
Renata mengobrol ringan bersama lelaki berambut panjang yang telah menyelamatkan dirinya sambil menyantap menu yang telah mereka pesan.
“Tuan... aku belum tahu namamu...?”ucap Renata menanyakan nama lelaki tadi.
“Nama ku Alden... kalau nona ?”ucap lelaki rambut panjang tadi memperkenalkan dirinya.
“Renata...”jawab wanita itu singkat kemudian meneruskan makan.
Alden sesekali menatap wanita di depannya saat wanita itu sibuk makan. Dia terpesona pada wanita yang telah diselamatkannya barusan.
Setelah beberapa saat kemudian mereka selesai makan. Renata berniat untuk pulang ke rumah.
“Tuan Alden... terimakasih banyak sudah menolongku kali ini. Aku tidak tahu lagi harus dengan apa membalas mu...”ucap Renata berterima kasih kembali.
“Nona panggil aku Alden saja. Aku juga merasa senang bisa menolong mu dan mengenal mu.”balas Alden tersenyum membalas senyuman Renata.
“Baik... Alden aku mau kembali ke rumah kalau begitu.”ucap Renata berdiri dan berpamitan pada lelaki itu berjalan keluar cafe.
Alden ikut berdiri dan mengikuti Renata berjalan keluar cafe.
“Nona tunggu... biar aku mengantar mu...”ucap Alden sambil menarik lengan Renata.
Renata pun berhenti dan berbalik.
“Terima kasih... aku bisa pulang sendiri.”jawabnya menolak tawaran Alden secara halus kemudian terbalik dan kembali berjalan menuju ke mobilnya.
Alden berhenti saat wanita itu sudah masuk ke mobil dan meluncur di jalanan.
__ADS_1
“Aku jadi penasaran padanya...”gumamnya lalu berjalan menuju ke tempat parkir dan masuk ke mobilnya.
Alden mengendarai mobilnya dengan pelan mengikuti Renata dengan jarak agak jauh dari mobil Renata.
“Huft.... akhirnya aku sampai juga di rumah.”gumamnya saat tiba di depan rumah. Renata kemudian keluar dari mobil dan masuk ke rumah tanpa melihat ke belakang.
Setelah beberapa menit masuk ke dalam rumah mobil Alden melintas dan berhenti tiga detik di depan rumah Renata.
“Jadi di sini rumahnya...”gumamnya menatap ke rumah dan melihat mobil Renata yang terparkir di sana. Alden pun segera melajukan kembali mobilnya sebelum ada yang ada yang melihatnya.
Di dalam rumah Renata berpapasan dengan ibu mertuanya. Dia diam saja tidak menyapanya. Sedangkan ibu mertuanya menarik bahunya.
“Hey ****** dari mana saja kau... berdandan cantik seperti itu ?”tanya wanita curiga dengan tatapan menyelidik.
Renata berhenti dan menyingkirkan tangan Ibu mertuanya dari bahunya.
“Bukan urusanmu aku keluar darimana...”jawabnya singkat lalu berjalan kembali meninggalkannya.
Renata berhenti dan berbalik karena telinganya gatal mendengar apa yang barusan diucapkan oleh ibu mertuanya.
“Hey... siapa yang mencari lelaki lain ? Di luar aku malah melihat anak mu dengan wanita lain. Lalu siapa yang mencoba untuk berselingkuh ?” balasnya dengan santai sambil melipat kedua tangannya di dada.
Ibunya Andre tidak percaya pada apa yang diucapkan oleh Renata karena selama ini Andre hanya sibuk dengan pekerjaannya saja.
“Kau sekarang pandai bicara ya... Andre tidak seperti itu. Kau saja yang cari alasan dan memutarbalikkan fakta !”ucap wanita itu balik mencaci Renata.
“Terserah kau sajalah... kau lihat sendiri nanti.”jawab Renata kemudian berlalu pergi dan masuk ke kamarnya karena tak ada gunanya bicara dengan tipikal wanita seperti ibunya Andre.
__ADS_1
Di dalam kamar Renata berganti baju piyama dan merebahkan diri Pengen santai di tempat tidur untuk menunggu Andre pulang.
Sharp Eye ada di samping Noah. Dia heran pada sikap Noah yang kalo ini slow tidak seperti sebelumnya.
“Noah.. kenapa kau tidak beraksi juga sampai sekarang ?”tanya elang itu yang ingin melihat sebuah pertunjukan.
“Ya... sebentar lagi setelah semua bukti terkumpul.”balas Noah dengan santai dan melihat jam dinding yang selalu berputar lambat.
Dua jam kemudian terdengar suara derap langkah kaki menuju ke kamarnya. Dia yakin itu pasti Andre. Noah langsung memejamkan matanya dan pura-pura tidur.
“kriek...”Suara Andre membuka pintu kamar dan masuk.
Di dalam kamar dia melihat Renata yang sudah tertidur pulas kemudian menghampirinya.
“Rupanya kau sudah tertidur pulas. Sepertinya kau sudah tertidur dari tadi. Syukurlah kau tidak tahu aku pulang jam berapa.”gumam Andre saat melihat Renata sama sekali tak bergerak saat dia menepuk pelan bahunya.
“Aku lelah sekali....”ucap Andre lirih. Dia berjalan menuju ke lemari baju kemudian ganti baju.
Noah yang yakin jika suami Renata sudah melakukan sesuatu dengan Rianty di luar sana hingga pulang selarut ini segera bangun tanpa bersuara dan berjalan menghampiri Andre.
Saat Andre melepas baju, Noah memegang bahunya dan membalik tubuh Andre.
“Renata... kapan kau bangun ?”tanya Andre kaget sekali melihat istrinya tiba-tiba ada di belakangnya tanpa bersuara.
Noah melihat dada Andre yang terdapat kissmark di sana dan menyentuhnya.
“Andre apa ini ?” tanya Noah menunjuk tanda merah di dada Andre.
__ADS_1
Andre seketika tampak pucat dan berkeringat dingin. Kali ini dia tersudut dan tak bisa berkelit lagi dan bingung mencari alasan yang tepat.
BERSAMBUNG....