Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 128 Pukulan Untuk Kevin


__ADS_3

Dari dalam mobil terlihat Freya melihat ke arah luar. Ia melihat Kevin yang berkeringat dingin.


“Lelaki itu pasti sedang bingung mencari alasan yang tepat agar ayah mertua tidak bisa menemui ku. Sekaranglah saat yang tepat aku keluar.”batin Freya tersenyum kecil.


Kembali ke Lucas dan Kevin yang masih duduk di teras rumah.


“Kalau begitu telepon istri mu sekarang aku ingin bertemu dengan nya atau bicara sebentar saja.”ucao Lucas lagi.


Kevin tampak semakin berkeringat dan semakin gugup. Ia pun mengeluarkan ponselnya. Dengan ragu ia menekan sebuah nomor.


Tepat di saat Kevin selesai menekan nomor yang di tuju, Freya keluar dari mobil.


“klak... !”Freya menutup kembali mobil. Ia pun berjalan dengan pelan menuju ke arah Kevin dan Lucas duduk.


Kevin terlihat terkejut sekali melihat Freya keluar dari mobil dan wajahnya semakin pucat saja.


“Bagaimana bisa gadis pelacur itu keluar dari sana ?”gumamnya merinding melihat senyuman Freya yang menyeringai.


“Lalu ayah... kenapa dia bersama Freya ? Lalu apa yang barusan ia ucapkan pada ku ? Sandiwara ?!”pekik Kevin dalam hati syok setelah menduga dua orang itu sengaja berating di depannya untuk membuat dirinya terpancing.


Kevin menatap ayahnya dan tak bisa berkata apa-apa.


“Ayah putra mu satu-satunya ini sungguh memperlakukan diri ku dengan baik sekali.”ucap Freya berdiri di depan Kevin dan terus menatapnya menunggu respon nya.


“Kevin... apa ayah tidak pernah mengajarkan tata krama pada Mu ! Dimana hati nurani mu sebagai seorang lelaki sejati ?”ucap Lucas yang sedari tadi menahan diri kali ini melupakan semua amarahnya.


“Ayah... aku-aku tidak mengerti apa yang ayah ucapkan pada ku ?”balas Kevin.


“braak... !”Lucas menggebrak meja dengan keras dan membuat Kevin tersentak.


“Kevin satu hal lagi yang perlu kau ingat. Freya merupakan putri dari teman baik ayah. Mau di taruh di mana muka ku ini nanti saat menghadapi Carlos ha, jika dia mengetahui semua ini ?”ucap lelaki itu berdiri lalu menarik kerah baju Kevin dan membuatnya berdiri.


“Ayah sudah mengajari mu tata krama dan toleransi sedari kecil. Dimana semua itu sekarang ?”ucap Lucas semakin marah.

__ADS_1


Kevin hanya diam saja dan tak membalasnya sepatah kata pun.


“Ini untuk perilaku tak beretika mu !”ucap Lucas lalu menayangkan pukulan wajah Kevin.


“buugh... !”Kevin jatuh ke lantai namun Lucas kembali menariknya berdiri.


“Dan terima ini agar kau bisa merenungkan semua salah mu !”ucap Lucas lalu kembali melainkan pukulan ke perut Kevin dengan keras.


“buugh... !”Kevin kembali jatuh terjengkal dan sedikitpun tidak melawan ayahnya.


Lucas menarik kembali kerah baju Kevin dan bersiap memukulnya.


Noah pun mulai beraksi dan pura-pura bersimpati pada Kevin.


“Ayah hentikan ! Hentikan ayah, biar bagaimanapun juga Kevin adalah suamiku.” ucapnya sembari memegang bahu ayah mertuanya.


Lucas menarik tangannya dan membatalkan memukul Kevin karena ucapan Freya dan melepas kerah baju Kevin lalu membanting tubuhnya keras ke lantai.


“Freya ayo masuk ke mobil !”panggil Lucas yang sudah duduk di dalam mobil.


Gadis itu pun kemudian segera berbalik meninggalkan Kevin dan masuk ke mobil.


“broom... !”mobil meluncur di jalanan.


Kevin berdiri dan menghapus darah yang menetes di sudut bibirnya.


“Gadis sialan... kau membawa ayah ku ikut campur urusan kita.”ucap Kevin menatap mobil ayahnya yang meninggalkan rumahnya.


“kriing.... kring... kring...”suara ponsel yang berdering.


“Siapa lagi yang menelpon ku ?”gumam Kevin mengeluarkan ponselnya.


“Ya halo....”ucap lelaki itu setelah mengangkatnya.

__ADS_1


“Hoyy.... aku sudah menunggumu sedari tadi ! Aku masih terkunci di kamar villa ini, cepat bebaskan aku !”teriak seorang lelaki di telepon.


“Ya... baik tuan... maaf aku masih mencari kunci duplikatnya dan baru ketemu. Aku akan segera ke sana sekarang.”jawab Kevin lalu segera mematikan ponselnya.


Ia pun segera bergegas masuk ke mobilnya dan meluncur menuju ke villa untuk membebaskan client nya.


“Brengsek...sial...sial...sial !”teriak Kevin dalam mobil sambil mengepalkan tangan lalu memukul kursi untuk meluapkan kekesalannya.


Di dalam mobil Lucas, Freya duduk di depan di sampingnya. Ia melihat jalanan yang ayah mertuanya tuju adalah arah ke rumah lelaki itu.


“Ayah... sebaiknya aku pulang ke rumah ibu ku saja.”ucap Freya pada ayah mertuanya.


“Freya... malam ini kau menginap di rumah Ayah saja. Besok atau jika kau sudah tenang Aku akan mengantarmu pulang ke rumah Carlos.”ucap Lucas menolak karena dia takut dan tak enak hati memulangkan pria dalam kondisi seperti itu. Selain itu ia coba tak ingin hubungan pertemanan baik dengan ayahnya Ayah hancur begitu saja karena ulah Kevin.


“Apa ayah mertua takut ayah ku menarik semua investasinya ke perusahaan ayah mertua ?”batin Freya diam memandang lelaki yang masih mengemudikan mobil itu.


“Ya ayah...”balas Freya singkat.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah Lucas. Freya dan ayah mertuanya turun dari sana lalu bergegas masuk ke rumah.


Di dalam rumah Lucas meminta asisten rumah tangganya untuk menyiapkan kamar kosong yang bisa dipakai oleh menantunya.


“Nona Freya silahkan.”ucap pelayan wanita setelah menyiapkan kamar untuk Freya.


Freya mengikuti pelayan wanita itu dan masuk ke sebuah kamar.


Di ruangan lain Lucas tampak duduk dengan memegang kepalanya dan berpikir apa yang harus dia lakukan agar Carlos tidak menyalahkan dirinya.


BERSAMBUNG...


*dear readers... Mampir baca juga ke karya baru ku Buku Keberuntungan ya. 😄


Terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2