
Cheryl kembali menyentuh lengan Noah dan menggenggam tangannya.
“Jika aku tak bisa memilikimu maka tak ada gadis lain selain diriku yang boleh memilikimu.”ucap Cheryl sambil tertawa lebar.
Gadis itu melihat baju selang yang terpasang di tubuh Noah.
“Bagaimana jika satu selang saja yang ku cabut ?Apa kau akan membuka matamu ?”ucap Cheryl sambil menyentuh selang oksigen dan kembali tertawa mengerikan.
Noah akhirnya tiba bersama Sharp Eye di depan ruangan tempat dirinya di rawat.
“braak... !” tanpa pikir panjang Noah segera menendang pintu ruangan.
Cheryl menatap ke arah pintu yang terbuka dan melihat seorang wanita masuk ke dalam.
“Siapa wanita itu... ? Kenapa dia ke sini ? Apa dia juga kekasih Noah ?”batin Cheryl saat melihat Irise berjalan menghampirinya.
Cheryl merasa kesal melihat ada seorang wanita yang menurutnya akan mengganggunya saja. Dia pun tak mempedulikan Irise yang masuk dan akan menarik salah satu selang yang ada di tubuh Noah sebelum ada yang mengganggu lagi.
“Gadis gila jadi kau ingin membunuhnya ?”ucap Irise langsung mendekat dan menarik tangan Cheryl dari tubuh Noah.
“Siapa kau... ? Jangan ganggu aku !”balas Cheryl berusaha melepaskan tangan Irise darinya.
Irise segera menarik Cheryl menjauh dari Noah. Namun Hal itu membuat Gadis itu semakin murka dan marah padanya.
“Hey wanita ! Aku tidak kenal siapa kau. Aku juga tidak tahu Apa kau adalah kekasih dari Noah, tapi jangan ganggu aku atau aku tak akan segan bertindak kasar padamu !”ucap Cheryl masih berontak dan melepaskan tangannya dari cengkeraman Irise.
“Ku rasa bukan urusanmu siapa aku dan kenapa aku ke sini. Sekarang yang menjadi masalah ku adalah kau akan mencelakai lelaki yang terbaring di sana.”jawab Irise makin mempererat pegangannya.
Cheryl diam sebentar dan mengamati Irise dan dia pun menyimpulkan jika wanita itu merupakan kekasih Noah dan akan melindunginya.
__ADS_1
“Bagaimana jika dia tahu kalau Noah adalah seorang playboy yang menyebalkan ?Mungkinkah dia... ?”batin Cheryl senyum dalam hati dan akan membujuk dari situ untuk berada di pihaknya.
“Hey wanita kau pasti tidak tahu kan jika kekasihmu itu adalah seorang playboy dan dia sudah mempermainkan hidupmu... ?”ucap Cheryl melempar umpan pada Irise.
“Kupikir dia sudah mendapatkan balasannya jika kau bermaksud mengajak ku bekerja sama untuk melenyapkan dia.”balas Irise.
Karena gagal membujuk Irise maka tak ada cara lain lagi. Gadis itu pun menendang Irise yang membuatnya jatuh tersungkur ke lantai.
“bruukk... !”Irise yang lengah hingga bisa tersungkur kembali berdiri dan berlari dengan cepat menghampiri Cheryl yang saat ini sudah ada di samping tubuh Noah yang terbujur kaku.
Irise kembali menarik Cheryl yang akan mencabut salah satu selang dari tubuh Noah.
“Sialan... beraninya kau terus mengganggu ku ! Rasakan ini !”ucap Cheryl yang sudah habis kesabarannya dan gelap mata dengan mengeluarkan belati yang ia sembunyikan di baju lalu mencoba menikamkan nya pada Irise.
“Klang... !”Irise berhasil menjauhkan belati yang akan menembus tubuhnya. Namun sayang tanpa dia ketahui belati itu terlempar ke samping dan secara tak sengaja memotong selang tabung Oksigen yang berada di lantai.
Tubuh Noah yang terbaring di tempat tidur seketika mengalami reaksi dan membuat tubuhnya menjadi kejang.
Sementara itu roh Noah yang berada dalam tubuh Irise seketika menjadi tidak stabil dengan kejang nya tubuh asli Noah yang menjadikan Irise juga ikut merasakan akibatnya.
“Kenapa tubuh ku terasa lemas...”gumam Irise yang juga merasakan pusing selain lemas dan akhirnya jatuh ke ke lantai.
Irise melihat ke arah Noah yang masih kejang dan terlihat panik jika terjadi sesuatu pada Noah jika dia tak segera menghubungi petugas medis.
Irise berusaha berdiri untuk menekan memanggil petugas medis.
“Kau mau apa nona ?”ucap Cheryl menghalangi Irise yang akan menekan tombol darurat di dinding di dekat Noah terbaring.
“brak... Irise... !”
__ADS_1
Alland membuka pintu dan segera mencari keberadaan Irise dalam ruangan. Dia melihat di ruangan itu hanya ada satu pasien dan itu bukanlah ibunya Irise, melainkan seorang lelaki yang tidak dikenalnya yang saat ini masih kejang.
Alland beralih menatap ke seorang gadis yang berada di ruangan dan sedang menarik tubuh Irise.
“Hey lepaskan dia !”teriak Alland saat melihat Irise berusaha berontak dan melepaskan diri.
Cheryl berbalik dan melihat ada seorang pengganggu lagi yang datang.
“Ck... ck...siapa lagi tamu tak di undang ini ?”ucap Cheryl menatap Alland sambil terus memegang Irise.
“Alland...” ucap Irise memanggil Alland meminta untuk membantunya.
Alland penasaran dan tidak tahu apa hubungannya Irise dengan lagi saat ini terbaring dan kejang, namun lagi-lagi tak ada waktu baginya untuk berpikir.
“Aku harus segera membantu Pasien itu dan juga melepaskan Irise serta meringkus gadis ini.”batin Alland melihat ketiga orang itu secara bergantian.
Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi lelaki itu segera menghampiri Cheryl dan memukul tengkuk lehernya dengan keras.
“bruuk... !” Cheryl dan Irise jatuh bersamaan ke lantai dan Alland hanya menangkap tubuh Irise.
“Kau datang tepat waktu.”ucap Irise tersenyum pada Alland sambil memegang lehernya.
“Alland tolong aku...”ucap Irise kemudian memejamkan matanya.
Alland melihat raut muka Irise untuk sejenak berubah menjadi sosok lelaki saat dia tak sadarkan diri.
Banyak hal yang membuatnya tak mengerti namun dia melihat pasien yang ada di atas tempat tidur semakin kritis. Dia pun mengesampingkan banyak pertanyaan yang terlintas di pikirannya dan berlari menekan tombol darurat yang ada di sana.
“Irise...bangunlah...kau kenapa ?”ucap Alland terus memanggilnya namun gadis itu belum membuka matanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....