
Malam harinya setelah kejadian barusan Dion pulang ke rumah Vivian. Lelaki itu masuk ke kamarnya dan di sana sudah ada Vivian yang berdiri di dalam.
Dia melihat semua barang-barangnya di dalam kamar sudah di packing rapi oleh gadis itu.
“Buk....!”Vivian melempar beberapa tas milik Dion ke lantai.
“Karena kita sudah putus lebih baik kau keluar dari rumah ini... !”ucap Vivian sambil berkacak pinggang.
Dion mengambil barangnya namun dia tak terima diusir oleh Vivian dari sana.
“Kenapa aku harus pergi. Kau saja yang pergi dari sini !”balas Dion masih keras tak mau pergi dari sana dan hal itu membuat Vivian semakin bertambah besar padanya.
“Kau ini sungguh lelaki tak tahu malu ! Rumah ini aku yang menyewa. Semua isi dan perlengkapan di sini juga aku yang membeli. Selama ini kau hanya menumpang saja di sini tanpa membayar sepeser pun tagihan rumah !”balas Vivian tak mau kalah dan menunjukkan semua fakta di depannya.
“Kurasa Vivian semakin liar akhir-akhir ini. Kali ini aku harus memberinya pelajaran.”batin Dion yang merasa dipermalukan dan direndahkan oleh gadis itu.
Dion menaruh kembali tasnya ke lantai. Dia kemudian menghampiri Vivian dan seketika langsung mencengkram lehernya.
“Dion apa yang kau lakukan padaku... ?”ucap Vivian berusaha melepaskan tangan Dion dari lehernya.
Di saat kondisi terdesak seperti itu Noah mengambil alih tubuh Vivian. Dia dengan mudah melepas tangan dia dari lehernya kemudian memukul perutnya dengan keras.
“buk.... !”Noah kembali memukul lengan Dion dan muka lelaki itu hingga babak belur dan Dion sama sekali tak bisa membalasnya.
__ADS_1
“Sejak kapan Vivian bisa beladiri seperti ini...” pakai Dion dalam hati. Daripada babak belur dia pun mengambil tasnya dan angkat kaki dari rumah itu.
Noah tampak tersenyum puas melihat Dion lari tunggang langgang dari sana bersama Sharp Eye.
Dion menuju ke jalan raya dan menunggu taksi. beberapa saat kemudian dia masuk ke sebuah taksi kuning menuju ke sebuah alamat.
“tok... tok... tok...”
Dion mengetuk pintu setelah tiba di depan sebuah rumah dan seorang gadis keluar membukakan pintu.
“Dion... Kenapa kau kembali membawa begitu banyak barang dan kenapa kau babak belur begitu?”tanya gadis yang ternyata adalah Vika.
“Sayang... aku diusir oleh Vivian. Aku mau tinggal bersamamu sekarang.”jawabnya sambil menurunkan barang bawaannya juga memegangi pipinya yang memar.
Vika pun membiarkan Dion tinggal di sana dan membantu Dion membawa barangnya masuk ke rumah.
Hari ini Vivian dan timnya terlihat kembali ke ruang kerja dengan tersenyum lebar. Timnya berhasil membuat harga saham Four Seasons dan secara tak langsung hal itu menaikkan harga saham Consumer Groups meskipun hanya menduduki di urutan ke tujuh.
Atas prestasi dan kerja keras Vivian bersama timnya, manajer Aksa mengundang mereka untuk makan malam di sebuah rumah makan sebagai perayaan atas kesuksesan Vivian dan timnya.
Malam hari di sebuah rumah makan tampak Vivian dan timnya sedang duduk di ruang makan yang sudah dibooking sebelumnya oleh manajer Aksa.
“Kemana manajer Aksa... dia belum datang di saat semuanya sudah berkumpul di sini.”ucap salah satu staf bertanya pada yang lainnya.
__ADS_1
“Kita tunggu saja bos kita. mungkin sekarang dia sedang terjebak macet di jalan atau masih ada urusan penting lainnya...”sahut staf lain yang ada di sana.
Sepuluh menit kemudian manajer aset keluar dari mobilnya dan masuk ke ruang makan.
“Maaf semuanya sudah membuat kalian menungguku. Aku masih ada sedikit urusan di kantor.”ucapnya meminta maaf pada semua staf yang ada di sana.
“Tak apa manajer Aksa... kami belum lama menunggumu.”jawab Vivian mendapat Manager Aksa dan tersenyum kecil padanya.
Manajer Aksa tampak sedikit bersemu pipinya saat melihat Vivian yang yang malam ini terlihat cantik sekali dalam balutan gaun berwarna hitam.
Dia pun kemudian duduk di kursi di sebelah Vivian.
“Baiklah semuanya malam ini kalian boleh pesan makanan apapun dan bisa makan sampai puas. Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih pada Vivian dan kalian semua yang sudah banyak berjasa dan membuat Consumer Goods kembali naik ke posisi atas.”ucap Manajer Aksa memberikan sambutan.
Para staf termasuk Vivian memberikan tepukan pada sambutan dari manajer mereka. Dan setelahnya mereka pun segera memesan makanan yang mereka suka.
Suasana saat itu ramai dan terdengar tawa dari semua yang hadir di sana.
Beberapa saat kemudian acara perjamuan makan malam itu selesai dan semua staf yang ada di sana pulang ke rumah masing-masing.
Vivian keluar terakhir dari rumah makan itu bersama manajer Aksa.
“Vivian... sebaiknya hari ini kau jangan naik taksi. Aku akan mengantarmu pulang.”ucap Manajer Aksa menawarkan tumpangan.
__ADS_1
Entah kenapa hari ini Vivian tak menolak tawarannya dan dia pun setuju untuk pulang bersama manajer Aksa.
BERSAMBUNG.....