Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 152 Mimpi Manis


__ADS_3

Malam harinya di rumah Kevin, lelaki itu berada di kamar seorang diri. Dia mengunci pintu kamar rapat-rapat karena merasa ada yang aneh dengan dirinya.


Entah kenapa sejak siang tadi dia selalu terbayang sosok Freya dan parahnya lagi yang dia pikirkan seputar hubungan ranjang dengannya.


“duk... duk... duk...”Kevin membenturkan kepalanya ke dinding agar pikiran nakalnya bisa berhenti.


“Sial... sial... sial... ! Kenapa pikiranku aneh seperti ini ?!”gumam Kevin karena sebelumnya dia tidak pernah seperti itu.


Dari kamar lain terlihat Freya sedang duduk di depan sebuah monitor. Dia melihat tayangan slide bersama Sharp Eye.


“Ohh...suntikan love potion sudah bereaksi rupanya dan sepertinya dia sudah tidak tahan lagi.”gumam gadis itu lalu berdiri dan meminta Sharp Eye mematikan tayangan slide.


Sebelum keluar dari ruangan, Freya membuka sistem dan melihat toko untuk mencari sebuah item.


“klik... klik... klik...”Gadis itu mencari sendiri item yang dia inginkan.


Sharp Eye segera menghampiri Sylvia untuk melihat apa yang dia lakukan.


“Tunggu Sylvia, apa kau mau membeli item lagi ? Tolong jangan mudah menghabiskan poin untuk berbagai item. Yang kau gunakan itu poinnya Noah. Jika sampai poinnya habis dia tak akan bisa hidup lagi.”ucap sang elang yang melihat gadis itu akan men-check out item yang dipilihnya karena masih memikirkan Noah.


Sylvia berhenti menatap layar sistem dan beralih menatap Sharp Eye.


“Coba lihat berapa harga item ini ? Ini sangat murah sekali dan tak akan menghabiskan poin Noah.”jawab Sylvia membantah perkataan sang elang.


“Ya... ya... ya... kau boleh membeli item itu tapi ingat jangan sampai kau menghabiskan poin Noah. Aku tidak tahu bagaimana reaksinya jika nanti dia tahu.”balas Sharp Eye menasehati dan memberikan gambaran seperti apa jika Noah marah.


Sylvia tidak menggubris perkataan elang itu, dan dia segera membeli dua item sambil menutup telinganya karena Sharp Eye terus mengomel.


“Aku sudah mendapatkan itemnya. Sekarang saatnya beraksi.”ucap gadis itu membawa dua item yang baru dibelinya sambil tersenyum lebar.


“Tap... tap... tap...”Freya perjalanan menuju ke kamar Kevin.

__ADS_1


“tok... tok... tok...”suara seseorang mengetuk pintu.


“Siapa ?”jawab Kevin dari dalam.


Freya diam sejenak dan mencoba berbicara dengan roket yang berbeda dari biasanya dan membuatnya lebih menarik.


“Kevin.... ini aku Freya.”ucap gadis itu dengan nada sedikit parau namun menawan.


Kevin menatap ke arah pintu dan seketika wajahnya berubah menjadi pucat.


“Freya... kenapa dia kemari ?”batin Kevin terlihat gelisah karena takut dia tak bisa mengendalikan nafsunya.


“tok...tok...tok...”Freya kembali mengetuk pintu karena sama sekali tidak ada respon dan dia yakin Kevin belum tidur.


“Sayang... kaki ku sudah sembuh aku ingin memberikan hadiah padamu sebagai ucapan rasa terima kasih.”ucap gadis itu lagi untuk memancingnya.


“Hadiah... ? Hadiah apa yang diberikan padaku ? Apakah itu... ?”batin Kevin membayangkan melakukan hal menarik bersama istrinya.


“Tidak-tidak... apa yang ku pikirkan ?!”gumam Kevin lirih mencoba menghapus imajinasi liar yang barusan melintas dalam pikirannya.


“Kevin... ayolah buka pintunya.”ucap Freya dengan nada menggoda.


Kevin mencoba menahan sekuat tenaga namun ternyata dia tetap tak kuat juga menahannya.


“klik...”Kevin berjalan menuju ke pintu dan membukanya.


Freya segera menerobos masuk dan mengunci pintu kembali. Dalam kamar dia berdiri di depan Kevin sambil memegang dadanya dan lalu mendekatkan hidungnya pada hidung Kevin lalu memeluk pinggangnya.


Dalam pandangan Kevin, Freya terlihat sangat memukau dan menggiurkan kali ini. Dia melihat Freya yang sebenarnya memakai piyama saat ini sedang memakai lingerie super seksi.


Freya melihat Kevin menjadi mabuk dalam pengaruh love potion, kembali melepaskan gas putih beraroma wangi dimana seseorang yang miripnya akan mengalami halusinasi sesuai yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Freya menarik Kevin menuju ke tempat tidur dan membaringkannya di sana.


Dia pun duduk di kursi untuk melihat reaksi dan halusinasi yang dialami oleh suaminya itu.


“sraak...”Kevin melepas satu persatu bajunya dan melemparnya dengan kasar ke lantai. Ia pun segera melompat ke atas guling yang ia lihat sebagai Freya.


Kevin terlihat seperti orang bodoh. Dia mencium dan memeluk guling sambil berguling-guling.


Freya berdiri dan menghampiri lelaki itu saat Kevin sedang bercucuran keringat duduk di atas sebuah guling.


Dia tidak lupa pada apa yang Kevin lakukan pada dirinya sebelumnya.


“klik.... !”Dalam keadaan tidak sadar, Freya memborgol tangan Kevin. Dia juga mengikat leher Kevin dengan sebuah kalung lalu mengikatkannya jendela.


Belum puas menyiksa lelaki itu dia kembali mengeluarkan semua item, berupa dildo yang ia tancapkan ke pantat lelaki itu.


“Masih ada satu lagi.”ucap Freya mengeluarkan sebuah cambuk.


“cetar... cetar... !”gadis itu mengayunkan cambuk nya dan memukulkan dengan keras pada punggung Kevin.


“aah... aah... lagi, sentuhan mu sangat lembut sayang.”ucap Kevin tidak merasakan kesakitan saat punggungnya menerimanya cambukan dan malah mendesah.


“Kau sendiri yang meminta jangan salahkan aku.”jawab Freya sambil tersenyum kecil masih memegang cambuk panjang.


“cetar... cetar...” Freya kembali mencambuk kaki dan dada Kevin hingga membekas merah di sana, bahkan sebagian tubuhnya berdarah karena terluka.


Satu jam kemudian lelaki itu tampak terkapar di tempat tidur dan tak sadarkan diri dengan wajah tersenyum lebar.


“Bagus kau sudah *******. Aku akan pergi sekarang.”ucapnya tersenyum puas melihat kondisi Kevin saat ini.


Sebelum pergi dia pun berhenti di dekat meja dan menaruh kunci di sana.

__ADS_1


“Aku masih berbaik hati padamu.”ucapnya lagi lalu menoleh ke belakang sepersekian detik menatap Kevin lalu keluar dari kamar itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2