
Noah berdiri di depan Renata. Sebelum masuk ke tubuhnya dia menyapanya terlebih dahulu.
“Renata... aku Noah... aku akan membantumu.”ucap Noah semakin mendekati wanita itu.
“Ya... terima kasih...”jawab Renata.
Dan setelahnya Noah langsung masuk ke tubuh Renata.
Noah merasa iba melihat kondisi wanita itu yang tak berdaya.
“Renata kau lebih baik telepon ambulans sekarang untuk menjemput mu dan membawamu ke rumah sakit.”ucap Noah memberi saran dan masukan pada Renata.
Wanita itu kesulitan berdiri dan Noah mengambil alih tubuhnya. Dengan mudah setelahnya Renata berdiri lalu berjalan dan mengambil ponselnya yang ada di kamar.
Noah duduk di tempat tidur kemudian menekan nomor ambulans.
“Halo... tolong kirim ambulan untuk menjemput pasien bernama Renata yang beralamatkan di bla... bla... bla...”ucapnya ditelepon setelah panggilan tersambung.
Seorang petugas medis yang menerima teleponnya segera mencatat alamat identitas pasien yang akan dijemput kemudian mengkonfirmasinya. Dan tak lama kemudian sebuah ambulans meluncur menuju ke rumah Renata.
Ibu mertua Renata yang kebetulan saat itu berada di luar rumah dan menemani Andre yang bermain terkejut saat mendengar sirine Ambulans datang dari kejauhan menuju ke rumahnya.
“Ambulans itu seperti menuju kemari... siapa yang memanggilnya ?”gumam wanita itu menatap ke arah mobil ambulans yang semakin mendekat ke rumahnya.
Mobil ambulans berhenti di depan rumahnya dan beberapa petugas medis turun dari mobil dan menghampiri ibu mertua Renata.
“Apa benar ini adalah rumah pasien bernama Renata... ?” tanya salah satu petugas medis yang yakin jika wanita itu adalah keluarga dari pasien.
__ADS_1
“Jadi wanita manja itu yang memanggil sendiri ambulans nya ke sini...”batin wanita itu terkejut dan tampak gugup.
“Ya benar ini adalah rumah Renata.”jawabnya singkat.
Petugas ladies kemudian langsung masuk ke rumah untuk menjemput Renata.
Sementara itu Sharp Eye yang berada di ruang tamu untuk memantau keadaan di luar segera kembali dan masuk ke kamar Renata untuk memberitahunya.
“Noah petugas medis sudah datang. Lebih baik kau cepat berbaring sekarang. Jika kau tetap seperti itu mana mungkin petugas medis percaya jika kau luka parah...”ucap Sharp Eye meminta lelaki itu berarti lemas seperti seharusnya.
“Ya Sharp Eye kau tak perlu menjelaskan panjang lebar padaku aku sudah mengerti.”balas Noah yang merasa elang itu menggurui nya.
Noah segera berbaring di tempat tidur dan setelahnya petugas medis datang masuk ke kamarnya.
“Apa anda bisa berjalan sendiri...?”tanya salah satu petugas medis berdiri di samping Noah.
“Ku rasa aku membutuhkan bantuan untuk berjalan...”balas Noah dengan suara pelan dan tampak lemah di depan para petugas medis.
Para tugas medis itu pun kemudian mengangkat tubuh Noah dan membawanya dengan tandu menuju ke ambulans lalu segera mengantarnya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan.
Tak lama kemudian Noah tiba di rumah sakit dan langsung dilarikan ke ruang ICU untuk memeriksa kondisinya.
Seorang dokter bersama perawat perawat berdiri di samping Noah dan mengobati luka di kepalanya.
Seorang perawat mendekat dan mengambil sampel darahnya untuk memeriksa apakah ada bagian dalam tubuhnya yang terluka.
“Tahan sebentar...”seorang perawat mengambil sebuah jarum besar dan mengambil darah Noah.
__ADS_1
“Sialan... aku jadi merasakan sakitnya saat pengambilan darah.”batinnya sambil meringis menahan rasa sakit di tangannya.
Setelah selesai mengambil sampel darah, perawat keluar dari ruangan ICU menuju ke lab untuk memeriksa darahnya.
Tiga puluh menit kemudian perawat tadi kembali dengan membawa hasil laporan dan menunjukkannya pada dokter yang masih ada di ruangan itu.
“Dokter ini laporan tee darahnya.”ucap petugas medis tadi menyerahkan laporan pada Dokter.
Dokter menerima dan membaca hasil tesnya dan tampak cemas.
“Perawat tolong bawa pasien ini ke bagian ginekologi untuk memeriksakan kandungannya.”ucap sang dokter memberi perintah pada perawatnya.
“Baik dokter...”jawab perawat tadi dan saudara membawa Noah memakai kursi roda menuju ke dokter kandungan.
Di dalam ruangan perawat membaringkan tubuh Noah ke tempat tidur dan dokter memeriksanya.
“Nyonya... anda saat ini sedang hamil dan berusia dua minggu. Tapi untungnya janinnya tidak kenapa-napa setelah jatuh cukup keras. Aku akan memberikan vitamin dan penguat kandungan.”ucap dokter kandungan menjelaskan panjang panjang lebar tentang kondisinya saat ini.
Setelah pemeriksaan selesai, perawat membawa Noah menuju ke ruangan pasien yang sudah disiapkan karena kondisinya sudah terbilang stabil.
Di dalam ruangan, dia seorang diri di sana tak ada yang menemaninya ataupun menunggunya.
“Renata apa kau tak ingin orang tuamu menemanimu di sini ?”tanya Noah.
“Jangan... jangan panggil orang tuaku ke sini. Aku tak ingin mereka tahu hal ini dan membuat mereka susah atau memikirkan diriku.”balas Renata menolak saran dari Noah.
Noah menjelaskan padanya kesalahannya itu yang tidak mau orang tuanya mengetahui keadaan dirinya dan hal itu akan membuatnya sakit sendiri.
__ADS_1
Renata diam dan berpikir sebelum mengambil keputusan yang tepat karena dia benar-benar tak ingin membuat kedua orang tuanya terseret dalam masalahnya.
BERSAMBUNG....