Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 44 Kerusuhan Di Cafe


__ADS_3

Andre yang merasa tak tenang karena masih melihat Renata masih ada di cafe dan belum pulang memutuskan untuk mencari rumah makan lain. Agar istrinya itu tidak memantau aktivitasnya bersama Rianty.


“Aku tidak nyaman dan tidak tenang makan di sini. Sebaiknya kita pergi ke rumah makan yang jauh dari sini.”ucap Andre saat melihat Renata belum keluar dari Cafe dan mobil nya pun masih terparkir di sana.


Rianty hanya menurut saja pada apa kata Andre dan lelaki itu langsung menyalakan mobilnya dan melaju ke tempat lain yang tidak akan terjangkau oleh Renata.


Sementara itu Noah yang duduk di cafe melihat mobil Andre meluncur pergi dari area itu dan hanya tersenyum saja menyaksikannya.


Dia pun kembali memesan minuman soda karena masih merasa haus dan duduk bersantai di sana selama beberapa saat.


Semakin lama Cafe itu semakin ramai. Dan mulai banyak lelaki berdatangan ke sana.


Beberapa lelaki menatap dirinya namun dia cuek saja karena saat itu dia tidak menyadari jika dirinya masuk ke dalam tubuh Renata dan yang mereka lihat adalah Renata bukan dirinya.


Satu lelaki datang menghampirinya dan duduk di sampingnya.


“Hai cantik... boleh aku minum di sini ?”tanya seorang lelaki sambil tersenyum lebar padanya.


“Ya silahkan saja...”jawab Noah dengan gaya khasnya yang acuh dan tak mempedulikan apa yang di lakukan lelaki tadi.


Tak di sangka lelaki tadi semakin tertarik dengan gaya Noah yang cuek padanya dan dia mulai menggodanya.


“Cantik... kau mau menemaniku minum ?”tanya lelaki itu menunjukkan satu botol anggur yang barusan dipesannya pada Noah.


“Aku tidak bisa minum anggur....aku hanya minum soda saja.”balasnya tanpa ekspresi dan menggeser botol anggur yang ditawarkan padanya karena teringat saat ini Renata sedang hamil.


Lelaki tadi merasa terhina karena Noah menolak tawarannya. Baru kali ini dia mendapat tolakan dari seorang wanita.


“Ayolah nona... anggur ini kualitasnya bagus dan bukan sembarang anggur. Ayolah cicipi sedikit saja.”ucap lelaki itu memaksa. Dia menuang sedikit anggur ke gelas dan memberikannya pada Noah.

__ADS_1


Noah yang sikap dasarnya tak suka dipaksa menjadi emosi. Awalnya dia diam saja saat lelaki tadi menuang sedikit anggur untuk nya. Namun dia marah sekali saat lelaki tadi mencoba meminumkan gelas berisi anggur tadi dengan paksa padanya.


“prang...!”Sontak Noah menampik gelas yang saat ini menyentuh bibirnya.


“Apa... ?! Beraninya kau mencari masalah denganku nona... !”ucap lelaki itu yang ikut tersulut emosinya dengan tindakan Noah.


“Brak... !” suara Noah menggebrak meja.


“Kau memaksaku untuk minum panas sudah kubilang padamu aku tidak minum anggur maka jangan salahkan aku jika aku melakukannya !”jawab Noah dengan nada tinggi.


Sontak lelaki tadi semakin marah dan tak bisa mengendalikan emosinya.


“Nona kau sungguh keterlaluan. Harga dirimu terlalu tinggi. Berapa harga mu...aku akan membayarnya.”ucap lelaki tadi sambil mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa uang kemudian menyebarkan di dekat Noah.


“Orang ini... terus memancing emosiku...”batin Noah merasa harga dirinya diinjak-injak dan direndahkan oleh lelaki itu.


Suasana di cafe seketika ramai. beberapa pengunjung lain hanya melihatnya saja karena tidak berani untuk menolong. sementara beberapa lelaki lain yang merupakan teman lelaki yang marah itu datang menghampiri Noah untuk membantu temannya.


“Noah... ingat Renata sedang hamil kau mau mengamuk di sini... ?”ucap Sharp Eye mengingatkan saat melihat Noah mengepalkan tangannya dan siap melayangkan tinjunya.


“Haah...”Noah mengolah nafas dan membatalkan pukulannya.


Dari luar seorang pengunjung lain datang masuk ke cafe. Seorang lelaki bertubuh tinggi dengan rambut panjang yang diikat datang menghampiri Noah saat melihat kerusuhan.


“Hey kau... ! Beraninya kalian mengepung seorang wanita. Sungguh sangat rendah sekali kalian ini melakukan kekerasan pada seorang wanita !” bentak lelaki itu.


Dia menarik satu lelaki yang ada di belakang Noah kemudian menghajar nya.


“buk... bak... buk...” lagi tadi menarik Lagi Dan Lagi lain yang ada di samping Noah dan menghajarnya.

__ADS_1


“bruk...”dua orang lelaki jatuh setelah terkena tendangan keras. Namun tiga lelaki lain yang ada di sana balik mengepung lagi berambut panjang tadi.


“Majulah kalian semua... !”teriak lelaki tadi menantang. Dan seketika ketika lelaki tadi tanpa ragu memukul dan menendang lelaki berambut panjang.


“Brak... !!” lagi berambut panjang tadi mengambil kursi ada di dekatnya kemudian memukulkan ke kepala orang yang menyerangnya.


“Argh... !” teriak salah satu lelaki yang terluka kepalanya dan berdarah.


Tanpa banyak bicara pun kelima lelaki tadi segera pergi dari sisi Noah.


Lelaki rambut panjang tadi kemudian menghampiri Renata.


“Nona apa kau baik-baik saja ?”tanya lelaki itu pada Renata.


“Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolong ku.”balasnya senyum pada lelaki yang sudah menolongnya.


“Nona lain kali hati-hati jika bertemu serigala seperti mereka.”ucap lelaki berambut panjang tadi.


Renata merasa sangat tertolong dan dia pun ingin berterima kasih pada lelaki itu.


“Tuan tolong duduklah sebentar, aku akan menjamu mau makan kali ini sebagai ucapan terima kasihku pada mu.”ucap Renata berkata dengan lembut pada lelaki tadi.


“Tak perlu sungkan seperti itu padaku nona.”jawab lelaki tadi sambil tersenyum.


“Tolong jangan tolak tawaranku.”ucap Renata memaksa.


Karena terus didesak lelaki berambut panjang itu pun akhirnya duduk. Mereka berdua kemudian berbincang ringan sambil menunggu pesanan mereka datang.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2