
Malam hari setelah puas berbelanja dan memanjakan Linda, Tomy mengantar gadis itu pulang ke rumah.
Terlihat Linda turun dari mobil dengan barang bawaan yang banyak.
“Tuan terima kasih banyak... emm... sebenarnya ini terlalu banyak bagiku.”ucap gadis itu berterima kasih sambil menurunkan barang bawaannya yang masih tertinggal di mobil.
“Barang segitu tak ada artinya bagiku. Aku senang jika kau menyukainya.”balas Tomy tersenyum kecil kemudian kembali memacu mobilnya menuju ke rumah.
Linda sampai balik tiga kali untuk memasukkan semua barang pemberian Tomy.
“Aku benar-benar beruntung mengenal lelaki itu. Tapi aku jadi semakin tak enak hati padanya jika seperti ini.”gumam Linda menatap semua barang yang sudah ia tata di kursi ruang tamu.
Tak lama kemudian Tomy tiba di rumahnya. Ia masuk ke rumah dengan tenang.
“Pasti Luna tidak di rumah hari ini atau mungkin sudah tidur.”gumam Tomy berjalan menuju ke kamarnya.
Saat memasuki ruang tengah dia mendengar suara TV yang masih menyala.
“Siapa yang menyalakan TV, apa mungkin itu...”gumam Tomy berhenti untuk melihat dan memastikannya sendiri.
“Tomy... kau dari mana saja ?”ucap Luna yang duduk di sofa menoleh ke arah Tomy berhenti.
“Oh... kenapa dia ada di rumah ? Apa dia tidak kencan dengan Nathan ?”batin lelaki itu katakan saat melihat istrinya ada di rumah dan sepertinya menunggu kedatangannya.
“Aku dari luar... hanya cari angin saja. Kau sendiri tumben beberapa hari ini ada di rumah. Bukannya biasanya kau baru pulang dua bulan sekali ?”balas Tomy dengan tenang sekali dan santai.
Luna melihat raut muka suaminya yang nampak cerah berseri-seri tidak seperti biasanya yang kusut. Ia merasa aneh saja selama beberapa waktu ini Tomy lebih suka keluar rumah daripada mengurung diri dan penampilannya pun sedikit berubah.
“Oh... aku sebenarnya sibuk banyak yang harus ku tuntaskan, tapi Aku sengaja pulang lebih awal dan ingin bersama denganmu.”jawab Luna dengan wajah murung dan senyum yang di paksa.
“Maaf Aku tidak tahu jika kau pulang hari ini seandainya saja aku tahu sebelumnya maka aku akan mengajakmu keluar. Tapi sayang sekarang aku merasa lelah.”jawab Tomy ingin menghindar dari wanita itu. Tanpa mendengar jawaban dari Luna dia pun segera masuk ke kamar.
__ADS_1
“Kenapa dia semakin dingin padaku ? Atau hanya perasaanku saja ?”gumam Luna menatap kosong ke arah Tomy berjalan.
Gadis itu merasa galau karena seharian dia mencoba menghubungi Nathan dan lelaki itu sama sekali tak mau menerima telepon darinya.
“Kenapa dia marah sekali pada ku ? Harusnya kan aku yang marah padanya ?!”gumam Luna melihat ponselnya yang sepi tak ada aktivitas panggilan ataupun pesan masuk.
Keesokan harinya Luna bangun pagi-pagi sekali. Dia membersihkan dirinya dan berdandan secantik mungkin.
“Semoga saja Tomy bangun siang hari ini.”batin wanita itu saat melihat pintu kamar Tomy yang masih tertutup.
Dia pun tersenyum kecil dan segera mengambil kunci mobil lalu menuju ke garasi.
“broom....”Luna mengendarai mobilnya menuju ke rumah Nathan. Dia menunggu tak jauh dari rumah lelaki itu berada.
Dua jam kemudian terlihat Nathan keluar dari rumah dan menyiangi bunga-bunga di teras rumahnya.
“kring... kring...”ponsel Nathan berdering.
“Telepon dari Luna...”gumam Nathan menolak panggilan setelah melihat siapa penelepon nya.
“Halo Luna ada apa ?”ucap Nathan merasa risih dan akhirnya menerima telepon dari wanita itu.
“Aku ada di depan rumahmu temui aku sekarang juga.”balas wanita itu singkatan segera mengakhiri panggilan.
Nathan menaruh alat penyiram tanaman dan berjalan keluar dari teras lalu mencari keberadaan Luna.
“klak...”sebuah pintu mobil terbuka saat Nathan berhenti di depan mobil kuning metalik.
“Luna... ?”
Luna segera menarik tubuh Nathan ke mobil dan mengunci pintunya.
__ADS_1
“Nathan aku rindu sekali padamu.”ucap Luna segera meraih bahu lelaki itu dan langsung memeluknya erat.
Dengan lelaki itu pun membalas pelukan Luna.
Luna membisikkan kata-kata indah yang bisa mencairkan dan meluluhkan hati Nathan yang membuat amarah lelaki itu hilang ditelan bumi dan mereka pun kembali mengobrol seperti biasa.
Setelah tiga puluh menit mengobrol Luna memberikan minuman pada Nathan.
“Aku tidak haus.”ucap Nathan menolak satu botol minuman imunizer. Namun Luna terus memaksanya dan akhirnya dia pun meminumnya.
Sepuluh menit setelah meminum imunizer tadi, Nathan tiba-tiba merasakan seluruh tubuhnya menjadi panas.
“Luna apa yang kau campurkan pada minuman tadi ?”ucap Nathan sambil melepas bajunya. Sedangkan Luna sama sekali tak me responnya dan dia sibuk melepas bajunya sendiri.
“Aku sangat merindukanmu, sayang.”bisik Luna lirih di telinga Nathan saat lelaki itu berada di atas tubuhnya.
“Aah....”Nathan mendesah saat Luna mencium lehernya.
Mobil seketika berguncang hebat dan mereka berdua hanyut dalam kenikmatan surga sesaat itu.
Dari lain tempat Noah yang ternyata tidak bangun siang dan duduk di sebuah ruangan sedang melihat slide yang ditampilkan oleh Fasty.
“Astaga Luna liar sekali ! Dasar wanita binal tak tahu malu !”ucap Noah merasa ingin muntah melihat adegan Luna dan Nathan.
“klik...”Noah menekan sebuah tombol dan mengaktifkan sebuah kamera yang dipasang di mobil yang di kendarai Luna saat ini.
“cekrek... ckrek....”
Noah mulai memotret adegan antara Luna dan Nathan dari berbagai sudut tanpa sepengetahuan dua insan yang sedang membara itu.
“Tunggu saja foto ini beredar.”ucap Noah tersenyum lebar.
__ADS_1
Ia pun kemudian meminta Fasty untuk segera mematikan tayangan slide yang mereka lihat.
BERSAMBUNG....