
Freya kemudian berjalan bersama Kevin keluar dari rumah Ayah mertuanya setelah mereka berdua berpamitan.
Freya menarik tangannya saat Kevin berusaha menggandengnya.
“klak....”Kevin membuka pintu mobil dan mereka berdua masuk ke mobil. Namun Freya tak mau duduk di sampingnya dia lebih memilih duduk sendiri di kursi belakang.
“broom....”mobil segera meluncur meninggalkan rumah Lucas menuju ke rumah tempat tinggal mereka berdua.
Freya hanya diam di dalam mobil dan terus menetap keluar jendela karena ia tak mau melihat wajah suaminya.
Kevin melirik dari kaca mobil dan tak berkata apa-apa karena nggak tahu istrinya itu masih sangatlah marah sekali pada dirinya.
“Apa aku harus kembali berakting untuk mengambil hatinya ?”batin Kevin di tengah heningnya suasana saat ini.
“Freya kenapa kau diam saja dari tadi ?”tanya Kevin mencoba mencairkan suasana yang tegang diantara mereka.
“Apa yang harus dibicarakan. Semuanya sudah jelas dan kau bisa lihat sendiri apa dampak dari yang sudah kau lakukan padaku ?”jawab Freya dingin dan acuh tanpa menatap Kevin.
“Sepertinya tidak akan udah untuk merayunya lagi seperti saat pertama dulu.”batin Kevin setelah mendapatkan jawaban ketus dari Freya.
Ia pun kembali diam dan tak berani berucap sepatah kata pun daripada membuat situasi kembali memanas.
Tak berapa lama kemudian mereka tiba di rumah. Kevin memarkir mobilnya di garasi rumah. Ia lalu keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya.
“Tidak perlu berlaku seperti itu padaku. Aku tahu apa yang kau lakukan ini hanyalah sandiwara.”jawab Freya ketus dan beralih ke pintu lain dengan membukanya sendiri.
Freya berjalan masuk menuju ke rumah di belakang Kevin.
__ADS_1
Gadis itu lalu masuk ke kamarnya sedangkan Kevin masuk ke kamar lain.
“klik...”Freya segera mengunci pintu rapat-rapat setelah masuk ke kamar karena tak ingin bertemu dengan Kevin.
Dia pun lalu duduk di kursi dan menatap ke sekitar.
“Rasanya aku benar-benar bebas kali ini dan bisa menghirup udara sepuas ku. Tak ada yang menyiksaku lagi.”gumam gadis itu sambil tersenyum kecil.
Beberapa saat kemudian Sharp Eye mendekatinya lalu berbincang dengannya.
“Noah lalu apa rencana mu selanjutnya ?”ucap Sharp Eye yang merasa aneh saja kenapa dia mau maunya masuk kembali ke sarang ular berbisa setelah bisa keluar.
“Tak perlu terburu-buru. Semua rencana sudah aku susun secara rapi tinggal merealisasikannya saja satu persatu.”jawab Noah dengan santai dan entengnya.
Noah berdiri dan menyingkap sedikit tirai jendela untuk melihat ke arah luar jendela. Dia melihat Kevin sedang duduk sendiri di kursi dekat kamar Freya berada saat ini.
“Untuk membalaskan dendam ku maka aku harus dekat dengannya dan berada di sisi Kevin untuk memantau semua aktivitasnya dan bisa membalasnya secara langsung.”ucap Noah.
Dua jam kemudian Kevin pindah dari ruangan yang ada di dekat kamar Freya.
“Aku lelah menunggu gadis itu keluar dari kamar. Aku sudah ngantuk sekarang. Bodoh amat, lebih baik aku tidur saja.”gumam Kevin yang merasa lelah dari tadi menunggu Freya untuk keluar.
Ia pun bangkit dari kursi dan masuk ke kamarnya.
Satu jam kemudian setelah Kevin masuk kamar, Noah yang sedari tadi belum tidur dan sengaja menunggunya pergi segera keluar dari kamar.
Noah berjalan menuju kamar Kevin. Ia pun membuka sedikit pintunya yang tidak dikunci dan melihat lelaki itu benar-benar sudah tertidur pulas.
__ADS_1
“tap... tap... tap...”Noah berjalan nyaris tak bersuara dan mengendap-ngendap masuk ke kamar Kevin.
Di dalam kamar dia membuka laci dan brankas yang ada di kamar Kevin. Banyak data tersimpan di beberapa laci dan Noah mengambilnya.
“Data apa ini... ?!”gumamnya sambil membuka dan membaca satu persatu data yang ada di sana.
Banyak data rahasia di sana yang ia temukan namun tak mungkin dia membaca semuanya sampai selesai dalam waktu singkat.
“Sharp Eye apa kau bisa merekam atau menyimpan semua data penting ini agar aku bisa mempelajarinya lagi sendiri ?”tanya Noah pada sang elang.
“Aku akan mencoba mencari item seperti yang kau sebutkan dulu.”jawab Sharp Eye singkat.
Ia pun segera melihat toko dalam sistem lalu mencari item yang di maksud Noah. Setelah beberapa saat kemudian Sharp Eye menemukan item yang bagus.
“Ding ini dia sebuah item canggih perekam jejak speedo ! Harga sepuluh ribu poin.”ucap Sharp Eye yang sambil menunjukkan item tadi pada Noah serta menjelaskan fungsinya yang bisa merekam maupun menyimpan semua data hanya dengan memotretnya saja.
“Ya aku ambil itu sekarang. Harga segitu tidak akan menghabiskan poinku.”jawab Noah tanpa berpikir dua kali.
Noah pun langsung beraksi. setelah menerima item dari sistem ia pun segera memotret semua dokumen yang ada di sana tanpa terkecuali dengan bantuan Sharp Eye agar cepat selesai.
Selesai merekam semua dokumen, Noah mengembalikan semua berkas yang diambil ke tempatnya seperti semula agar Kevin tidak mengetahui dirinya sudah masuk dan mencuri informasi dari sana.
“Tunggu saja mulai besok hari-hari mu akan terasa seperti di neraka. Kau harus merasakan apa yang telah ku rasakan karena ulah mu.”gumam Noah lalu tersenyum hanya ingin dan berjalan dengan tangan tanpa bersuara keluar dari kamar Kevin.
Noah masuk ke kamar lalu menguncinya rapat-rapat. Di dalam kamar dia tidak tidur melainkan membaca semua data yang berhasil direkamnya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1