sekali.”batin Lily menghitung dan mengkalkulasi perkiraan bonus yang akan didapatnya. Dia pun jadi bimbang dan tergiur.
“Satu... dua... tiga...”Freya menghitung dalam hati. Tepat pada hitungan ketiga sekretaris itu terlihat mengungkapkan isi hatinya.
“Nona Freya baiklah aku akan membantu nona. Tapi bagaimana nanti jika ada masalah, aku benar-benar tak ingin kehilangan pekerjaanku.”balas Lily setelah lama berpikir dan mengungkapkan kegelisahannya.
“Tenang saja Lily... jika nanti ada masalah aku yang akan bertanggung jawab.”balas Freya dengan yakin.
Lily kemudian segera keluar dari ruangan itu dan masuk ke ruangannya. Di dalam ruangannya gadis itu segera bekerja keras mengikuti perkataan Freya. Dia tampak sibuk menelepon dan menerima panggilan telepon.
Dua puluh menit berikutnya Freya mematikan kembali komputer Kevin. Dia juga menata kursi dan barang lainnya yang ada di ruangan itu seperti semula.
“tap... tap... tap...”gadis itu kemudian berjalan dari ruangan Kevin dan keluar dari kantor. Dia pun masuk ke mobil dan segera melajukan mobilnya keluar dari kantor sebelum Kevin kembali ke sana.
BERSAMBUNG....
__ADS_1