Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 87 Sengaja Meloloskan Edwin


__ADS_3

Edwin dan Lilia saling menatap. Mereka mengira Irise sudah masuk ke kantor dan ternyata malah wanita itu menunggu mereka.


“Edwin apa yang harus kita lakukan...?”tanya Lilia gugup dan takut menatap Edwin karena takut hubungannya dengan suaminya akan terbongkar.


“Haah... tenang saja... sekarang kau jalan duluan dan masuk ke kantor. Setelah sepuluh menit kemudian aku akan keluar dari area parkir ini.”ucap Edwin mencoba mengecoh Irise.


Lilia pun mengikuti saran Edwin. Dia berjalan meninggalkan Edwin keluar dari tempat parkir seorang diri dan mencoba untuk tetap tenang saat lewat di depan Irise.


Gadis itu kemudian berhenti di depan Irise sekedar untuk menyapanya.


“Pagi nona...”ucap Lilia tersenyum kecil menyapa Irise.


“Ya pagi...”jawab Irise singkat dan tanpa ekspresi.


Lilia pun kembali berjalan dan masuk ke kantor dengan tenang meskipun sebenarnya dia sangat gugup sekali tadi.


Noah menatap punggung Lilia dan tersenyum kecut menatapnya.


“Dasar gadis naif.... berpura-pura lugu di depan pria untuk mendapatkan hati mereka...”gumam Noah kesal dengan tingkah Lilia.


“Pasti Edwin meminta Lilia untuk jalan duluan agar aku melihat mereka berdua tidak berangkat bersamaan. Dikiranya aku buta apa ??”gumam Noah tak melihat Edwin berjalan bersama Lilia.


Namun Noah memutuskan untuk tetap menunggu di sana. Tepat sepuluh menit kemudian Edwin menampakkan dirinya keluar dari area parkir.


Lelaki itu berjalan dengan santai dan tenang saat melintasi Irise seperti tidak terjadi apa-apa.


“Edwin... !”panggil Irise saat lelaki itu seolah tak melihat dirinya dan terus berjalan.


Edwin yang berpura-pura sibuk berjalan dengan melihat ponselnya berhenti dan menoleh ke samping kiri.

__ADS_1


“Sayang... kau rumahnya yang memanggilku.”jawab Edwin menatap iris sambil memasukkan gambar di ponselnya di bawanya ke dalam saku bajunya.


Edwin kemudian menghampiri Irise dan mengajaknya berjalan masuk ke kantor.


“Sialan... ni orang apa bermuka tembok... kenapa bisa tidak tahu malu begini dan tetap tenang-tenang saja...”batin Noah saat lelaki itu seolah-olah tak punya masalah.


“Edwin semalam kau tidak pulang ke rumah kau ada di mana ?”tanya Noah to the point.


Edwin yang memang pintar merangkai kata hingga dulu dia bisa merayu Irise mengarang cerita kosong.


“Sayang... aku semalam lah baru di kantor dan ketiduran di sini...”ucap Edwin menjelaskan pada istrinya.


Noah tersenyum kemudian mendekat dan mencium bajunya untuk mencari alamat parfum wanita lain yang berada di sana.


“Meskipun tak ada aroma parfum lain di bajumu... tapi aku meragukan. Ku rasa kau semalam tidur di tempat lain.”balas Noah sambil melepas baju Edwin yang dipegangnya.


“Bagaimana dia bisa tahu aku berada di tempat lain ? Apa dia mengikuti ku semalam... tapi Aku tidak yakin itu.”batin Edwin mencoba berpikir dengan tenang dan kembali mencari alasan yang tepat agar ucapannya dipercaya oleh Irise.


“Aku benar-benar tidak bohong padamu sayang. Kau Jangan berpikiran yang aneh-aneh. Bagi ku kau ini sudah di atas lebih lalu Bagaimana mungkin aku mencari wanita lain ?”balas Edwin mencoba merayu.


Edwin melihat Irise yang diam saja dan tak bicara lagi yang makanya tersenyum senang.


"Dasar wanita payah... kau memang mudah ditipu. Dengan sedikit kata sayang saja kau bisa terenak dan lupa pada amarah mu sendiri.”batin Edwin tersenyum lebar karena merasa telah berhasil merayu Irise.


Noah pun itu tersenyum melihat Edwin yang mengira dirinya tidak tahu menang apapun perilakunya di luar rumah.


“Ya baiklah... kali ini aku percaya padamu. Tapi jika aku mendapati kamu berselingkuh dengan wanita lain maka kau tunggu saja riwayatmu akan segera tamat.”ucap Irise berbisik di telinga Edwin dan dia segera berjalan kembali setelah dan meninggalkan Edwin.


Edwin sedikit gemetar setelah Irise pergi jauh darinya dengan ancaman yang diberikan oleh wanita itu padanya.

__ADS_1


“Sejak kapan... Irise berani membantah ku dan bertambah cerdas seperti itu...”gumam Edwin merasa ada perubahan yang terjadi di pada isterinya.


Namun lelaki itu tak mau memikirkan nya lebih lanjut dan memutuskan untuk segera masuk ke kantor sebelum dia terlambat.


Di dalam ruangan Dia berjalan dengan tenang dan santai seperti biasanya sekolah tak terjadi apa-apa pada dirinya.


Edwin nanti sebentar di depan meja David.


“Selamat pagi ayah...”ucap Edwin menyapa Ayah mertuanya dengan tersenyum kecil untuk mengambil perhatiannya. Walaupun dalam hati lelaki itu kesal sekali dengan David karena semalam dia telah tidur dengan kekasihnya.


“Ya Edwin... pagi...” balas David dengan tersenyum dan wajah yang segar berseri-seri.


Edwin kemudian menuju ke tempat duduknya yang berada tak jauh dari tempat duduk Lilia dan mereka beraktivitas seperti biasa.


Lilia yang merasa khawatir dan penasaran pada apa yang terjadi mencoba berkomunikasi dengan Edwin.


“blink...”Edwin mengaktifkan mata saat Lilia menatapnya. Dan Gadis itu mengerti kode yang dikirim oleh Edwin padanya.


Di saat David dan Irise sibuk mereka berdua kembali melakukan komunikasi.


Lilia mengambil sebuah berkas dan membawanya ke meja Edwin. Dengan pura-pura duduk di depannya sambil mengerjakan berkas mereka mengobrol dengan pelan.


“Nanti siang hari kita makan siang bersama ya...” ucap Edwin pada Lilia.


“Ya... tolong terima ini, tuan.”jawab Lilia setuju sambil berpura-pura menyerahkan pekerjaannya pada Edwin.


Dari kejauhan Noah yang berpura-pura sibuk memperhatikan tingkah mereka berdua sambil tersenyum kecil dan tak sabar menunggu pertunjukan selanjutnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2