
Pagi hari Kevin merasa tubuhnya pegal semua dan terasa perih di mana-mana, juga terasa tidak enak. Dia pun membuka mata.
“Apa ini ??”pekik Kevin terkejut saat melihat dirinya terikat oleh sebuah rantai, yang mengikat lehernya dalam keadaan telanjang.
“Argh... !”Lelaki itu merasa badannya perih tanpa sebab saat mencoba untuk duduk. Ia pun melihat tubuhnya dan terdapat banyak luka seperti bekas cambuk di sana.
“Apa yang sebenarnya terjadi padaku ?”gumam Kevin duduk dan mencoba menenangkan dirinya. dengan tertunduk dan memegang kepalanya dia mengingat kembali apa yang terjadi semalam.
Dia akhirnya mengingat semuanya. Saat itu dia sedang berada di kamar berdua dengan Freya saja dan setelahnya mereka berdua bercinta.
“Tapi kenapa aku bisa terluka seperti ini ? Bukankah semalam Freya hanya diam saja saat berada di bawah tubuhku ?”gumam Kevin merasa aneh bagaimana dia bisa terluka seperti itu.
“tok... tok... tok...”terdengar suara ketukan pintu.
“Siapa ?”tanya Kevin menatap ke arah pintu.
“Ini bibi tuan, sarapan pagi anda sudah siap.”balasnya akan masuk untuk mengantarkan makanan.
Kevin melihat tubuhnya serta rantai yang mengikatnya, tak mungkin baginya membiarkan sang bibi masuk dan melihat kondisinya saat ini.
“Aku tak boleh membiarkan bibi masuk dan melihat ku.”batin Kevin sambil mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
“Bibi... tolong terus sarapan pagi ku di luar saja nanti aku akan ke sana untuk mengambilnya.”ucap Kevin membalas sang bibi.
Bibi berbalik lalu menaruh sarapan pagi ke meja makan.
Di kamar lain terlihat Freya keluar dari kamar mandi dan saat ini Gadis itu berpakaian super rapi dan cantik.
“tap... tap... tap...”Freya perjalanan keluar dari kamarnya menuju ke depan. Di tengah jalan dia berpapasan dengan bibi.
“Nona hari ini terlihat cantik sekali. Nona mau pergi ke mana ?”ucap sang bibi bertanya.
“Aku hanya ingin keluar sebentar untuk jalan-jalan saja dan akan segera kembali.”balas Freya terbalik dan berhenti sebentar untuk menjawab pertanyaan sang bibi.
__ADS_1
Freya segera bergegas masuk ke mobil.
“broom....”gadis itu segera menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil yang dikendarainya ke jalanan.
“Nona muda sejak kembali ke rumah ini dia sering menghabiskan waktu untuk keluar.”gumam sang bibi lirih sambil menggelengkan kepala menetap ke arah luar.
Kembali ke Kevin yang masih ada di kamar. Ia pun berdiri dan berusaha melepas rantai yang mengikat lehernya.
“Klang...”Lelaki itu mencoba melepaskan rantai di lehernya namun gagal dan hanya membuat rantai yang mengikatnya bergoyang saja.
“Berati aku harus mencari kunci untuk membukanya.”gumam Kevin.
Dia kemudian berjalan dan mencari sesuatu di kamar yang bisa dipakai untuk membuka rantai di lehernya.
“Aku tidak menemukan sesuatu yang bisa ku gunakan untuk membukanya. Atau aku minta bibi untuk mengambilkan martil atau sejenisnya saja ?!”gumam Kevin lagi sambil duduk di kursi lain di dekat pintu dan akan memanggil sang bibi.
“Klang...”Tanpa sengaja tangan Kevin menyenggol sesuatu dan membuatnya jatuh ke lantai.
“Kunci ini terlihat pas sekali dengan lubang kunci rantai di leher ku. Apa jangan-jangan ini kuncinya ?”batin Kevin saat melihat ukuran kunci seukuran dengan lubang kunci pada rantai yang mengikatnya.
“Tak ada salahnya mencoba.”ucapnya lirih. Ia pun menancapkan kunci tadi ke rantai yang ada di lehernya.
“klik.... !”rantai itu terlepas saat dia memutar kuncinya.
Kevin segera melempar rantai yang mengikat lehernya dengan keras ke lantai. Ia pun segera memakai bajunya dan keluar dari kamar.
“haah....haah...”Kevin duduk di kursi ruang makan sambil menghela nafas panjang sebelum menyantap sarapan paginya.
Di tengah makan dia melihat sang bibi melewati dirinya dan masuk ke ruangan lain.
“Bibi... nona di mana, apa dia tidak sarapan pagi ?”ucap Kevin memanggil sang bibi.
“Nona Freya baru saja keluar rumah, tuan.”jawab sang bibi singkat.
__ADS_1
Kevin diam dan kembali melanjutkan makan.
“Kemana gadis itu pergi ?”batin Kevin, namun dia memikirkannya lebih lanjut. Dan saat ini prioritas utamanya adalah mengobati tubuhnya yang terluka.
Selesai makan lelaki itu juga duduk di mobilnya. Ia maju mobilnya menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pada luka di sekujur tubuhnya.
Di lain tempat setelah lama berada di jalanan, Freya pun menghentikan mobilnya di perusahaan Kevin.
“klik... !”Gadis itu turun dari mobil dan menutup pintunya kembali.
Freya berjalan dengan santai dan tenang masuk ke perusahaan Ayah mertuanya.
“Pagi nona Freya...”ucap para staf yang ada di kantor menyapa dirinya saat melihatnya dan terlihat mereka heran kenapa hari ini gadis itu datang ke kantor.
“Kemana tuan Kevin ? Apa hari ini dia tidak masuk kantor ?”batin para staf yang ada di sana penasaran.
“Pagi semuanya.”balas Freya sambil tersenyum lebar membalas salam para staf untuknya.
Dia pun masuk ke ruangan tempat Kevin biasa berada. Di sana dia duduk di kursi dan menatap monitor di depannya.
“Freya apa yang mau kau lakukan di sini ?”ucap Sharp Eye bertanya dan ikut menghadap layar monitor di meja.
“Sebentar lagi kau akan mengetahuinya.”balas Freya singkat.
Gadis itu menggerakkan jemarinya pada keyboard dengan cepat untuk membuka kode sandi komputer.
“klik... !”Freya berhasil membobol kode sandi dan login.
Ia melihat semua data yang ada di komputer itu, termasuk data proposal dan proyek-proyek yang akan dikerjakan bulan ini.
“Aku menemukannya.”ucap Freya tersenyum lebar. Gadis itu kemudian terus menggerakkan jemarinya dan mulai beraksi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1