
Noah duduk sambil bersiul kecil dan bersenandung. Dia menyilangkan kakinya sambil menunggu balasan e-mail.
Dari luar ruangan beberapa pegawainya yang melewati ruangan itu menatap ke ruangannya.
“Tuan sepertinya moodnya hari ini sedang bagus sekali. Ada apa dengannya ?”ucap seorang pegawai berbisik pada temannya.
“Entahlah mungkin ada sesuatu yang membuat nya senang. Tapi kasihan dia jika mengetahui nona Luna sering ke sini dengan seorang lelaki.”jawab pegawai lainnya sambil berbisik dan menatap Tomy dengan iba.
Noah bisa mendengar apa yang mereka ucapkan.
“Ehem... ehem... Jika masih ada kerjaan yang harus diselesaikan jangan bergosip.”ucap Noah menatap dua pegawainya yang masih berhenti di depan pintu dan menatapnya.
Dua pegawai tadi terlihat salah tingkah dan saling menatap.
“Em... maaf ya tuan.”jawab dua pegawai itu bersamaan dan mereka segera hengkang dari sana dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
Noah kembali menatap monitor di depannya. Tak lama kemudian ada notifikasi masuk.
“Ding...”nada pesan masuk dan dia setelah membukanya.
“Yes... ! Ini balasan dari biro kencan buta. Aku sudah lolos menjadi salah satu anggotanya.”gumam Noah tersenyum kecil membaca pesan untuknya.
Ia menerima pesan lagi dan membukanya.
“Aku sama sekali tak menyangka ternyata akan secepat ini dan nanti malam aku akan langsung mengikuti kencan buta.”gumam Noah tersenyum lebar dan merasa tak rugi membayar sejumlah uang ke biro kencan buta.
“Apa... kau akan ikut kencan buta malam nanti ? Lalu siapa pasanganmu nanti ?”ucap Fasty yang ada di dekatnya terkejut mendengar ucapan Noah.
“Ini... kau bisa melihatnya sendiri.”balas Noah menunjukkan data profil pasangan kencan butanya nanti malam.
Fasty berpikir apa sebenarnya rencana Noah. Dia tidak tahu dan bingung kenapa lelaki itu ikut kencan buta segala.
__ADS_1
Malam hari Noah berada di rumahnya. Ia bersiap dan membuat dirinya tampil semaksimal mungkin.
“kriek...”Dia keluar dari kamar dan berjalan melewati Luna yang sedang duduk santai di sofa sambil membaca beberapa majalah fashion.
“Tomy... kau mau ke mana dengan penampilan seperti itu ?”ucap Luna merasa heran dengan penampilannya tak seperti biasanya dengan cara dia merasa suaminya kali ini terlihat menawan.
“Oh... aku mau ke rumah ibu sebentar. Tadi ibu meneleponku dan memintaku untuk ke sana, kau mau ikut ?”balas Tomy beralasan dan mengajak Luna.
“Oh... tidak... kau sana saja sendiri. Aku ada urusan lain di coffee shop.”balas Luna menolak secara tegas karena dia malas berurusan dengan ibu mertuanya yang menurutnya cerewet.
Tomy kembali berjalan dan menuju ke mobilnya.
“broom...”Tomy melajukan mobil menuju ke lokasi yang sudah ditentukan oleh biro kencan buta.
Dua puluh menit kemudian dia turun dari mobil dan masuk ke sebuah restoran.
“Meja nomor 39...”gumamnya melihat pesan masuk di ponselnya yang memintanya untuk menuju ke meja nomor itu.
“Permisi apakah ini benar meja nona Linda ?”ucap Tomy berdiri depan meja itu dan bertanya pada seorang gadis yang terlihat berusia di bawahnya.
“Ya benar. Apa anda tuan Tomy ?” balas gadis itu menatap wajah Tomy mirip sekali dengan foto yang dikirimkan oleh biro kencan buta padanya.
“Benar nona. Boleh aku duduk di sini ?”ucap Tomy dengan nada semenarik mungkin.
Gadis itu mengangguk dan tersenyum. Tomy pun segera duduk. Mereka berdua terlihat canggung dan mencoba mengobrol untuk mencairkan suasana.
Linda seorang mahasiswi tingkat awal berusia 21 tahun. Parasnya terlihat lima kali lebih cantik daripada Luna dengan postur tubuhnya yang ramping.
“Nona senang bertemu dan berkenalan denganmu. Aku ingin menjelaskan kerjasama ini pada nona.”ucap Noah setelah beberapa saat mereka mengobrol.
“Ya tuan kerja sama apa yang anda maksud ?”balas gadis itu balik bertanya.
__ADS_1
Tomy kemudian menceritakan statusnya saat ini sebagai pria beristri dan dia hanya ingin memanas-manasi istrinya.
“Nona Linda aku ingin kau berakting denganku sebagai sepasang kekasih di depan istri ku untuk memberinya pelajaran. Dan aku akan memberimu kompensasi setelah semuanya berakhir. Apa kau mau ?”ucap Tomy menjelaskan panjang lebar kesepakatan di antara mereka.
Gadis itu terlihat diam dan berpikir. Sebenarnya dia hanya iseng saja mengikuti kencan buta ini dan tidak berniat mencari seorang kekasih. Dia juga membutuhkan biaya untuk kuliahnya.
“Tuan Tomy baik aku setuju menjadi kekasih kontrak mu sampai misi dari mu selesai.”balas Linda mengambil keputusan setelah memikirkannya matang-matang.
Tomy kemudian mengeluarkan dua berkas yang berisi kesepakatan di antara mereka berdua. Dia menyerahkan satu untuk Linda dan memintanya menandatanganinya.
“Ini nona bawalah satu.”ucap Tomy memberikan berkas kesepakatan yang sudah dia tanda tangani pada Linda.
Linda menerima berkas kesepakatan yang diberikan oleh Tomy dan menyimpannya. Mereka kembali mengobrol hingga malam.
Malam hari sebelum Tomy pulang ke rumah dia mengantar Linda pulang ke rumahnya. Di depan pintu masuk rumah Linda, dia Berhenti sejenak.
“Nona aku kau bisa siap kapan pun aku membutuhkan mu.”ucap Tomy sebelum mereka berpisah.
“Baik tuan.”jawabnya singkat.
“Nona kali ini aku minta tolong padamu. Tolong kau pakai lipstick lagi sekarang.”
Tanpa tahu apa maksud sebenarnya lelaki itu, Linda segera memoles bibirnya dengan lipstik lagi.
“Permisi sebentar.”ucap Tomy maju lalu memeluk Linda dan mengusapkan bibirnya yang merah pada kemejanya yang putih sehingga meninggalkan jejak di sana.
“Terima kasih...”ucap Tomy melepas pelukannya.
Ia pun kembali masuk ke mobil dan segera melajukannya menuju ke rumah. Ia tak sabar ingin Luna segera melihatnya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1