Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 143 Istri Pulang


__ADS_3

Freya tiba di rumah dan Kevin kembali menggendong nya masuk ke rumah. Dengan segenap tenaga ia menggendong Freya yang terasa lebih berat lagi daripada sebelumnya.


“bugh... !”Kevin membaringkan Freya ke tempat tidur. Ia pun duduk sejenak di sana.


“haah...haah...”Kevin mengatur nafasnya yang tidak beraturan sambil mengusap keringatnya yang bercucuran.


Sementara Freya hanya diam dan menatapnya saja sambil tersenyum kecil karena berhasil membuatnya lelah.


Beberapa menit kemudian Kevin keluar dari kamar Freya setelah lelahnya sedikit reda.


Freya duduk kemudian berdiri dan berjalan menuju ke kulkas yang ada di dalam kamar dan mengambil beberapa buah untuk membasahi tenggorokannya.


“Slyvia apa rencana mu selanjutnya ?”ucap Sharp Eye terbang mendekat ke gadis itu.


“Banyak rencana dalam pikiranku tapi tinggal pilih saja tergantung apa yang dilakukan Kevin nanti. Kau mau ini ?”jawab Sylvia sambil rumah makan buah anggur merah dan menawarkannya pada Sharp Eye.


“Ya boleh juga meskipun itu bukan makananku.”jawab Sharp Eye menerima anggur dari Sylvia dan memakannya.


Gadis itu pun menikmati sejenak waktu yang ada sambil menentukan tindakan apa yang akan dia ambil selanjutnya.


Di lain tempat di tempat Noah menjalankan misi. Tiga hari sudah ia berada di rumah mewah itu sendirian setiap harinya dan hanya ditemani oleh seorang pelayan.


Noah duduk santai di ruang tengah dan main game yang ada di sana untuk mengusir rasa bosannya.


“Sampai kapan Luna akan bersenang-senang di luar ? Benar-benar wanita itu !”gumam Noah sambil menggerakkan stik dan menekan tombol dengan cepat untuk mengeluarkan jurus maut menghadapi lawan.


“Ahh...sial hampir sedikit lagi aku menang, padahal darah musuh hanya tinggal 10% saja, kenapa aku bisa kalah ?”gerutu Noah saat permainan game over.


“klik.... !!”karena kesal dan tak terima kalah Ia pun main lagi dan mengulanginya dari awal.


Sementara Fasty yang tak ada kerjaan karena rumah tidak bergerak jadi berbaring di sofa dan ketiduran di sana.


“tik... tik... klik...!”Terdengar suara seseorang dari luar menekan kode masuk dan setelahnya pintu terbuka.

__ADS_1


“Hah siapa itu...mengganggu saja.”gumam Noah menara steak yang ia pegang sambil menoleh ke belakang.


Seorang wanita yang masih terlihat kencang kulitnya dan mulus meski usianya sudah kepala tigaan masuk ke rumah.


“Oh Luna sudah pulang rupanya.”batin Noah kemudian kembali mengambil stik dan bermain game lagi tak mempedulikan kedatangan istrinya Tomy itu.


Luna duduk di sofa dekat Noah berada. Dia merasa heran melihat sikap suaminya yang menurutnya aneh. Tidak biasanya lelaki itu main game karena sepengetahuannya Tommy tidak suka bermain hal bodoh seperti itu.


“Tomy... duduklah sini.”panggil Luna.


Noah hanya terbalik dan menatapnya sebentar dan melanjutkan bermain game.


“Argh... sial ! Lengah sedikit saja nyawa ku hilang 10%.”ucapnya kesal dan kembali fokus bermain game.


“Ada apa dengannya ? tak biasanya dia cuek kepadaku.”batin Luna kembali merasa ada yang aneh pada sikap suaminya. Karena selama ini lelaki itu selalu menunggu kepulangannya dan menyambut kedatangannya dengan sukacita.


Luna pun berdiri dan mendekati Noah.


“Tomy... apa kau tidak rindu padaku ?”tanya Luna sambil memeluknya dari belakang.


“Luna aku sedang main game nanti setelah selesai baru kita bicara lagi.”balas Noah dengan cuek.


“Siapa juga yang rindu padamu, tante tua. Lebih baik kau tidak pulang saja seterusnya ke rumah ini dan tidur dengan mantan mu itu.”batin Noah terlihat enek menatap Luna, seorang wanita dengan paras sedang-sedang saja namun kebanyakan tingkah dan merasa paling cantik.


Luna kembali duduk di sofa dan menunggu suaminya selesai bermain game.


Dua jam terlalu dan Noah masih tetap saja bermain game.


“Tomy... aku mengantuk dan sedikit merasa lelah, ayo kita tidur.”ucap Luna berdiri setelah bosan karena menunggu lama, mengajaknya untuk masuk ke kamar.


“Tidur saja duluan nanti aku akan menyusul.”jawab Noah menoleh ke arah Luna.


“Tapi tubuh ku sedikit pegal. Kau tahu kan, biasanya kau memijat ku di saat aku lelah seperti ini.”ucap Luna.

__ADS_1


“Memangnya aku pembantu mu apa ? Harusnya kau yang memijat suami mu, dasar wanita bodoh.”umpat Noah geram dalam hati.


“Hmmh... bagaimana jika bibi saja yang memijat ku ? Jari ku terasa kaku sekarang setelah main game. Jadi ku rasa aku juga perlu di pijat.”balas Noah.


“Tomy... kau...”jawab Luna kesal karena lelaki itu tak menuruti permintaannya.


“Ya baiklah... baiklah... aku akan memanggil bibi sekarang untukmu.”balas Noah mengakhiri permainan kemudian berjalan meninggalkan Luna dan memanggil sang bibi.


“Bibi May tolong ke sini sebentar !”panggil Noah.


Bibi May segera datang dan menghampiri Noah.


“Ya tuan ada apa ?”ucap sang Bibi bertanya sambil menatap Noah.


“Coba tanyakan pada nona Luna saja.”jawabnya singkat kemudian berlalu dari sana.


“Nona apa yang bisa untuk nona ?”tanya sang bibi terbalik dan menata ke Luna.


“Ahh... tidak jadi bibi. Bibi May istirahat saja.”jawab Luna gelagapan.


Sang bibi kemudian pergi meninggalkan Luna dan berpikir mereka berdua sedang bertengkar.


“Ada apa dengan Tomy sebenarnya ?”batin Luna yang masih bingung dengan perubahan sikap suaminya.


Ia pun segera menyusul Tomy masuk ke kamar. Di sana lelaki itu sudah berbaring di atas tempat tidur.


“Tomy... bangun...”ucap Luna saat melihat lelaki itu tidur dan mencoba membangunkannya.


Noah yang sebenarnya masih terjaga dan hanya pura-pura tidur tidak mengindahkan panggilan Luna.


“grook... grook...”Noah mencoba mendengkur keras.


“Cepat sekali kau tertidur !”ucap Luna kesal.

__ADS_1


Wanita itu kemudian segera tidur di samping Tomy. Namun dia tak bisa tidur karena selain tubuhnya pegal juga mendengar dengkuran keras yang berisik dan membuatnya sama sekali tidak bisa memejamkan mata.


BERSAMBUNG...


__ADS_2