Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 35 Akhir Yang Manis


__ADS_3

Setelah beberapa waktu Vivian pun akhirnya bisa membuka dirinya kembali untuk manajer Aksa, lelaki yang merupakan cinta pertamanya saat masih duduk di bangku sekolah.


Manajer Aksa tampak sabar menunggu dan mendampingi Vivian yang masih mengobati luka hatinya karena penghianatan Dion dan Vika.


Beberapa bulan berlalu. Vivian Akhirnya bisa membuka hatinya dan menerima Manager Aksa dalam hidupnya.


Suatu hari sepulang kerja seperti biasa Vivian berjalan sendiri ke depan kantor untuk menunggu taksi yang lewat di jalanan.


Manajer Aksa yang melihat Vivian sedang berjalan segera menghentikan mobilnya saat berpapasan dengannya.


“klik...”Lelaki itu membuka jendela mobilnya dan menghentikan mobilnya.


“Vivian ayo masuklah... aku akan mengantarmu pulang ke rumah.”ucap lelaki itu kemudian membukakan pintu.


Vivian masuk dengan malu-malu dan duduk di sampingnya.


“Vivian... aku ingin kau menemani ku ke suatu tempat dulu.”ucap manajer Aksa menyampaikan niatnya.


Vivian mengangguk dan dia pun segera melancarkan mobilnya ke suatu tempat. Tak lama kemudian mereka turun di depan sebuah toko perhiasan.


“Ayo turun...”ajak lelaki itu. Mereka berapapun masuk ke toko.


Manajer Aksa langsung menuju ke etalase cincin dan Vivian hanya mengikutinya saja. Di depan etalase lelaki itu memilih beberapa model cincin terbaru dan bagus kemudian meminta Vivian untuk mencobanya.


“Manajer Aksa... kenapa kau minta aku mencoba memakai perhiasan ini...?”tanya Vivian saat memasangkan beberapa cincin ke jarinya.

__ADS_1


“Ah ya... tolong bantu aku memilihkan cincin untuk seseorang yang kucintai. Ku rasa selera gadis itu sama dengan selera mu.”ucap lelaki itu menjelaskan dan meminta tolong padanya.


Vivian pun tanpa sungkan memilihkan cincin yang menurutnya bagus karena dia pikir cincin itu untuk calon istri manajer Aksa.


Vivian menyerahkan cincin yang dia pilih pada manajer Aksa dan lelaki itu segera membayarnya.


Setelah keluar dari toko mereka berdua kembali masuk ke mobil dan meluncur di jalanan. Manajer Aksa tak langsung mengantar Vivian pulang ke rumahnya. Dia mengajak gadis itu ke suatu tempat, sebuah taman tempat mereka dulu pertama kali bertemu.


“Ini kan tempat pertama kali aku bertemu denganmu...”ucap Vivian begitu turun dari mobil dan melihat ke sekitar.


Manajer Aksa berjalan dan menghampiri gadis itu. Dia kemudian mengeluarkan cincin yang tadi dipilih oleh Vivian dan berjongkok di depannya.


“Vivian maukah kau menikah denganku ?” Ucapkan lagi itu sambil membuka kotak cincin dan menunjukkan pada Vivian.


Vivian merasa benar-benar terkejut dan tak menyangka saja lelaki itu sudah melamarnya setelah dia baru bisa membuka hatinya.


Manajer Aksa tampak sangat bahagia mendengar jawaban dari Vivian. Dia kemudian segera berdiri dan memasangkan Cincin Di jari manis Vivian.


“Vivian... aku mencintaimu...”ucap lelaki itu melepas kacamatanya kemudian mencium bibir Vivian dan memeluknya erat.


Di lain tempat tampak Dion yang sedang menghadiri acara perjamuan keluarga di rumah Vika.


Di sana berkumpul semua keluarga Vika. Di sana ada kakaknya Vika yang dari tadi memperhatikan kekasih Vika dan tampak tidak senang pada Dion.


“Sayang... aku lupa tidak membawa hadiah untuk keluargamu.”ucap Dion pada Vika.

__ADS_1


“Tenang saja... aku sudah mempersiapkan dua kado dan satunya untukmu. Nanti kau berikan sendiri pada keluargaku.”jawab Vika kemudian menyerahkan satu bungkusan kado pada Dion.


Dari kejauhan kakaknya Vika bisa melihatnya jika Dion memanfaatkan adiknya. Dia melihat seorang lelaki kaya raya di daerahnya melintasi dirinya dan terpikirkan akan menjodohkan adiknya dengan lelaki itu saja.


Di tengah jalan ada seorang pelayan yang sedang membawakan makanan dan minuman untuk disajikan tanpa sengaja pelayan yang terburu-buru tadi menabrak Dion dan membuat beberapa minuman tumpah di bajunya.


“Sialan... dimana mata mu ?Apa kau tidak bisa melihat ada orang di depan mu ? Lihat sekarang bajuku jadi kotor semua !”ucap Dion keras dan banyak orang jadi melihatnya, termasuk kakaknya Vika.


“Ck... ck... ck... lelaki macam apa dia ?”gumam wanita itu memandang rendah pada Dion.


Vika yang melihat hal itu dari kejauhan akan berjalan menuju ke sana namun kakaknya menariknya.


“Vivian... sudah kau putuskan saja kekasihmu itu. Dia lelaki tidak berguna yang hidup dari menghisap darahmu.”ucap kakaknya Vivian memberi saran.


Vika diam dan menatap kakaknya.


“Apa maksud kakak ?”tanya Vika.


“Kau dengan wajahmu dan tubuhmu yang tergolong di atas rata-rata sudah selayaknya kamu mendapatkan yang lebih dari lelaki sampah itu !”ucap kakaknya lagi.


Tanpa banyak bicara lagi kakaknya Vika kemudian berjalan sambil memegang lengan Vika menuju ke ke tempat berkumpulnya para tamu undangan eksklusif.


“Tuan George... aku ingin mengenalkan adikku padamu.”ucap wanita itu berdiri di depan seorang lelaki.


Vika hanya bisa diam dan memaksakan tersenyum melihat lelaki tua berkepala botak dan gendut di depannya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2